Kehidupan Aril

Almamater Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Senam Massal

Senam Massal di Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala.

Lhok Mata Ie Beach

Pantai Lhok Mata Ie Di Banda Aceh.

Furious FC

Tim Sepakbola Mahasiswa PJKR USK Let 24.

Gunung Sibayak

Kawah Gunung Sibayak 2212 MDPL.

Muaythai

Seni Wai Kru Individu MuayThai pada Pra PORA ACEH.

POLDA ACEH

Senam Massal Bersama POLDA ACEH.

Bukit Gundul

Sabana Bukit Gundul 1972 MDPL di puncak Sipiso-piso.

Proka FC

Tim Futsal dan Sepakbola Pematangsiantar.

ROHIS SMAN 2 PEMATANGSIANTAR

Organisasi Keagamaan Islam di SMAN 2 Pematangsiantar.

Cerita

Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Friday, April 24, 2026

9: UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

UJIAN TENGAH SEMESTER PENCAK SILAT

Pada hari Jumat pukul 14.00 WIB, saya bersama teman-teman mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) mata kuliah Pencak Silat. Ujian ini menjadi salah satu momen yang cukup menegangkan sekaligus menyenangkan karena kami harus memperagakan berbagai teknik dasar pencak silat yang telah dipelajari selama beberapa minggu perkuliahan. Sejak selesai salat Jumat, saya sudah mulai mempersiapkan diri dengan mengecek kembali perlengkapan yang diperlukan dan mengingat materi-materi yang akan diujikan. Meskipun sudah berlatih sebelumnya, rasa gugup tetap ada karena setiap gerakan yang dilakukan akan dinilai secara langsung oleh dosen.

Sekitar pukul 13.30 WIB, saya dan teman-teman mulai berkumpul di tempat perkuliahan. Suasana terlihat cukup ramai karena semua mahasiswa sedang melakukan persiapan masing-masing. Ada yang mengulang gerakan kuda-kuda, ada yang berlatih pukulan dengan temannya, dan ada juga yang berdiskusi mengenai teknik-teknik yang mungkin akan keluar saat ujian. Walaupun terlihat santai, sebenarnya hampir semua mahasiswa merasakan ketegangan yang sama. Kami saling memberi semangat agar dapat menampilkan kemampuan terbaik saat ujian berlangsung.

Tepat pukul 14.00 WIB, dosen membuka kegiatan UTS dengan memberikan arahan mengenai teknis pelaksanaan ujian. Dosen menjelaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hafalan gerakan, tetapi juga pada ketepatan teknik, keseimbangan tubuh, koordinasi gerak, sikap, serta pemahaman terhadap fungsi dari setiap gerakan yang diperagakan. Setelah mendengarkan arahan, kami diminta untuk melakukan pemanasan bersama agar tubuh siap melakukan berbagai gerakan dan terhindar dari cedera selama ujian berlangsung.

Setelah pemanasan selesai, ujian dimulai secara bergiliran. Materi pertama yang diujikan adalah pemahaman dasar mengenai pencak silat. Pada bagian ini kami diminta menjelaskan pengertian pencak, silat, dan pencak silat. Saya menjelaskan bahwa pencak merupakan gerakan bela diri yang menonjolkan unsur keindahan dan seni gerak, sedangkan silat lebih menekankan pada kemampuan bela diri untuk menghadapi lawan. Ketika kedua unsur tersebut dipadukan, lahirlah pencak silat sebagai seni bela diri tradisional Indonesia yang tidak hanya mengajarkan cara bertarung, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral, disiplin, sportivitas, dan penghormatan terhadap sesama. Materi ini menjadi dasar penting sebelum mempelajari teknik-teknik yang lebih kompleks.

Setelah sesi teori singkat selesai, kami memasuki tahap praktik. Materi pertama yang harus diperagakan adalah teknik kuda-kuda. Saya memulai dengan memperagakan kuda-kuda depan, yaitu posisi dasar dengan salah satu kaki berada di depan dan kaki lainnya di belakang sebagai penopang keseimbangan tubuh. Setelah itu saya memperagakan kuda-kuda belakang, kuda-kuda tengah, kuda-kuda samping, dan kuda-kuda silang. Pada saat melakukan gerakan tersebut, saya berusaha menjaga posisi tubuh tetap stabil dan tidak mudah goyah. Dosen memperhatikan secara detail posisi kaki, pembagian berat badan, serta keseimbangan tubuh selama melakukan perpindahan antar kuda-kuda. Dari materi ini saya semakin memahami bahwa kuda-kuda merupakan fondasi utama dalam pencak silat karena hampir semua teknik serangan maupun pertahanan berawal dari posisi kuda-kuda yang benar.

