Kehidupan Aril

Almamater Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Senam Massal

Senam Massal di Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala.

Lhok Mata Ie Beach

Pantai Lhok Mata Ie Di Banda Aceh.

Furious FC

Tim Sepakbola Mahasiswa PJKR USK Let 24.

Gunung Sibayak

Kawah Gunung Sibayak 2212 MDPL.

Muaythai

Seni Wai Kru Individu MuayThai pada Pra PORA ACEH.

POLDA ACEH

Senam Massal Bersama POLDA ACEH.

Bukit Gundul

Sabana Bukit Gundul 1972 MDPL di puncak Sipiso-piso.

Proka FC

Tim Futsal dan Sepakbola Pematangsiantar.

ROHIS SMAN 2 PEMATANGSIANTAR

Organisasi Keagamaan Islam di SMAN 2 Pematangsiantar.

Cerita

Friday, April 24, 2026

9: UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

UJIAN TENGAH SEMESTER PENCAK SILAT

Pada hari Jumat pukul 14.00 WIB, saya bersama teman-teman mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Pencak Silat. Ujian ini menjadi salah satu momen yang cukup menegangkan sekaligus menyenangkan karena kami harus memperagakan berbagai teknik dasar pencak silat yang telah dipelajari selama beberapa minggu perkuliahan. Sejak selesai salat Jumat, saya sudah mulai mempersiapkan diri dengan mengecek kembali perlengkapan yang diperlukan dan mengingat materi-materi yang akan diujikan. Meskipun sudah berlatih sebelumnya, rasa gugup tetap ada karena setiap gerakan yang dilakukan akan dinilai secara langsung oleh dosen.

Sekitar pukul 13.30 WIB, saya dan teman-teman mulai berkumpul di tempat perkuliahan. Suasana terlihat cukup ramai karena semua mahasiswa sedang melakukan persiapan masing-masing. Ada yang mengulang gerakan kuda-kuda, ada yang berlatih pukulan dengan temannya, dan ada juga yang berdiskusi mengenai teknik-teknik yang mungkin akan keluar saat ujian. Walaupun terlihat santai, sebenarnya hampir semua mahasiswa merasakan ketegangan yang sama. Kami saling memberi semangat agar dapat menampilkan kemampuan terbaik saat ujian berlangsung.

Tepat pukul 14.00 WIB, dosen membuka kegiatan UTS dengan memberikan arahan mengenai teknis pelaksanaan ujian. Dosen menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hafalan gerakan, tetapi juga pada ketepatan teknik, keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, sikap, serta pemahaman terhadap fungsi dari setiap gerakan yang diperagakan. Setelah mendengarkan arahan, kami diminta untuk melakukan pemanasan bersama agar tubuh siap melakukan berbagai gerakan dan terhindar dari cedera selama ujian berlangsung.

Setelah pemanasan selesai, ujian dimulai secara bergiliran. Materi pertama yang diujikan adalah pemahaman dasar mengenai pencak silat. Pada bagian ini kami diminta menjelaskan pengertian pencak, silat, dan pencak silat. Saya menjelaskan bahwa pencak merupakan gerakan bela diri yang menonjolkan unsur keindahan dan seni gerak, sedangkan silat lebih menekankan pada kemampuan bela diri untuk menghadapi lawan. Ketika kedua unsur tersebut dipadukan, lahirlah pencak silat sebagai seni bela diri tradisional Indonesia yang tidak hanya mengajarkan cara bertarung, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral, disiplin, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama. Materi ini menjadi dasar penting sebelum mempelajari teknik-teknik yang lebih kompleks.

Setelah sesi teori singkat selesai, kami memasuki tahap praktik. Materi pertama yang harus diperagakan adalah teknik kuda-kuda. Saya memulai dengan memperagakan kuda-kuda depan, yaitu posisi dasar dengan salah satu kaki berada di depan dan kaki lainnya di belakang sebagai penopang keseimbangan tubuh. Setelah itu saya memperagakan kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, kuda-kuda samping, dan kuda-kuda silang. Pada saat melakukan gerakan tersebut, saya berusaha menjaga posisi tubuh tetap stabil dan tidak mudah goyah. Dosen memperhatikan secara detail posisi kaki, pembagian berat badan, serta keseimbangan tubuh selama melakukan perpindahan antar kuda-kuda. Dari materi ini saya semakin memahami bahwa kuda-kuda merupakan fondasi utama dalam pencak silat karena hampir semua teknik serangan maupun pertahanan berawal dari posisi kuda-kuda yang benar.

Setelah memperagakan kuda-kuda, ujian dilanjutkan dengan materi sikap pasang. Sikap pasang merupakan posisi kesiapan sebelum melakukan serangan atau pertahanan. Pada tahap ini saya harus menunjukkan beberapa variasi sikap pasang yang telah dipelajari selama perkuliahan. Saya mencoba memperagakan gerakan dengan tenang dan penuh konsentrasi. Sikap pasang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan keseimbangan dan kesiapan mental yang baik karena posisi ini menjadi awal dari berbagai teknik dalam pencak silat.

Materi berikutnya adalah pola langkah. Pada bagian ini kami diminta menunjukkan kemampuan bergerak ke berbagai arah dengan pola langkah yang benar. Saya memperagakan langkah maju, mundur, ke samping, serta langkah menyerong sesuai instruksi dosen. Dalam pencak silat, pola langkah sangat penting karena menentukan posisi seorang pesilat saat menghadapi lawan. Dengan pola langkah yang baik, seorang pesilat dapat mengatur jarak, mencari celah untuk menyerang, maupun menghindari serangan lawan. Saat memperagakan pola langkah, saya berusaha menjaga ritme gerakan agar tetap seimbang dan tidak kehilangan fokus.

Setelah materi dasar selesai, ujian memasuki teknik serangan. Teknik pertama yang diujikan adalah pukulan. Saya memperagakan pukulan lurus kanan dengan posisi tubuh yang stabil dan arah pukulan yang tepat ke sasaran imajiner di depan. Selanjutnya saya memperagakan pukulan lurus kiri dengan teknik yang sama namun menggunakan tangan kiri sebagai penyerang. Setelah itu, saya memperagakan pukulan siku yang digunakan dalam jarak dekat. Pada saat melakukan pukulan, dosen menilai kecepatan, kekuatan, koordinasi gerakan tubuh, serta ketepatan teknik. Saya berusaha menggabungkan tenaga dari putaran pinggang dan gerakan tangan agar pukulan terlihat lebih efektif.

Selain pukulan, kami juga diuji pada teknik tendangan. Materi tendangan menjadi salah satu bagian yang cukup menantang karena membutuhkan keseimbangan tubuh yang baik. Saya memperagakan beberapa jenis tendangan sesuai arahan dosen dengan memperhatikan posisi kaki tumpuan dan arah sasaran. Ketika melakukan tendangan, saya berusaha menjaga tubuh tetap tegak agar tidak kehilangan keseimbangan. Materi ini mengajarkan bahwa kekuatan tendangan tidak hanya berasal dari kaki, tetapi juga dari koordinasi seluruh anggota tubuh.

Setelah teknik serangan selesai, ujian dilanjutkan dengan teknik pertahanan. Pada bagian ini kami diminta memperagakan berbagai bentuk tangkisan. Saya memperagakan tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan atas, dan tangkisan bawah sesuai dengan instruksi yang diberikan. Setiap tangkisan memiliki fungsi yang berbeda tergantung arah datangnya serangan lawan. Saat memperagakan tangkisan, saya harus menunjukkan gerakan yang cepat dan tepat agar serangan lawan dapat dialihkan tanpa mengenai tubuh.

Selain tangkisan, kami juga diuji pada teknik elakan dan hindaran. Kedua teknik ini bertujuan untuk menghindari serangan lawan tanpa harus melakukan kontak langsung. Saya memperagakan beberapa bentuk elakan dengan menggeser posisi tubuh ke samping maupun ke belakang. Kemudian saya memperagakan hindaran dengan memanfaatkan gerakan kaki dan perpindahan posisi tubuh. Materi ini cukup menarik karena mengajarkan pentingnya kecerdikan dalam bertahan. Tidak semua serangan harus ditangkis, terkadang menghindar dengan tepat justru lebih efektif dan menghemat tenaga.

