DEFINISI DAN MAKNA PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI
Perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani terdiri
dari empat kata utama, yaitu perencanaan, pembelajaran, Pendidikan, dan
jasmani. Pada kesempatan kali ini, kita akan bahas satu persatu defisini dan
makna dari tiap-tiap kata tersebut. Selain itu, kita juga akan membahas definisi
dan makna seluruhnya dari perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani.
1.
Perencanaan
Perencanaan
merupakan proses sistematis dalam menentukan tujuan, langkah-langkah, sumber
daya, dan strategi yang akan digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Perencanaan
adalah proses pemikiran dan penetapan secara matang terhadap hal-hal yang akan
dikerjakan di masa depan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam
konteks pendidikan, perencanaan merupakan proses awal yang sistematis untuk
merancang kegiatan pembelajaran agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan
efisien. Sehingga pendidikan yang laksanakan terarah dan sesuai dengan tujuan
awal.
Menurut
Suharsimi Arikunto dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Evaluasi
Pendidikan (2013), perencanaan didefinisikan sebagai berikut:
"Perencanaan adalah proses penetapan apa yang akan dilakukan, bagaimana
melakukannya, siapa yang akan melakukannya, dan kapan serta di mana kegiatan
itu akan dilaksanakan" (Arikunto, 2013: 45). Definisi ini menekankan bahwa
perencanaan mencakup empat aspek utama, yaitu isi kegiatan, cara pelaksanaan,
pelaksana, serta waktu dan tempat pelaksanaan.
2.
Pembelajaran
Pembelajaran
merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungan belajar yang
disengaja untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Jadi, Pembelajaran
adalah proses interaksi antara siswa dan guru untuk mencapai perubahan perilaku
melalui pengalaman belajar. Dalam konteks pendidikan jasmani, pembelajaran
pendidikan jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani agar
terjadi perubahan tingkah laku dari hasil pengalaman, latihan, dan interaksi
dengan lingkungan yang melibatkan proses fisik, sosial, dan mental. Buku Ajar
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani membahas definisi pembelajaran
Penjas sebagai bagian dari langkah-langkah proses belajar mengajar di sekolah.
Dalam
teori belajar konstruktivis, Piaget yang dikemukakan kembali oleh Dahar
dalam Teori-Teori Belajar (2011) menyatakan bahwa:
"Pembelajaran adalah proses konstruksi pengetahuan yang dilakukan secara
aktif oleh learners melalui interaksi dengan objek-objek di lingkungannya"
(Dahar, 2011: 67). Pendapat ini menunjukkan bahwa peserta didik bukanlah
penerima pasif informasi, melainkan pembangun aktif pengetahuannya sendiri.
3.
Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses pengembangan potensi, pengetahuan, keterampilan, dan
karakteristik yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan tidak terbatas pada
lingkungan sekolah, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.
Menurut
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang dikutif oleh
Arikunto dalam Prosedur Penelitian (2013), pendidikan
didefinisikan sebagai: "Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara" (Arikunto, 2013: 112).
Ki
Hajar Dewantara dalam Pamong dan Pendidikan (2011) memberikan
pengertian pendidikan sebagai: "Pertumbuhan atau perkembangan segala
kodrat manusia yang ada pada diri kita, baik sebagai anak maupun sebagai orang
dewasa, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya,
baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat dan sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa" (Dewantara, 2011: 45).
4.
Jasmani
Jasmani
berkaitan dengan aspek fisik atau tubuh manusia yang mencakup kesehatan,
kebugaran, dan kemampuan motorik. Dalam pendidikan jasmani, jasmani adalah
proses melalui aktivitas fisik untuk pertumbuhan jasmani, kesehatan, kemampuan,
dan keterampilan. Istilah ini menekankan pengembangan fisik harmonis melalui
gerakan. Jadi, aspek jasmani menjadi komponen penting dalam pengembangan
manusia secara holistik.
