Kehidupan Aril

Cerita

Friday, September 4, 2026

DEFINISI METODE ATAU METODOLOGI, PENELITIAN, DAN METODE PENELITIAN

 Materi 2

DEFINISI METODE, PENELITIAN, DAN METODE PENELITIAN

A.    Definisi Metode

Metode secara umum dapat dipahami sebagai suatu cara atau prosedur yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, metode sering diartikan sebagai langkah-langkah praktis yang ditempuh seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan atau memecahkan masalah. Namun, dalam konteks keilmuan, metode tidak sekadar cara biasa, melainkan serangkaian langkah sistematis yang harus ditempuh dalam melakukan kegiatan ilmiah. Metode menjadi pedoman agar proses pencarian pengetahuan berjalan teratur, logis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia membedakan kegiatan ilmiah dari aktivitas coba-coba atau spekulasi belaka. Dengan metode, peneliti dapat mengarahkan upaya secara efektif dan efisien. Metode juga memastikan bahwa hasil yang diperoleh memiliki tingkat keandalan yang tinggi. Oleh karena itu, setiap penelitian ilmiah selalu menuntut penggunaan metode yang tepat sesuai dengan objek dan tujuan yang hendak dicapai. Singkatnya, metode adalah cara kerja yang teratur dan bersistem untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam kegiatan ilmiah.

Menurut para ahli, metode memiliki pengertian yang lebih spesifik dan mendalam. Tamaulina Br. Sembiring dkk. (2023:1) menjelaskan bahwa kata metode berasal dari bahasa Yunani "methodos" yang berarti cara atau jalan, dan dalam konteks upaya ilmiah, metode berkaitan dengan cara kerja untuk memahami objek yang menjadi fokus ilmu. Ma'ruf Abdullah (2015:243) menyatakan bahwa metode penelitian pada prinsipnya menceritakan cara yang merupakan alat (tool) untuk mencapai tujuan, di mana cara tersebut bervariasi dan tidak kaku tergantung pada objek formal ilmu, tujuan, serta jenis data yang akan diungkapkan. Salim dan Syahrum (2012:22) menambahkan bahwa metode mencakup setiap teknik, metode, dan strategi riset yang digunakan para ilmuwan untuk mencari dan menemukan kebenaran ilmiah sejauh dapat dipertanggungjawabkan secara empirik. Siyoto dan Sodik (2015:13) juga menegaskan bahwa suatu penelitian dengan menggunakan metode ilmiah dinamakan sebagai penelitian ilmiah. Dengan demikian, metode menurut ahli bukan sekadar cara, melainkan prosedur baku yang sistematis, logis, dan dapat diuji. Metode menjadi kerangka operasional yang mengarahkan peneliti dari perumusan masalah hingga penarikan kesimpulan. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang metode sangat penting bagi setiap peneliti.

Argumen pendukung mengenai pentingnya metode dapat dilihat dari karakteristik dan fungsi metode itu sendiri dalam penelitian ilmiah. Metode yang baik harus bersifat sistematis, artinya proses penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang logis dan berurutan (Tamaulina dkk, 2023:242). Metode juga harus terkontrol, empiris, dan kritis, sebagaimana ditegaskan oleh Kerlinger bahwa penelitian ilmiah merupakan penyelidikan yang sistematis, terkendali, empiris, dan kritis mengenai proposisi tentang hubungan antarfenomena (Ismail Nurdin & Sri Hartati, 2019:14). Tanpa metode yang tepat, penelitian akan kehilangan arah dan hasilnya sulit dipertanggungjawabkan. Metode berfungsi sebagai alat untuk memperoleh data yang valid dan reliabel. Selain itu, metode memungkinkan peneliti lain untuk mereplikasi penelitian sehingga temuan dapat diverifikasi. Metode juga membantu peneliti memilih teknik pengumpulan dan analisis data yang sesuai. Dengan metode, proses penelitian menjadi efektif, efisien, dan objektif. Oleh karena itu, penguasaan metode merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap peneliti. Metode ibarat kompas yang memandu perjalanan ilmiah menuju kebenaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

 B.     Definisi Penelitian

Penelitian secara umum dapat dipahami sebagai suatu kegiatan sistematis yang dilakukan untuk mencari jawaban atas permasalahan atau pertanyaan tertentu melalui pengumpulan, pengolahan, analisis, dan interpretasi data secara objektif. Penelitian merupakan upaya manusia untuk memuaskan rasa ingin tahu terhadap fenomena yang dihadapinya dengan menggunakan prosedur yang terencana dan terstruktur.

Berdasarkan berbagai literatur, penelitian didefinisikan sebagai suatu penyelidikan terorganisasi, atau penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari fakta untuk menentukan sesuatu. Kata penelitian adalah terjemahan dari kata research yang berasal dari bahasa Inggris, yang terdiri dari dua kata yaitu re yang berarti kembali dan to search yang berarti mencari, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian research (penelitian) adalah mencari kembali suatu pengetahuan (Siyoto & Sodik, 2015:13). Kerlinger (1963:11) menyatakan bahwa penelitian ilmiah merupakan suatu kegiatan penyelidikan yang sistematis, terkendali/terkontrol, dan bersifat empiris dan kritis mengenai sifat atau proposisi tentang hubungan yang diduga terdapat diantara fenomena yang diselidiki (Ismail Nurdin & Sri Hartati, 2019:14). Penelitian pada hakikatnya merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah. Penelitian menggunakan cara berpikir reflektif, berpikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat penyelidikan (Ismail Nurdin & Sri Hartati, 2019:13). Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, menganalisis dan menyusun laporan hasil. Secara umum, penelitian merupakan suatu usaha untuk menjawab pertanyaan dan memecahkan permasalahan yang ada (Hardani, dkk, 2020:236).