Selama pelaksanaan ujian, dosen beberapa kali memberikan koreksi terhadap gerakan yang kurang tepat. Koreksi tersebut menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga karena membantu kami memahami kesalahan-kesalahan yang masih sering dilakukan. Saya menyadari bahwa pencak silat bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang ketelitian, konsentrasi, disiplin, dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap gerakan memiliki teknik dan tujuan tertentu yang harus dipahami dengan baik.

Meskipun sempat merasa gugup ketika giliran tampil tiba, saya mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada setiap gerakan yang dilakukan. Dukungan dari teman-teman juga membuat suasana ujian menjadi lebih nyaman. Kami saling menyemangati dan memberikan apresiasi setelah masing-masing selesai memperagakan teknik yang diujikan. Hal tersebut menciptakan suasana yang positif dan penuh kebersamaan.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan ujian, dosen memberikan evaluasi umum mengenai pelaksanaan UTS hari itu. Beliau menyampaikan bahwa secara keseluruhan kemampuan mahasiswa sudah cukup baik, namun masih perlu meningkatkan ketepatan teknik, keseimbangan, serta keluwesan gerakan. Kami juga diingatkan untuk terus berlatih karena penguasaan pencak silat tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang rutin dan berkesinambungan.

Pelaksanaan UTS Pencak Silat pada hari Jumat pukul 14.00 WIB tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui ujian ini, saya tidak hanya belajar tentang teknik-teknik dasar pencak silat, tetapi juga belajar mengenai disiplin, keberanian, rasa percaya diri, dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa Indonesia. Saya merasa senang dapat mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal untuk mempelajari materi pencak silat yang lebih lanjut pada perkuliahan berikutnya. UTS ini juga menjadi bukti bahwa proses latihan yang dilakukan selama perkuliahan memberikan hasil yang nyata dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pemahaman saya terhadap olahraga pencak silat.

Monday, April 20, 2026

9: PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENJAS

Modifikasi Media Pembelajaran Sarana dan Prasarana Mata Pelajaran PJOK

Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan proses pembelajaran yang menekankan aktivitas gerak, keterampilan motorik, kebugaran jasmani, serta pembentukan karakter peserta didik. Dalam pelaksanaannya, pembelajaran PJOK memerlukan sarana dan prasarana yang memadai agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Namun, tidak semua sekolah memiliki fasilitas olahraga yang lengkap. Oleh karena itu, diperlukan kreativitas guru dalam melakukan modifikasi media pembelajaran menggunakan alat-alat sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Modifikasi media pembelajaran bertujuan untuk menyesuaikan alat dengan kondisi sekolah, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan pembelajaran. Selain lebih hemat biaya, penggunaan alat modifikasi juga dapat meningkatkan kreativitas, inovasi, dan partisipasi aktif peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

A. Bentuk Modifikasi Media Pembelajaran PJOK

1. Modifikasi Bet Tenis Meja Menggunakan Kardus

a. Deskripsi Alat

Bet tenis meja dibuat menggunakan kardus tebal yang dipotong menyerupai bentuk bet asli. Pegangan dapat dibuat menggunakan lipatan kardus atau tambahan kayu kecil agar lebih nyaman digunakan.

b. Tujuan Penggunaan

  • Melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Mengenalkan teknik dasar permainan tenis meja.
  • Membantu peserta didik memahami cara memukul dan mengontrol bola.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Biaya pembuatan sangat murah.
  • Mudah dibuat oleh guru maupun peserta didik.
  • Aman digunakan karena ringan dan tidak keras.
  • Dapat digunakan dalam jumlah banyak.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Peserta didik tetap dapat mempraktikkan teknik dasar tenis meja meskipun tanpa fasilitas lengkap.
  • Menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan barang bekas.
  • Meningkatkan semangat belajar karena alat dibuat sendiri.

2. Modifikasi Bola Tenis Meja Menggunakan Deodoran

a. Deskripsi Alat

Bola tenis meja dimodifikasi menggunakan wadah deodoran berbentuk bulat yang ringan dan mudah dipantulkan.

b. Tujuan Penggunaan

  • Sebagai alternatif pengganti bola tenis meja asli.
  • Membantu latihan pantulan dan kontrol bola.
  • Melatih refleks dan konsentrasi peserta didik.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
  • Tidak mudah pecah dibanding bola tenis meja asli.
  • Memiliki ukuran yang mendekati bola tenis meja.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Pembelajaran tetap dapat berlangsung meskipun perlengkapan terbatas.
  • Peserta didik lebih percaya diri saat latihan karena bola lebih mudah dikontrol.
  • Mengurangi risiko kerusakan alat saat digunakan.

3. Modifikasi Alat Pemukul Kasti Menggunakan Botol Berisi Sampah Plastik

a. Deskripsi Alat

Pemukul kasti dibuat menggunakan botol plastik yang diisi sampah plastik hingga padat agar lebih kuat dan nyaman digunakan.

b. Tujuan Penggunaan

  • Mengenalkan teknik memukul bola dalam permainan kasti.
  • Melatih kekuatan dan koordinasi gerak tangan.
  • Mengembangkan kemampuan motorik peserta didik.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Memanfaatkan barang bekas yang mudah diperoleh.
  • Ramah lingkungan karena menggunakan limbah plastik.
  • Lebih ringan dan aman digunakan oleh peserta didik.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Mengurangi ketergantungan terhadap alat olahraga standar.
  • Menanamkan sikap peduli lingkungan melalui daur ulang.
  • Membantu peserta didik belajar secara aktif dan kreatif.

4. Modifikasi Bola Kasti Menggunakan Kertas

a. Deskripsi Alat

Bola kasti dibuat dari kertas yang digulung hingga berbentuk bulat kemudian dilapisi perekat agar lebih kuat dan rapi.

b. Tujuan Penggunaan

  • Melatih teknik melempar, menangkap, dan memukul bola.
  • Memberikan rasa aman bagi peserta didik saat bermain.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Sangat ringan sehingga meminimalkan risiko cedera.
  • Mudah dibuat dengan bahan sederhana.
  • Cocok digunakan untuk peserta didik tingkat dasar.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Peserta didik lebih berani menangkap dan memukul bola.
  • Pembelajaran menjadi lebih aman dan menyenangkan.
  • Membantu guru mengelola pembelajaran dengan alat yang cukup.

5. Modifikasi Skipping Menggunakan Tali Tambang Kecil

a. Deskripsi Alat

Skipping dibuat menggunakan tali tambang kecil yang disesuaikan panjangnya dengan tinggi badan peserta didik.

b. Tujuan Penggunaan

  • Melatih kebugaran jasmani.
  • Meningkatkan koordinasi gerak tubuh.
  • Melatih daya tahan dan kelincahan.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Mudah diperoleh dan murah.
  • Dapat digunakan secara individu maupun kelompok.
  • Tahan lama dan fleksibel digunakan.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Meningkatkan aktivitas fisik peserta didik.
  • Membantu pembelajaran kebugaran jasmani menjadi lebih efektif.
  • Menumbuhkan semangat dan antusias peserta didik dalam bergerak.

6. Modifikasi Tangga Kelincahan Menggunakan Tali Rapiah dan Batang Kayu

a. Deskripsi Alat

Tangga kelincahan dibuat menggunakan tali rapiah dan batang kayu yang disusun membentuk kotak-kotak seperti agility ladder.

b. Tujuan Penggunaan

  • Melatih kecepatan dan kelincahan gerak kaki.
  • Melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
  • Meningkatkan kemampuan motorik peserta didik.

c. Keunggulan Modifikasi

  • Biaya pembuatan murah dan mudah dirakit.
  • Dapat dipindahkan sesuai kebutuhan pembelajaran.
  • Ukuran dapat disesuaikan dengan usia peserta didik.

d. Manfaat dalam Pembelajaran

  • Membantu peserta didik meningkatkan kemampuan gerak dasar.
  • Membuat latihan fisik lebih menarik dan variatif.
  • Menjadikan pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan.