Menurut
Rusli Lutan dalam Pendidikan Jasmani: Paradigma, Teori, dan Praktik (2012),
jasmani didefinisikan sebagai: "Segala sesuatu yang berkaitan dengan tubuh
manusia, termasuk kesehatan, kebugaran fisik, kemampuan bergerak, dan
keterampilan motorik yang diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan
sehari-hari" (Lutan, 2012: 23).
5.
Perencanaan Pembelajaran Pendidikan Jasmani
Perencanaan
pembelajaran pendidikan jasmani merupakan proses sistematis dalam merancang
kegiatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan aspek fisik, motorik,
kesehatan, dan perilaku aktif peserta didik. Ini adalah proses khusus merancang
kegiatan pembelajaran yang berfokus pada aktivitas fisik, permainan, dan
olahraga di lingkungan pendidikan. Perencanaan ini harus mempertimbangkan
karakteristik unik dari pembelajaran jasmani yang melibatkan aktivitas fisik
secara langsung.
Mosston
dan Ashworth dalam teori teaching styles yang diadaptasi oleh Sappa dalam Pembelajaran
Pendidikan Jasmani (2008) menyatakan bahwa: "Perencanaan
pembelajaran pendidikan jasmani harus mempertimbangkan spektrum gaya mengajar,
dari gaya yang sangat terstruktur hingga gaya yang memberikan kebebasan lebih
besar kepada siswa, sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik
siswa" (Sappa, 2008: 112).
Menurut
Rusli Lutan dalam Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani (2011),
perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani adalah: "Proses yang
sistematis dan terstruktur dalam menentukan tujuan pembelajaran jasmani,
memilih dan mengorganisasi materi pembelajaran, memilih metode dan pendekatan
yang tepat, serta merancang evaluasi untuk mengukur pencapaian tujuan
pembelajaran jasmani" (Lutan, 2011: 67).
6.
Pendidikan Jasmani
Pendidikan
Jasmani adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan olahraga
terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan menyeluruh, mencakup fisik,
intelektual, emosional, sosial, dan moral. Pendidikan jasmani bukan sekadar
mata pelajaran tentang olahraga, melainkan pendidikan melalui aktivitas fisik
untuk mencapai tujuan perkembangan secara menyeluruh.
Dalam
perspektif kurikulum nasional, BSNP dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (2006) yang dikutif oleh Majid dalam Perencanaan
Pembelajaran (2008) mengartikan pendidikan jasmani sebagai: "Mata
pelajaran yang memfokuskan pada pengembangan kebugaran jasmani, keterampilan
motorik, kesehatan, dan perilaku hidup sehat melalui aktivitas fisik yang
terstruktur dan sistematis" (Majid, 2008: 234).
Arwin
dalam Ilmu Kepelatihan Olahraga (2010) menyatakan bahwa:
"Pendidikan jasmani adalah proses belajar yang menggunakan aktivitas fisik
sebagai media utama untuk mengembangkan kebugaran, keterampilan gerak,
pemahaman konseptual, dan disposisi positif terhadap aktivitas fisik yang
berkelanjutan" (Arwin, 2010: 78).
Daftar Pustaka
Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar
Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Majid, A. (2008). Perencanaan
pembelajaran. CV. Diponegoro.
Arwin. (2010). Ilmu
kepelatihan olahraga. CV. Asdi Mahasatya.
Lutan, R. (2011). Strategi
pembelajaran pendidikan jasmani. CV. Asdi Mahasatya.
Sappa. (2008). Pembelajaran
pendidikan jasmani. CV. Rizma.
Lutan, R. (2012). Pendidikan
jasmani: Paradigma, teori, dan praktik. Departemen Pendidikan Nasional.
Dewantara, K. H. (2011). Pamong
dan pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.
Dahar, R. W. (2011). Teori-teori
belajar. Erlangga.


0 comments:
Post a Comment