Kehidupan Aril

Cerita

Saturday, February 21, 2026

2: PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENJAS



DEFINISI DAN MAKNA PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI

Perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani terdiri dari empat kata utama, yaitu perencanaan, pembelajaran, Pendidikan, dan jasmani. Pada kesempatan kali ini, kita akan bahas satu persatu defisini dan makna dari tiap-tiap kata tersebut. Selain itu, kita juga akan membahas definisi dan makna seluruhnya dari perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani.

1.    Perencanaan

Perencanaan merupakan proses sistematis dalam menentukan tujuan, langkah-langkah, sumber daya, dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perencanaan adalah proses pemikiran dan penetapan secara matang terhadap hal-hal yang akan dikerjakan di masa depan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam konteks pendidikan, perencanaan merupakan proses awal yang sistematis untuk merancang kegiatan pembelajaran agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sehingga pendidikan yang laksanakan terarah dan sesuai dengan tujuan awal.

Menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (2013), perencanaan didefinisikan sebagai berikut: "Perencanaan adalah proses penetapan apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, siapa yang akan melakukannya, dan kapan serta di mana kegiatan itu akan dilaksanakan" (Arikunto, 2013: 45). Definisi ini menekankan bahwa perencanaan mencakup empat aspek utama, yaitu isi kegiatan, cara pelaksanaan, pelaksana, serta waktu dan tempat pelaksanaan.

2. Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan belajar yang disengaja untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Jadi, Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dan guru untuk mencapai perubahan perilaku melalui pengalaman belajar. Dalam konteks pendidikan jasmani, pembelajaran pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani agar terjadi perubahan tingkah laku dari hasil pengalaman, latihan, dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses fisik, sosial, dan mental. Buku Ajar Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani membahas definisi pembelajaran Penjas sebagai bagian dari langkah-langkah proses belajar mengajar di sekolah.

Dalam teori belajar konstruktivis, Piaget yang dikemukakan kembali oleh Dahar dalam Teori-Teori Belajar (2011) menyatakan bahwa: "Pembelajaran adalah proses konstruksi pengetahuan yang dilakukan secara aktif oleh learners melalui interaksi dengan objek-objek di lingkungannya" (Dahar, 2011: 67). Pendapat ini menunjukkan bahwa peserta didik bukanlah penerima pasif informasi, melainkan pembangun aktif pengetahuannya sendiri.

3. Pendidikan

Pendidikan merupakan proses pengembangan potensi, pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.

Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang dikutif oleh Arikunto dalam Prosedur Penelitian (2013), pendidikan didefinisikan sebagai: "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara" (Arikunto, 2013: 112).

Ki Hajar Dewantara dalam Pamong dan Pendidikan (2011) memberikan pengertian pendidikan sebagai: "Pertumbuhan atau perkembangan segala kodrat manusia yang ada pada diri kita, baik sebagai anak maupun sebagai orang dewasa, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa" (Dewantara, 2011: 45).

4. Jasmani

Jasmani berkaitan dengan aspek fisik atau tubuh manusia yang mencakup kesehatan, kebugaran, dan kemampuan motorik. Dalam pendidikan jasmani, jasmani adalah proses melalui aktivitas fisik untuk pertumbuhan jasmani, kesehatan, kemampuan, dan keterampilan. Istilah ini menekankan pengembangan fisik harmonis melalui gerakan. Jadi, aspek jasmani menjadi komponen penting dalam pengembangan manusia secara holistik.

Menurut Rusli Lutan dalam Pendidikan Jasmani: Paradigma, Teori, dan Praktik (2012), jasmani didefinisikan sebagai: "Segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh manusia, termasuk kesehatan, kebugaran fisik, kemampuan bergerak, dan keterampilan motorik yang diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari" (Lutan, 2012: 23).

5. Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani

Perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani merupakan proses sistematis dalam merancang kegiatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan aspek fisik, motorik, kesehatan, dan perilaku aktif peserta didik. Ini adalah proses khusus merancang kegiatan pembelajaran yang berfokus pada aktivitas fisik, permainan, dan olahraga di lingkungan pendidikan. Perencanaan ini harus mempertimbangkan karakteristik unik dari pembelajaran jasmani yang melibatkan aktivitas fisik secara langsung.

Mosston dan Ashworth dalam teori teaching styles yang diadaptasi oleh Sappa dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani (2008) menyatakan bahwa: "Perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani harus mempertimbangkan spektrum gaya mengajar, dari gaya yang sangat terstruktur hingga gaya yang memberikan kebebasan lebih besar kepada siswa, sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa" (Sappa, 2008: 112).

Menurut Rusli Lutan dalam Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani (2011), perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani adalah: "Proses yang sistematis dan terstruktur dalam menentukan tujuan pembelajaran jasmani, memilih dan mengorganisasi materi pembelajaran, memilih metode dan pendekatan yang tepat, serta merancang evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran jasmani" (Lutan, 2011: 67).

6. Pendidikan Jasmani

Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan olahraga terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan menyeluruh, mencakup fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral. Pendidikan jasmani bukan sekadar mata pelajaran tentang olahraga, melainkan pendidikan melalui aktivitas fisik untuk mencapai tujuan perkembangan secara menyeluruh.

Dalam perspektif kurikulum nasional, BSNP dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006) yang dikutif oleh Majid dalam Perencanaan Pembelajaran (2008) mengartikan pendidikan jasmani sebagai: "Mata pelajaran yang memfokuskan pada pengembangan kebugaran jasmani, keterampilan motorik, kesehatan, dan perilaku hidup sehat melalui aktivitas fisik yang terstruktur dan sistematis" (Majid, 2008: 234).

Arwin dalam Ilmu Kepelatihan Olahraga (2010) menyatakan bahwa: "Pendidikan jasmani adalah proses belajar yang menggunakan aktivitas fisik sebagai media utama untuk mengembangkan kebugaran, keterampilan gerak, pemahaman konseptual, dan disposisi positif terhadap aktivitas fisik yang berkelanjutan" (Arwin, 2010: 78).

 

Daftar Pustaka

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara. 

Majid, A. (2008). Perencanaan pembelajaran. CV. Diponegoro.

Arwin. (2010). Ilmu kepelatihan olahraga. CV. Asdi Mahasatya.

Lutan, R. (2011). Strategi pembelajaran pendidikan jasmani. CV. Asdi Mahasatya.

Sappa. (2008). Pembelajaran pendidikan jasmani. CV. Rizma.

Lutan, R. (2012). Pendidikan jasmani: Paradigma, teori, dan praktik. Departemen Pendidikan Nasional.

Dewantara, K. H. (2011). Pamong dan pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Dahar, R. W. (2011). Teori-teori belajar. Erlangga.

 

0 comments:

Post a Comment