Kesimpulan

Modifikasi media pembelajaran sarana dan prasarana dalam mata pelajaran PJOK merupakan bentuk inovasi guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, kreatif, dan menyenangkan. Penggunaan alat sederhana seperti kardus, botol plastik, kertas, tali tambang, tali rapiah, dan batang kayu dapat menjadi alternatif pembelajaran yang tetap mampu mencapai tujuan pendidikan jasmani. Selain membantu mengatasi keterbatasan fasilitas sekolah, modifikasi alat juga mengajarkan peserta didik untuk lebih kreatif, peduli lingkungan, dan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran PJOK tetap dapat berlangsung secara optimal meskipun dengan sarana yang sederhana.

Friday, April 17, 2026

8: PEMBELAJARAN PENCAK SILAT

JURUS PUKULAN SEMBILAN DALAM PENCAK SILAT

Pukulan sembilan adalah jenis pukulan yang dikombinasikan dengan tangkisan yang ada dalam pencak silat. Pukulan ini dipergunakan untuk menyerang dan bertahan terhadap serangan yang dilakukan oleh lawan. Untuk itu kita perlu memperlajari pukulan sembilan dalam pencak silat sebagai dasar bela diri bagi kita. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas pada uraian berikut.

8.1 Pukulan Lurus Kanan

Gambar 8.1 Pukulan Lurus Kanan

Pukulan lurus kanan merupakan salah satu teknik dasar serangan dalam pencak silat yang dilakukan menggunakan tangan kanan dengan arah pukulan lurus ke depan menuju sasaran. Teknik ini sering digunakan karena mudah dilakukan dan efektif untuk menyerang lawan secara cepat. Untuk melakukan pukulan lurus kanan, pesilat terlebih dahulu mengambil posisi kuda-kuda yang kokoh dan seimbang. Tangan kanan dikepalkan dan berada di samping pinggang, sedangkan tangan kiri berada di depan sebagai pelindung. Selanjutnya, tangan kanan didorong lurus ke depan dengan disertai putaran pinggul dan bahu agar tenaga pukulan menjadi lebih kuat. Setelah pukulan mengenai sasaran, tangan segera ditarik kembali ke posisi semula. Pukulan lurus kanan berguna untuk menyerang bagian depan tubuh lawan, melatih ketepatan sasaran, serta menjadi serangan pembuka sebelum melakukan kombinasi teknik lainnya.

8.2 Pukulan Lurus Kiri

Gambar 8.2 Pukulan Lurus Kiri

Pukulan lurus kiri adalah teknik serangan yang dilakukan menggunakan tangan kiri dengan arah gerakan lurus ke depan. Teknik ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan pukulan lurus kanan, yaitu untuk menyerang lawan secara langsung. Pelaksanaannya dimulai dengan posisi kuda-kuda yang stabil dan kedua tangan dalam posisi siap. Tangan kiri kemudian dikepalkan dan didorong lurus ke arah sasaran, sementara tangan kanan tetap berada di depan tubuh untuk menjaga pertahanan. Setelah pukulan dilakukan, tangan kiri ditarik kembali ke posisi semula. Pukulan lurus kiri sering digunakan untuk menjaga jarak dengan lawan, mengganggu konsentrasi lawan, dan menjadi rangkaian awal sebelum melakukan serangan yang lebih kuat

8.3 Pukulan Siku

Gambar 8.3 Pukulan Siku

Pukulan siku merupakan teknik serangan yang menggunakan bagian siku sebagai alat utama untuk mengenai sasaran. Teknik ini biasanya digunakan ketika jarak dengan lawan sangat dekat sehingga sulit melakukan pukulan biasa. Cara melakukannya dimulai dengan posisi kuda-kuda yang kuat, kemudian lengan ditekuk hingga membentuk sudut. Selanjutnya, tubuh diputar dan siku diarahkan dengan cepat ke bagian tubuh lawan yang menjadi sasaran. Kekuatan pukulan siku berasal dari putaran badan dan dorongan bahu. Setelah gerakan selesai, pesilat kembali ke posisi siap. Pukulan siku sangat berguna untuk menyerang lawan dalam jarak dekat, menghasilkan serangan yang kuat, dan memberikan efek kejut kepada lawan.

8.4 Tangkis Luar

Gambar 8.4 Tangkis Luar

Tangkis luar merupakan teknik pertahanan yang digunakan untuk menahan atau mengalihkan serangan lawan dari arah dalam menuju ke arah luar tubuh. Teknik ini sangat penting karena dapat mencegah serangan lawan mengenai sasaran. Pelaksanaannya dilakukan dengan posisi siap dan fokus terhadap arah serangan lawan. Ketika serangan datang, tangan digerakkan dari arah dalam ke luar menggunakan lengan bawah atau telapak tangan untuk mengalihkan arah serangan. Setelah serangan berhasil ditangkis, tangan kembali ke posisi siap. Tangkis luar berfungsi untuk melindungi tubuh dari pukulan lurus serta memberikan kesempatan kepada pesilat untuk melakukan serangan balasan.

8.5 Tangkis Bawah Luar

Gambar 8.5 Tangkis Bawah Luar

Tangkis bawah luar adalah teknik pertahanan yang digunakan untuk menahan serangan yang mengarah ke bagian bawah tubuh, seperti tendangan rendah atau sapuan kaki. Gerakan ini dilakukan dengan menggerakkan tangan dari arah dalam ke luar pada posisi bawah tubuh. Saat lawan melakukan serangan, pesilat segera menurunkan tangan dan mengalihkan serangan tersebut menjauhi tubuh. Setelah serangan berhasil ditangkis, pesilat kembali ke posisi siap untuk mengantisipasi serangan berikutnya. Tangkis bawah luar sangat berguna untuk melindungi kaki dan bagian bawah tubuh serta menjaga keseimbangan saat bertahan.

8.6 Tangkis Bawah Dalam

Gambar 8.6 Tangkis Bawah Dalam

Tangkis bawah dalam merupakan teknik pertahanan yang dilakukan untuk menghalau serangan rendah dengan gerakan tangan dari arah luar menuju ke dalam tubuh. Teknik ini biasanya digunakan ketika lawan melakukan serangan ke bagian kaki, lutut, atau perut bawah. Pelaksanaannya dimulai dengan posisi kuda-kuda yang kokoh, kemudian tangan digerakkan dari luar ke dalam untuk mengalihkan arah serangan. Lengan bawah atau telapak tangan digunakan sebagai alat utama dalam tangkisan. Setelah serangan berhasil dihalau, pesilat kembali ke posisi siap. Tangkis bawah dalam berfungsi untuk melindungi bagian bawah tubuh dan membuka peluang untuk melakukan serangan balik secara cepat.

8.7 Tangkis Atas

Gambar 8.7 Tangkis Atas

Tangkis atas adalah teknik pertahanan yang digunakan untuk melindungi kepala, wajah, dan bagian atas tubuh dari serangan lawan. Teknik ini sangat penting karena bagian kepala merupakan salah satu sasaran yang paling rentan dalam pertarungan. Cara melakukannya adalah dengan mengangkat salah satu tangan ke atas kepala menggunakan lengan bawah sebagai alat tangkis. Saat serangan datang, tangan didorong ke atas untuk mengalihkan arah pukulan atau tendangan lawan. Setelah tangkisan berhasil dilakukan, tangan segera kembali ke posisi siap. Tangkis atas berguna untuk menghindari cedera pada kepala dan memberikan kesempatan kepada pesilat untuk menyusun strategi serangan balasan.

8.8 Tangkis Dalam

Gambar 8.8 Tangkis Dalam

Tangkis dalam merupakan teknik pertahanan yang dilakukan dengan menggerakkan tangan dari arah luar ke dalam untuk menghalau serangan lawan. Teknik ini sering digunakan untuk menahan pukulan yang mengarah ke bagian tengah tubuh. Pelaksanaannya dimulai dengan posisi kuda-kuda yang stabil dan pandangan fokus pada lawan. Ketika serangan datang, tangan digerakkan dari luar menuju ke dalam menggunakan lengan bawah atau telapak tangan sehingga serangan lawan menyimpang dari sasarannya. Setelah berhasil menangkis, pesilat kembali ke posisi siap. Tangkis dalam berfungsi untuk melindungi tubuh bagian tengah sekaligus menciptakan peluang untuk melakukan serangan lanjutan.