Penelitian berisikan serangkaian upaya dengan tata cara yang tersusun secara sistematis dan bertujuan untuk memecahkan permasalahan serta melaporkan hasil penelitian. Tujuan penelitian adalah untuk mengubah kesimpulan yang telah diterima secara umum, maupun mengubah pendapat-pendapat dengan adanya aplikasi baru pada pendapat tersebut (Siyoto & Sodik, 2015:13). Penelitian sebagai metode ilmiah adalah jawaban empiris terhadap masalah yang dihadapi dengan sistem, metode, prosedur dan teknik tertentu. Penelitian dilakukan bukan semata-mata untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi lebih merupakan keseimbangan dengan nilai manfaat praktis. Dengan pemikiran ini, penelitian terapan harus berorientasi pada tuntutan pembangunan yang relatif pragmatis, sesuai dengan ruang lingkup waktu, energi, dan dana (Tamaulina Br. Sembiring, dkk, 2023:259). Hakekat penelitian dapat dipahami dengan mempelajari berbagai aspek yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian, di mana setiap orang mempunyai motivasi yang berbeda, diantaranya dipengaruhi oleh tujuan dan profesi masing-masing, namun motivasi dan tujuan penelitian secara umum pada dasarnya adalah sama, yaitu bahwa penelitian merupakan refleksi dari keinginan manusia yang umumnya menjadi motivasi untuk melakukan penelitian (Siyoto & Sodik, 2015:142).

C.    Definisi Metode Penelitian atau Metodologi Penelitian

Metode penelitian atau metodologi penelitian secara umum dapat didefinisikan sebagai cara ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian merupakan gabungan antara pengetahuan tentang metode dan pelaksanaan penelitian yang sistematis untuk menjawab permasalahan penelitian.

Ma'ruf Abdullah (2015:10) mendefinisikan penelitian (riset) sebagai upaya sistematis untuk menemukan kebenaran atau untuk mengetahui sesuatu yang baru dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dengan menggunakan metode analisis data yang sesuai dengan jenis penelitiannya, serta menarik kesimpulan. Metodologi penelitian merupakan serangkaian tata cara yang digunakan dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu, di mana dalam hal ini adalah tujuan yang ingin dicapai dalam suatu penelitian (Hardani, dkk, 2020:236). Metode penelitian, pada dasarnya, merupakan ilmu yang mengeksplorasi cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Selain itu, metodologi penelitian adalah kumpulan langkah-langkah sistematis yang dilakukan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan pada objek penelitian (Tamaulina Br. Sembiring, dkk, 2023:95). Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data/informasi sebagaimana adanya dan bukan sebagaimana seharusnya, dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan tertentu (Ma'ruf Abdullah, 2015:242).

Metodologi penelitian diperlukan agar penelitian dapat menghasilkan data yang tepat, dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat menyelesaikan masalah yang diteliti. Langkah-langkah tersebut melibatkan proses identifikasi dan perumusan masalah, penyusunan kerangka berpikir, merumuskan hipotesis, pembahasan masalah, membuat kesimpulan, dan memberikan saran (Tamaulina Br. Sembiring, dkk, 2023:95). Metode penelitian pada prinsipnya menceritakan cara yang merupakan alat (tool) mencapai tujuan, di mana cara yang dilakukan dalam penelitian bervariasi dan tidak kaku serta tergantung dari objek formal ilmu pengetahuan tersebut, tujuan serta jenis data yang akan diungkapkan (Ma'ruf Abdullah, 2015:243). Penelitian yang baik dan benar harus memiliki ciri khas yaitu bersifat kritis dan analitis, memuat konsep dan teori, menggunakan istilah dengan tepat dan definisi yang uniform, rasional, objektif, konsisten dalam menguraikan, menjelaskan, dan menggunakan kalimat atau istilah singkat padat dan tidak berbelit-belit, serta koherensi yaitu saling kait mengkaitkan antara bagian satu dengan lainnya (Ismail Nurdin & Sri Hartati, 2019:23-24). Akhirnya dapat disimpulkan bahwa metodologi penelitian merupakan upaya untuk menyelidiki dan menggali suatu permasalahan dengan menggunakan metode ilmiah secara cermat dan teliti, dengan tujuan utamanya adalah meraih, mengolah, menganalisis data, dan mencapai kesimpulan secara sistematis dan obyektif, di mana semua langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi kehidupan manusia (Tamaulina Br. Sembiring, dkk, 2023:1).

 
DAFTAR PUSTAKA

Hardani, dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu.

Ma'ruf Abdullah. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Salim & Syahrum. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.

Siyoto, S. & Sodik, M.A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.

Tamaulina Br. Sembiring, dkk. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik). Karawang: CV Saba Jaya Publisher.

Ismail Nurdin & Sri Hartati. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Penerbit Media Sahabat Cendekia.

0 comments:

Post a Comment