8.9 Pukulan Bandul

Gambar 8.9 Pukulan Bandul

Pukulan bandul adalah teknik serangan yang dilakukan dengan mengayunkan tangan dari bawah ke atas menyerupai gerakan bandul. Teknik ini biasanya ditujukan ke bagian dagu, ulu hati, atau perut lawan. Untuk melakukannya, pesilat mengambil posisi kuda-kuda yang kuat dan mengepalkan salah satu tangan di bawah. Selanjutnya, tangan diayunkan ke atas dengan cepat sambil memutar pinggul dan badan untuk menambah kekuatan pukulan. Setelah mengenai sasaran, tangan segera kembali ke posisi siap. Pukulan bandul sangat efektif digunakan saat lawan lengah atau ketika terdapat celah pada pertahanan lawan. Selain itu, teknik ini mampu menghasilkan tenaga yang besar sehingga dapat memberikan serangan yang cukup kuat kepada lawan.



7: Pembelajaran Pencak SIlat

 5 TEKNIK DASAR PENCAK SILAT

Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019. Lebih dari sekadar sistem pertarungan, pencak silat adalah disiplin ilmu yang merangkum dimensi fisik, spiritual, seni, dan etika dalam satu kesatuan yang utuh. Pemahaman mendalam terhadap setiap teknik dasar bukan hanya menjadi bekal praktis, tetapi juga merupakan pintu masuk untuk memahami kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Materi ini disusun untuk memberikan penjelasan yang rinci dan akademis mengenai jenis-jenis teknik dasar pencak silat, mencakup deskripsi pelaksanaan, fungsi taktis, dan relevansi biomekanika dari masing-masing teknik. Penjelasan ini merujuk pada literatur akademik yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

7.1 Pukulan Lurus

Pukulan lurus (juga dikenal sebagai pukulan depan) dieksekusi dengan cara mengayunkan tangan lurus ke depan menuju sasaran, dengan lintasan pukulan yang sejajar dengan garis tengah tubuh. Eksekusi yang benar melibatkan rotasi bahu yang diikuti dengan rotasi pinggul bersamaan dengan kaki belakang yang mendorong, menghasilkan tenaga eksplosif yang tersalurkan melalui kepalan tangan.

Sasaran utama pukulan lurus adalah wajah (khususnya hidung dan dagu), dada, dan ulu hati. Dalam pertandingan pencak silat, pukulan lurus adalah teknik yang paling sering digunakan karena kesederhanaan eksekusinya dan efektivitas yang tinggi, terutama dalam jarak sedang (Lubis & Wardoyo, 2014). Pukulan lurus dari tangan depan disebut jab, sedangkan dari tangan belakang disebut cross dalam terminologi bela diri modern.


Gambar 7.1 Pukulan Lurus

7.2 Tendangan Depan (Lurus)

Tendangan depan dieksekusi dengan mengangkat lutut kaki penyerang ke depan hingga setinggi pinggang atau lebih, kemudian mendorong kaki ke depan secara lurus menuju sasaran. Permukaan kontak yang digunakan dapat berupa telapak kaki (ball of foot), ujung kaki, atau punggung kaki tergantung sasaran dan jarak.

Tendangan depan memiliki jangkauan maksimal di antara semua jenis tendangan dan sangat efektif untuk menjaga jarak dengan lawan yang mencoba menutup jarak. Sasaran utama meliputi dada, perut, ulu hati, dan wajah. Saat dieksekusi dengan telapak kaki dan mendorong tubuh lawan, tendangan ini dapat digunakan sebagai teknik 'push kick' untuk mengatur ulang jarak pertarungan. Saat menggunakan ujung kaki dengan dorongan pinggul penuh, tenaga yang dihasilkan sangat signifikan dan dapat merobohkan lawan (Lubis & Wardoyo, 2014).


Gambar 7.2 Tendangan Depan

7.3 Tendangan Sabit (Roundhouse Kick)

Tendangan sabit dieksekusi dengan gerakan kaki yang melingkar dari samping menuju ke depan, membentuk busur seperti sabit. Lutut diangkat ke samping, kemudian tungkai bagian bawah diputar secara horizontal menuju sasaran dengan menggunakan punggung kaki, tulang kering, atau telapak kaki bagian depan sebagai permukaan kontak. Seluruh tubuh berputar mengikuti arah tendangan untuk memaksimalkan tenaga rotasional.

Tendangan sabit menjadi tendangan paling populer dan paling sering digunakan dalam pertandingan pencak silat karena memiliki kecepatan tinggi, kekuatan yang besar berkat momentum rotasi, dan jangkauan yang baik. Sasaran utama adalah kepala (pelipis, rahang), leher, dan torso. Tendangan sabit ke arah kepala (head kick) merupakan teknik pencetak nilai tertinggi dalam pertandingan resmi (IPSI, 2012).


Gambar 7.3 Tendangan Sabit

7.4 Tendangan Samping (Side Kick)

Tendangan samping dieksekusi dari posisi kuda-kuda samping atau dengan melakukan rotasi tubuh. Kaki diangkat dengan lutut mengarah ke sisi lawan, kemudian didorong ke arah samping dengan menggunakan sisi telapak kaki (pisau kaki) atau tumit sebagai permukaan kontak. Pinggul dirotasikan ke arah tendangan untuk memaksimalkan jangkauan dan tenaga.

Tendangan samping adalah salah satu tendangan terkuat dalam pencak silat karena melibatkan otot-otot besar dari pinggul dan paha dalam lintasan dorongan yang efisien. Sasaran utama adalah torso (rusuk, ulu hati, pinggang), lutut, dan kepala jika dilakukan dengan ketinggian yang memadai. Tendangan samping ke arah lutut lawan dapat merusak sendi lutut secara serius, sehingga dalam latihan perlu dieksekusi dengan kontrol penuh

.

Gambar 7.4 Tendangan Samping (T)

7.5 Tendangan Belakang (Back Kick)

Tendangan belakang dieksekusi dengan cara memutar tubuh 180 derajat (atau menggunakan gerakan langsung tanpa rotasi penuh), kemudian mendorong kaki ke arah belakang dengan menggunakan tumit atau telapak kaki sebagai permukaan kontak. Kepala dan pandangan umumnya tetap diarahkan ke lawan selama eksekusi untuk menjaga kewaspadaan.

Tendangan belakang memanfaatkan kekuatan penuh dari otot paha belakang (hamstring) dan gluteus dalam lintasan lurus yang efisien, menghasilkan salah satu tendangan paling bertenaga dalam pencak silat. Tendangan ini efektif digunakan saat lawan berada di belakang pesilat atau sebagai serangan kejutan setelah melakukan rotasi, karena lintasan dan timingnya sangat sulit diantisipasi lawan.


Gambar 7.5 Tendangan Belakang


Sunday, April 12, 2026

8: Perangkat Pembelajaran Senam Irama Kelas X

 DOKUMEN PERANGKAT PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN PJOK MATERI TEKNIK DASAR GERAKAN AYUNAN LENGAN DAN LANGKAH KAKI PADA SENAM IRAMA

Di postingan kali ini, aku mau berbagi materi lengkap tentang senam irama yang pastinya bermanfaat banget, khususnya buat kamu yang lagi belajar atau mengajar mata pelajaran PJOK. Fokus utama dari materi ini adalah gerakan dasar langkah kaki dan ayunan lengan, yang merupakan bagian penting dalam senam irama karena berhubungan langsung dengan ritme, koordinasi, dan keluwesan gerakan tubuh.

Materi yang dibahas di sini disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, jadi cocok banget buat pelajar, mahasiswa, maupun guru. Kamu akan menemukan penjelasan tentang 16 variasi gerakan langkah kaki, mulai dari gerakan dasar seperti marching dan jogging, sampai gerakan yang lebih variatif seperti grapevine, mambo, dan jumping jack. Setiap gerakan dijelaskan lengkap mulai dari cara melakukannya hingga fungsi atau manfaatnya bagi tubuh.

Selain itu, ada juga pembahasan tentang 8 gerakan ayunan lengan yang nggak kalah penting. Gerakan seperti bicep curl, rowing, chest press, sampai arm swing dijelaskan dengan tujuan agar kamu bisa memahami bagaimana cara mengkombinasikan gerakan tangan dengan langkah kaki secara selaras mengikuti irama. Ini penting banget supaya gerakan senam terlihat lebih rapi, seimbang, dan enak dilihat.

Supaya makin menarik dan nggak membosankan, materi ini juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar kartun yang menggambarkan setiap gerakan. Jadi, kamu nggak cuma membaca teori, tapi juga bisa langsung membayangkan bahkan mempraktikkan gerakannya dengan lebih mudah. Visual ini sangat membantu terutama buat pembelajaran di kelas agar siswa lebih cepat paham.

Tidak hanya itu, di postingan ini juga tersedia dokumen perangkat pembelajaran dalam format PDF yang bisa langsung kamu download. Dokumen tersebut berisi rancangan pembelajaran yang lebih lengkap dan terstruktur, seperti:

  • Tujuan pembelajaran
  • Materi inti
  • Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
  • Penjelasan gerakan secara sistematis
  • Hingga bisa dijadikan sebagai panduan mengajar atau bahan presentasi

File PDF ini sangat cocok digunakan sebagai referensi bagi guru maupun mahasiswa pendidikan, terutama yang sedang menyusun tugas, RPP, atau perangkat ajar lainnya. Dengan adanya dokumen ini, kamu jadi nggak perlu repot lagi menyusun dari nol karena sudah ada contoh yang bisa dijadikan acuan.

Dengan adanya postingan ini, harapannya kamu bisa:

  • Lebih memahami dasar-dasar senam irama
  • Mengetahui berbagai variasi gerakan yang bisa dipraktikkan
  • Memiliki referensi perangkat pembelajaran yang siap digunakan
  • Dan tentunya membuat proses belajar atau mengajar jadi lebih seru dan interaktif

Jadi, jangan sampai ketinggalan! Yuk langsung baca materinya sampai selesai, lihat ilustrasinya, dan download file PDF-nya untuk digunakan sebagai bahan belajar maupun mengajar.

Semoga postingan ini bisa membantu dan bermanfaat buat kamu semua. Tetap semangat belajar dan jangan lupa terus bergerak aktif ya! 💪




Penulis By Aril Dwi Ardana
Mahasiswa PJKR Universitas Syiah Kuala

Friday, April 10, 2026

6: Pembelajaran Pencak Silat

VARIASI LANGKAH 20 GERAKAN KUDA-KUDA DASAR PADA PENCAK SILAT


Gambar 6.1 20 Variasi Kuda-kuda dasar dalam pencak silat

Pada pencak silat ada beberapa macam kuda-kuda dasar yang harus kita ketahui. Untuk mempermudah kita mempelajari berbagai gerakan kuda-kuda dasar tersebut, maka kita dapat memodifikasi pembejaran dengan membuat variasi 20 langkah gerakan kuda-kuda dasar tersebut. Untuk penjelasan lebih lengkapnya mari kita bahas.

6.1 Kuda-Kuda Depan Kanan

Gerakan dimulai dengan melangkahkan kaki kanan ke depan membentuk kuda-kuda depan. Lutut kaki kanan ditekuk, sementara kaki kiri lurus di belakang sebagai penopang. Berat badan bertumpu pada kaki depan dengan tubuh sedikit condong ke depan. Teknik ini digunakan untuk posisi menyerang yang kuat dan stabil. Variasinya dapat dikombinasikan dengan pukulan atau dorongan ke depan.

6.2 Kuda-Kuda Depan Kiri

Selanjutnya kaki kiri melangkah ke depan menggantikan posisi sehingga membentuk kuda-kuda depan kiri. Lutut kaki kiri ditekuk dan kaki kanan berada di belakang sebagai penyeimbang. Berat badan tetap condong ke depan dengan posisi tubuh stabil. Teknik ini melatih keseimbangan sisi kiri tubuh. Variasi gerakan dilakukan secara bergantian kanan–kiri untuk meningkatkan koordinasi.

6.3 Kuda-Kuda Belakang Kiri

Gerakan dilakukan dengan menarik kaki kiri ke belakang sehingga menjadi tumpuan utama. Kaki kanan berada di depan dalam posisi ringan dan siap bergerak. Tubuh sedikit condong ke belakang untuk menghindari serangan. Teknik ini efektif untuk pertahanan dan persiapan serangan balik. Variasinya melatih kontrol keseimbangan saat bergerak mundur.

6.4 Kuda-Kuda Belakang Kanan

Kaki kanan ditarik ke belakang dan menjadi tumpuan utama pada gerakan ini. Kaki kiri berada di depan dalam kondisi ringan dan fleksibel. Posisi tubuh condong ke belakang untuk menjaga jarak dari lawan. Teknik ini membantu meningkatkan kemampuan bertahan. Variasi gerakan dilakukan bergantian agar kedua sisi tubuh seimbang.

6.5 Kuda-Kuda Samping Kanan

Berat badan digeser ke arah kanan sehingga kaki kanan menjadi tumpuan utama. Kaki kiri berfungsi sebagai penyeimbang dengan posisi sedikit rileks. Lutut sedikit ditekuk untuk menjaga kestabilan tubuh. Teknik ini digunakan untuk menghindari serangan dari depan. Variasinya melatih kelincahan bergerak ke samping.

6.6 Kuda-Kuda Samping Kiri

Berat badan dipindahkan ke kaki kiri sehingga menjadi tumpuan utama. Kaki kanan menjadi penyeimbang dan siap untuk bergerak. Posisi tubuh tetap tegak dengan pusat keseimbangan terjaga. Teknik ini membantu pergerakan menghindar dari arah berlawanan. Variasinya dilakukan bergantian untuk meningkatkan koordinasi tubuh.

6.7 Kuda-Kuda Diagonal Kanan (Maju)

Kaki kanan dilangkahkan serong ke depan kanan untuk membentuk posisi diagonal. Tubuh menghadap serong dengan berat badan bertumpu pada kaki depan. Lutut sedikit ditekuk agar posisi tetap stabil. Teknik ini digunakan untuk mencari sudut serangan yang efektif. Variasinya memberikan gerakan yang lebih dinamis dan sulit ditebak.

6.8 Kuda-Kuda Diagonal Kiri (Maju)

Kaki kiri melangkah serong ke depan kiri sebagai variasi gerakan diagonal. Posisi tubuh mengikuti arah langkah dengan keseimbangan tetap terjaga. Berat badan berada di kaki depan untuk mendukung gerakan. Teknik ini membantu dalam menyerang dari sudut berbeda. Variasi kanan–kiri melatih kelincahan dan koordinasi.

6.9 Kuda-Kuda Diagonal Kanan (Mundur)

Kaki kanan ditarik serong ke belakang membentuk posisi diagonal mundur. Tubuh sedikit condong ke belakang untuk menjaga jarak dari lawan. Berat badan dipusatkan pada kaki belakang. Teknik ini digunakan untuk menghindari serangan secara efektif. Variasinya melatih kontrol gerakan mundur secara diagonal.

6.10 Kuda-Kuda Diagonal Kiri (Mundur)

Kaki kiri ditarik serong ke belakang untuk membentuk posisi diagonal kiri. Posisi tubuh tetap seimbang dengan arah pandangan ke depan. Berat badan berada di kaki belakang untuk pertahanan. Teknik ini membantu dalam menghindari serangan dari arah depan. Variasi ini meningkatkan fleksibilitas gerakan.

6.11 Kuda-Kuda Silang Depan Kanan (Dekat)

Kaki kanan disilangkan ke depan kaki kiri dalam jarak dekat. Tubuh tetap tegak dengan keseimbangan yang dijaga. Teknik ini digunakan untuk mendekati lawan secara cepat. Posisi ini juga bisa digunakan sebagai gerakan mengecoh. Variasinya melatih koordinasi kaki dalam posisi menyilang.

6.12 Kuda-Kuda Silang Depan Kiri (Dekat)

Kaki kiri disilangkan ke depan kaki kanan dalam jarak dekat. Posisi tubuh tetap stabil meskipun kaki menyilang. Berat badan dijaga agar tidak mudah goyah. Teknik ini membantu dalam pergerakan cepat ke depan. Variasi kanan–kiri meningkatkan kelincahan.

6.13 Kuda-Kuda Silang Belakang Kiri (Dekat)

Kaki kiri disilangkan ke belakang kaki kanan dalam jarak dekat. Tubuh tetap seimbang dengan posisi sedikit rendah. Teknik ini digunakan untuk menghindari serangan lawan. Posisi ini juga membantu membuka ruang gerak baru. Variasinya melatih kontrol gerakan mundur.

6.14 Kuda-Kuda Silang Belakang Kanan (Dekat)

Kaki kanan disilangkan ke belakang kaki kiri dalam jarak dekat. Berat badan tetap dijaga di tengah agar stabil. Tubuh tidak terlalu condong untuk menjaga keseimbangan. Teknik ini efektif untuk menghindari serangan dari depan. Variasinya meningkatkan kelincahan dan kontrol tubuh.

6.15 Kuda-Kuda Silang Belakang Kiri (Jauh)

Kaki kiri disilangkan ke belakang dengan langkah lebih lebar dibandingkan variasi dekat. Posisi ini membutuhkan keseimbangan dan kekuatan yang lebih baik. Berat badan tetap terkontrol meskipun jangkauan langkah lebih panjang. Teknik ini digunakan untuk menjauh dari lawan. Variasinya melatih daya jangkau gerakan.

6.16 Kuda-Kuda Silang Belakang Kanan (Jauh)

Kaki kanan disilangkan ke belakang dengan jarak yang lebih panjang. Tubuh tetap stabil dengan pusat berat badan terjaga. Teknik ini membantu dalam mengatur ulang posisi saat bertahan. Gerakan ini juga memperluas ruang gerak. Variasinya meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas.

6.17 Kuda-Kuda Silang Depan Kanan (Jauh)

Kaki kanan disilangkan ke depan dengan langkah yang lebih panjang. Tubuh tetap tegak dengan keseimbangan yang baik. Teknik ini digunakan untuk mendekati lawan secara cepat dan agresif. Posisi ini juga dapat mengecoh lawan. Variasinya melatih kecepatan dan keberanian.

6.18 Kuda-Kuda Silang Depan Kiri (Jauh)

Kaki kiri disilangkan ke depan dengan langkah yang lebar. Posisi tubuh tetap stabil dengan kontrol yang baik. Teknik ini mendukung pergerakan menyerang dari sudut berbeda. Gerakan ini juga meningkatkan jangkauan serangan. Variasinya dilakukan bergantian untuk keseimbangan tubuh.

6.19 Kuda-Kuda Putar (Kiri)

Kaki kiri dilangkahkan ke depan kemudian diikuti gerakan memutar tubuh. Putaran dilakukan dengan menjaga keseimbangan dan posisi kaki yang kuat. Teknik ini digunakan untuk mengubah arah hadap dengan cepat. Gerakan ini efektif dalam situasi menyerang maupun bertahan. Variasinya melatih koordinasi dan kelincahan.

6.20 Kuda-Kuda Putar (Kanan)

Kaki kanan melangkah ke depan dan diikuti dengan putaran tubuh sebagai akhir rangkaian. Posisi tubuh harus tetap stabil selama melakukan putaran. Teknik ini membantu dalam perubahan arah secara cepat dan efektif. Gerakan ini juga meningkatkan kontrol tubuh secara keseluruhan. Variasinya melengkapi latihan agar seimbang kanan dan kiri.


Monday, April 6, 2026

7: Perangkat Pembelajaran Senam Irama Kelas X

 


DOKUMEN PERANGKAT PEMBELAJARAN

MATERI GERAKAN BERIRAMA PADA  SENAM IRAMA

 

 

 

 

 

 

Oleh

Aril Dwi Ardana

NPM. 2406104020004

 

Diajukan untuk memenuhi tugas dan syarat kelulusan

Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Penjas

 

 



 

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

JURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

DARUSSALAM, BANDA ACEH

TAHUN 2024





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) 

Sekolah                     : SMA Negeri

Mata Pelajaran          : Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK)

Kelas/Semester         : X (sepuluh)/2

Materi Pokok            : Senam Irama

Sub Materi                : Gerak Dasar Langkah Kaki dan Ayunan Lengan

Alokasi Waktu          : 3 X 40 menit (1 x pertemuan)

 

A.  Kompetensi Inti (KI) (lihat Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018)

KI 1  : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI 2  : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

KI 3  : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan   kejadian tampak mata.

KI 4  : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.  Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.7  Menganalisis gerak rangkaian

langkah dan ayunan lengan

mengikuti irama (ketukan) dalam

aktivitas gerak berirama

3.7.1   Menjelaskan pengertian serta jenis-jenis gerak berirama (langkah dan ayunan lengan) dengan benar.

3.7.2  Mengidentifikasi hubungan antara langkah, ayunan lengan, dan irama (ketukan) dalam aktivitas gerak berirama.

3.7.3   Menganalisis kesesuaian rangkaian gerak dengan irama yang digunakan.

3.7.4  Mempraktikkan rangkaian langkah dan ayunan lengan sesuai irama dengan koordinasi yang baik.

3.7.5  Menampilkan gerak berirama dengan percaya diri, disiplin, dan mengikuti ketukan dengan tepat.

3.7.6  Menunjukkan sikap kerjasama, tanggung jawab, dan menghargai teman dalam aktivitas gerak berirama.

4.7  Mempratikkan hasil analisis gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan) dalam aktivitas gerak berirama

4.7.1  Mempraktikkan rangkaian langkah dalam gerak berirama sesuai ketukan dengan benar. Mempraktikkan rangkaian langkah dalam gerak berirama sesuai ketukan dengan benar.

4.7.2 Mempraktikkan ayunan lengan sesuai dengan langkah dan irama secara tepat.

4.7.3  Mengombinasikan langkah dan ayunan lengan dalam satu rangkaian gerak berirama.

4.7.4  Menampilkan hasil analisis gerak berirama dengan koordinasi yang baik dan sesuai irama.

4.7.5  Menyesuaikan gerakan dengan tempo (cepat, sedang, lambat) dalam aktivitas gerak berirama.

4.7.6  Menunjukkan sikap percaya diri, disiplin, dan tanggung jawab saat mempraktikkan gerak berirama.

 

C.  Tujuan Pembelajaran

Pembelajaran materi gerak berirama (senam irama) dilaksanakan melalui model pembelajaran Direct Instruction yang dipadukan dengan Cooperative Learning dengan pendekatan Scientifik. Peserta didik dapat menanamkan dan mengimplementasikan sikap: religius (berdo’a, bersyukur sebelum dan sesudah belajar), tanggung jawab, disiplin, percaya diri, kerja sama, dan toleransi selama proses pembelajaran. Selanjutnya peserta didik dapat memahami dan menjelaskan gerak rangkaian langkah dan ayunan lengan mengikuti irama (ketukan), serta dapat mempraktikkan rangkaian gerak berirama yang meliputi langkah dan ayunan lengan sesuai irama dengan baik dan benar.

D.  Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik meliputi kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas gerak berirama (senam irama). Materi tersebut akan dibahas secara spesifik sebagaimana yang terdapat dalam lampiran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ini. Adapun materi yang akan dibahas meliputi:

1.      Pengertian gerak berirama (senam irama)

2.      Unsur-unsur gerak berirama (langkah, ayunan lengan, dan irama)

3.      Jenis-jenis langkah dalam gerak berirama

4.      Macam-macam ayunan lengan dalam gerak berirama

5.      Kombinasi gerak langkah dan ayunan lengan mengikuti irama

6.      Praktik rangkaian gerak berirama sesuai ketukan

E.  Metode, Pendekatan, dan Model Pembelajaran

Metode         : Tanya jawab, diskusi, demonstrasi, praktik, drill (latihan    berulang), dan bermain

Model           : Direct Instruction dipadukan dengan Cooperative Learning

Pendekatan   : Scientific

F.   Fasilitas, Alat dan Media pembelajaran

1.    Fasilitas :

Fasilitas untuk pembelajaran materi gerak berirama (senam irama) untuk siswa kelas X SMA Negeri 2 Pematangsiantar menggunakan lapangan atau aula sekolah yang berukuran ±15 x 20 meter. Tempat pembelajaran berada di lingkungan sekolah yang memiliki permukaan rata, bersih, dan aman dari benda berbahaya sehingga meminimalisir risiko cedera pada peserta didik.

Area pembelajaran dapat disesuaikan dengan jumlah peserta didik, serta diberikan batas menggunakan cone atau tanda garis agar siswa dapat bergerak dengan tertib dan teratur. Posisi ruang atau lapangan memungkinkan peserta didik bergerak bebas mengikuti irama dengan jarak yang cukup antar siswa.

2.    Alat dan Media Pembelajaran

Peralatan yang dipergunakan untuk mendukung proses pelaksanaan pembelajaran ini terdiri dari:

2.1 Speaker atau sound system sebanyak 1 (satu) unit
2.2 Musik/lagu berirama (format MP3) sebagai pengiring gerakan
2.3 Peluit merk Fox sebanyak 1 (satu) buah
2.4 Cone setinggi 30 (tiga puluh) cm sebanyak 10–15 buah
2.5 Laptop/handphone sebagai pemutar musik

Disamping itu juga disiapkan media pembelajaran berupa video gerak berirama melalui aplikasi YouTube & Tik Tok. Media tersebut digunakan agar peserta didik dapat mengamati contoh gerakan dengan benar. Contoh link video pembelajaran:

·         https://youtu.be/duY2CUd_3K4?si=Id-k2Vynf2BVZ5Un

·         https://youtu.be/L7gQfslc6w8?si=V8mqVv3bsdZv89CL

·         https://vt.tiktok.com/ZSHkrp4cW/

Selanjutnya guru akan memperagakan secara langsung rangkaian gerak langkah dan ayunan lengan mengikuti irama, kemudian peserta didik diminta untuk menirukan dan mempraktikkannya baik secara individu maupun kelompok.

G.  Sumber Belajar

Direktorat SMA, Direktorat Jenderal PAUD, DIKDAS, dan DIKMEN. (2020). Modul pembelajaran PJOK kelas X KD 3.7: Aktivitas gerak berirama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Asrofi M. (2021). PJOK || Teknik Dasar Senam Irama - Gerakan Kaki dan Gerakan Tangan. https://www.youtube.com/watch?v=duY2CUd_3K4 di akses pada 3 April 2026 pukul 20.10 WIB.

WM Sport Channel. (2021). GERAK DASAR SENAM IRAMA II langkah kaki dan ayunan tangan. https://www.youtube.com/watch?v=L7gQfslc6w8 diakses pada 4 April 2026 pukul 09.01 WIB.

Pranoto A. (2026). Materi Senam Irama. https://www.tiktok.com/@arief_pranoto/video/7592977453375573256?_r=1&_t=ZS-95EWkqQc16i diakses pada 28 Maret 2026 pukul 21.32 WIB.

H.  Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan

Jenis Kegiatan

Alokasi Waktu

Kegiatan Pendahuluan

Pengelolaan Kelas

v  Peserta didik dibariskan membentuk setengah lingkaran di lapangan.

v  Guru berdiri di depan dengan jarak ±2 meter agar seluruh siswa terlihat jelas.

v  Siswa putra dan putri dipisahkan dengan jarak ±50 cm untuk menjaga ketertiban.

v  Guru menyapa peserta didik dengan salam dan menanyakan kabar.

v  Guru mengecek kondisi kesehatan peserta didik.

v  Peserta didik yang kurang sehat diarahkan sebagai pengamat.

 


 

7 Menit

Berdoa

Kelas dilanjutkan dengan berdo’a dipimpin oleh salah seorang peserta didik yang telah ditunjuk sebelumnya atau diwakili oleh ketua kelas sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Doa yang dibacakan berupa ayat suci Al-quran yaitu :


2 menit

Presensi

v  Guru mengecek kehadiran peserta didik.

v  Guru menanyakan alasan ketidakhadiran sebagai bentuk kepedulian sosial.

 


 

2 menit

Apersepsi

❖ Guru mengaitkan pengalaman siswa saat melihat atau melakukan senam irama (senam pagi, senam Pramuka, dll) dengan materi gerakan kaki dan ayunan lengan.
❖ Guru mengajukan pertanyaan interaktif:
• “Siapa yang pernah melakukan senam irama?”
• “Gerakan kaki apa saja yang kalian ketahui dalam senam?”
• “Bagaimana cara mengayunkan lengan yang benar agar terlihat rapi dan seirama?”
❖ Guru memperagakan 2-3 gerakan sederhana (marching + bicep curl).
❖ Peserta didik mencoba menirukan gerakan secara sederhana.
❖ Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan motivasi:
“Hari ini kita akan belajar 16 gerakan kaki dan 8 gerakan lengan dalam senam irama. Kalian akan bisa membuat rangkaian senam sendiri yang keren dan sehat!”

5 menit

Pemanasan

❖ Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa barisan dengan formasi berderet ke belakang (maksimal 8–10 siswa per baris).
❖ Guru menjelaskan tujuan pemanasan untuk meningkatkan kelenturan, kelincahan, dan kesiapan tubuh.
1. Pemanasan umum
• Jogging ringan mengelilingi lapangan ±2–3 menit.
• Peregangan dinamis: leher, bahu, lengan, pinggang, kaki.
2. Pemanasan khusus (spesifik senam irama)
• Gerakan mengangkat lutut (marching) di tempat
• Gerakan mengayun lengan ke depan-belakang
• Gerakan melompat kecil (jumping jack) perlahan
3. Aktivasi dengan hitungan
• Peserta didik melakukan gerakan marching dengan hitungan 1-8.
• Guru memberikan motivasi agar peserta didik fokus dan siap mengikuti pembelajaran inti.

10 menit

Kegiatan Inti

Mengamati

❖ Guru menampilkan dan memperagakan 8 gerakan dasar ayunan lengan:


❖ Guru kemudian memperagakan 16 gerakan dasar langkah kaki:


❖ Peserta didik mengamati secara langsung demonstrasi guru terkait:
• Posisi kaki dan berat badan
• Posisi lengan dan siku
• Koordinasi dengan irama hitungan


❖ Sebagai penguatan, peserta didik dapat mengamati video pembelajaran yang telah dibagikan guru melalui grup WhatsApp.

·         https://youtu.be/duY2CUd_3K4?si=Id-k2Vynf2BVZ5Un

·         https://youtu.be/L7gQfslc6w8?si=V8mqVv3bsdZv89CL

·         https://vt.tiktok.com/ZSHkrp4cW/


❖ Guru menekankan perbedaan antara gerakan yang benar dan yang kurang tepat.

90 Menit

Menanya

❖ Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan berdasarkan hasil pengamatan video dan demonstrasi guru.
❖ Guru memfasilitasi peserta didik agar aktif bertanya, seperti:

• “Bagaimana posisi lutut yang benar saat melakukan knee up?”

• “Mengapa grapevine terasa sulit bagi sebagian teman?”

• “Apa perbedaan antara single step dan double step?”
• “Bagaimana cara mengoordinasikan ayunan lengan dengan langkah kaki?”

❖ Guru mengarahkan diskusi agar fokus pada:
• Teknik dasar langkah kaki (knee up, V-step, grapevine)
• Teknik ayunan lengan (bicep curl, shoulder press, arm swing)

• Kesalahan umum dalam koordinasi gerak
❖ Guru memberikan penguatan bahwa keberhasilan senam irama ditentukan oleh penguasaan teknik dasar dan latihan konsisten.

Mencoba

Penguasaan Materi Dasar

 

1.   Gerak Non Lokomotor (Tanpa berpindah tempat)

❖ Peserta didik berdiri di tempat dengan formasi berbaris.
❖ Peserta didik mempraktikkan gerakan ayunan lengan tanpa berpindah kaki:
• Bicep curl (tekuk-luruskan siku) dengan hitungan 1-8
• Chest press (dorong ke depan) dengan hitungan
• Shoulder press (dorong ke atas)
• Butterfly (buka-tutup di depan dada)
❖ Peserta didik mempraktikkan gerakan kaki di tempat:
• Marching (angkat lutut setinggi betis) sesuai irama
• Knee up (angkat lutut setinggi pinggang) perlahan
❖ Guru berkeliling mengamati dan memberikan koreksi langsung.

 

2.   Gerak Lokomotor (Berpindah tempat)

❖ Peserta didik melakukan gerakan berpindah tempat tanpa menggunakan lengan terlebih dahulu:
• Marching sambil berjalan maju
• Jogging kecil ke depan dan mundur
• Single step ke kanan dan kiri (satu langkah)
• Double step dua langkah ke kanan
• V-step ke depan membentuk huruf V
• Grapevine ke samping kanan dan kiri (langkah menyilang)
❖ Peserta didik melakukan latihan berulang untuk meningkatkan kelincahan dan keseimbangan.
❖ Guru mengamati dan memperbaiki kesalahan posisi kaki dan arah gerak.

 

3.   Gerak Manipulatif (Ayunan Lengan aktif)

❖ Peserta didik difokuskan pada penguasaan ayunan lengan secara aktif tanpa memikirkan kaki terlebih dahulu.
❖ Peserta didik melakukan:
• Rowing (gerakan mendayung) dengan kedua lengan
• Upright row (angkat tangan dari perut ke dada)
• Arm swing bebas ke depan, belakang, samping
• Ayunan satu lengan ke depan, dua lengan ke samping
❖ Guru memberikan demonstrasi ulang untuk gerakan yang masih sulit.
❖ Peserta didik melakukan latihan berulang dengan hitungan 1-8.

 

4.   Kombinasi Gerak (Lokomotor + Manipulatif)

❖ Pada tahap ini peserta didik menggabungkan gerakan kaki dan ayunan lengan dalam satu rangkaian:
• Kombinasi 1: Marching + Bicep curl (angkat lutut kanan, tekuk lengan kanan)
• Kombinasi 2: V-step + Chest press (langkah V sambil mendorong lengan ke depan)
• Kombinasi 3: Grapevine + Butterfly (langkah menyilang sambil buka-tutup lengan)
• Kombinasi 4: Knee up + Shoulder press (angkat lutut + dorong lengan ke atas)
• Kombinasi 5: Jogging + Arm swing (lari kecil sambil ayun lengan)
❖ Guru memberikan contoh rangkaian gerakan secara perlahan.
❖ Peserta didik melakukan praktik bergantian dengan pengawasan guru.
❖ Guru mengamati koordinasi, keseimbangan, dan kesesuaian dengan irama.

 

5.   Latihan Berpasangan (Pair Learning)

❖ Peserta didik dibagi berpasangan secara heterogen.
❖ Latihan 1 – Saling mengamati:
• Siswa A melakukan 4 hitungan marching + bicep curl, siswa B mengamati dan memberi koreksi.
• Bergantian peran.
❖ Latihan 2 – Kombinasi sederhana:
• Siswa A dan B melakukan rangkaian bersama: 8 hitungan V-step + chest press, dilanjut 8 hitungan grapevine + butterfly.
• Mereka saling mengevaluasi kekompakan dan kesesuaian gerak.
❖ Guru berkeliling memberikan bimbingan dan penguatan kerja sama.

 

6.   Penguasaan Materi Melalui Permainan/Rangkaian (Games/Rutinitas)

❖ Peserta didik dibagi menjadi 4-5 kelompok (5-6 orang per kelompok).
❖ Tugas Kelompok: Membuat rangkaian senam irama sederhana minimal 4 gerakan kaki dan 4 gerakan lengan, dilakukan selama 16 hitungan (2x8 hitungan).
❖ Setiap kelompok berlatih selama 10 menit untuk menyusun dan melatih rangkaian.
❖ Aturan:
• Semua anggota kelompok harus melakukan gerakan yang sama secara serempak.
• Harus ada variasi gerakan kaki (minimal marching, knee up, V-step, grapevine).
• Harus ada variasi ayunan lengan (minimal bicep curl, chest press, butterfly, arm swing).
• Gerakan harus sesuai dengan irama hitungan (guru memberikan hitungan 1-8).
❖ Pelaksanaan Pentas:
• Setiap kelompok maju ke depan secara bergantian untuk menampilkan rangkaian senam.
• Kelompok lain mengamati dan memberikan apresiasi.
❖ Guru mengamati aspek: ketepatan gerak, kekompakan, koordinasi, dan kreativitas.

Menalar

❖ Guru membagikan LKPD kepada setiap kelompok.
❖ Peserta didik mengisi LKPD berisi tabel analisis gerakan kaki dan ayunan lengan (identifikasi kesalahan dan cara memperbaiki).

❖ Peserta didik mengolah informasi dari video dan demonstrasi guru untuk menganalisis koordinasi gerak yang paling sulit dan solusinya.

❖ Guru mendampingi proses diskusi kelompok dan membimbing peserta didik dalam menyimp-ulkan hasil analisis gerak.

Mengomunikasikan

❖ Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisis kesalahan dan teknik yang benar dalam melakukan gerakan kaki (knee up, grapevine) dan ayunan lengan (bicep curl, chest press).

❖ Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan.

❖ Guru bersama peserta didik memberikan apresiasi.

❖ Guru mendemonstrasikan kembali kesalahan yang sering terjadi (misal: lutut kurang terangkat saat knee up, siku terlalu lebar saat bicep curl) dan menunjukkan gerakan yang benar.

❖ Setelah itu, peserta didik melakukan ulang gerakan kombinasi secara individu untuk penilaian keterampilan.

❖ Kegiatan ditutup dengan semua kelompok menampilkan ulang rangkaian senam irama secara bergantian (pentas akhir).

Kegiatan Penutup

Pendinginan

❖ Melakukan gerak pendinginan/pelemasan yang dipimpin oleh guru atau salah satu peserta didik.
❖ Gerakan pendinginan: peregangan statis (tangan, bahu, punggung, paha, betis), napas panjang, dan relaksasi.
❖ Guru menjelaskan bahwa pendinginan bertujuan untuk mengembalikan kondisi tubuh, melemaskan otot, dan mencegah cedera.

5 menit

Refleksi/

Rangkuman

 Guru mengarahkan peserta didik untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan kaki dan ayunan lengan yang telah dipelajari.
❖ Peserta didik bersama guru melakukan refleksi:
• Gerakan apa yang paling mudah dan paling sulit?
• Bagaimana cara mengatasi kesulitan dalam koordinasi?
• Apa manfaat senam irama bagi kebugaran tubuh?
❖ Guru memberikan penguatan materi dan umpan balik terhadap proses pembelajaran, termasuk sikap kerja sama, disiplin, dan percaya diri.

7 menit

Rencana Tindak Lanjut

❖ Guru memberikan rencana tindak lanjut (RTL) kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan: latihan ulang gerakan dasar (marching, knee up, bicep curl, chest press) secara mandiri di rumah dengan panduan video.

❖ Guru memberikan kegiatan pengayaan: membuat rangkaian senam irama kreatif minimal 32 hitungan dengan musik pilihan sendiri.

❖ Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya: rangkaian senam irama lengkap dengan musik dan variasi formasi.

2 menit

Berdoa

❖ Guru memimpin peserta didik untuk berdoa bersama setelah pembelajaran selesai sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

❖ Peserta didik diingatkan untuk menjaga kesehatan, kebugaran tubuh, serta menerapkan nilai-nilai disiplin dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.

3 Menit