Setelah memperagakan kuda-kuda, ujian dilanjutkan dengan materi sikap pasang. Sikap pasang merupakan posisi kesiapan sebelum melakukan serangan atau pertahanan. Pada tahap ini saya harus menunjukkan beberapa variasi sikap pasang yang telah dipelajari selama perkuliahan. Saya mencoba memperagakan gerakan dengan tenang dan penuh konsentrasi. Sikap pasang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membutuhkan keseimbangan dan kesiapan mental yang baik karena posisi ini menjadi awal dari berbagai teknik dalam pencak silat.

Materi berikutnya adalah pola langkah. Pada bagian ini kami diminta menunjukkan kemampuan bergerak ke berbagai arah dengan pola langkah yang benar. Saya memperagakan langkah maju, mundur, ke samping, serta langkah menyerong sesuai instruksi dosen. Dalam pencak silat, pola langkah sangat penting karena menentukan posisi seorang pesilat saat menghadapi lawan. Dengan pola langkah yang baik, seorang pesilat dapat mengatur jarak, mencari celah untuk menyerang, maupun menghindari serangan lawan. Saat memperagakan pola langkah, saya berusaha menjaga ritme gerakan agar tetap seimbang dan tidak kehilangan fokus.

Setelah materi dasar selesai, ujian memasuki teknik serangan. Teknik pertama yang diujikan adalah pukulan. Saya memperagakan pukulan lurus kanan dengan posisi tubuh yang stabil dan arah pukulan yang tepat ke sasaran imajiner di depan. Selanjutnya saya memperagakan pukulan lurus kiri dengan teknik yang sama namun menggunakan tangan kiri sebagai penyerang. Setelah itu, saya memperagakan pukulan siku yang digunakan dalam jarak dekat. Pada saat melakukan pukulan, dosen menilai kecepatan, kekuatan, koordinasi gerakan tubuh, serta ketepatan teknik. Saya berusaha menggabungkan tenaga dari putaran pinggang dan gerakan tangan agar pukulan terlihat lebih efektif.

Selain pukulan, kami juga diuji pada teknik tendangan. Materi tendangan menjadi salah satu bagian yang cukup menantang karena membutuhkan keseimbangan tubuh yang baik. Saya memperagakan beberapa jenis tendangan sesuai arahan dosen dengan memperhatikan posisi kaki tumpuan dan arah sasaran. Ketika melakukan tendangan, saya berusaha menjaga tubuh tetap tegak agar tidak kehilangan keseimbangan. Materi ini mengajarkan bahwa kekuatan tendangan tidak hanya berasal dari kaki, tetapi juga dari koordinasi seluruh anggota tubuh.

Setelah teknik serangan selesai, ujian dilanjutkan dengan teknik pertahanan. Pada bagian ini kami diminta memperagakan berbagai bentuk tangkisan. Saya memperagakan tangkisan luar, tangkisan dalam, tangkisan atas, dan tangkisan bawah sesuai dengan instruksi yang diberikan. Setiap tangkisan memiliki fungsi yang berbeda tergantung arah datangnya serangan lawan. Saat memperagakan tangkisan, saya harus menunjukkan gerakan yang cepat dan tepat agar serangan lawan dapat dialihkan tanpa mengenai tubuh.

Selain tangkisan, kami juga diuji pada teknik elakan dan hindaran. Kedua teknik ini bertujuan untuk menghindari serangan lawan tanpa harus melakukan kontak langsung. Saya memperagakan beberapa bentuk elakan dengan menggeser posisi tubuh ke samping maupun ke belakang. Kemudian saya memperagakan hindaran dengan memanfaatkan gerakan kaki dan perpindahan posisi tubuh. Materi ini cukup menarik karena mengajarkan pentingnya kecerdikan dalam bertahan. Tidak semua serangan harus ditangkis, terkadang menghindar dengan tepat justru lebih efektif dan menghemat tenaga.

Selama pelaksanaan ujian, dosen beberapa kali memberikan koreksi terhadap gerakan yang kurang tepat. Koreksi tersebut menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga karena membantu kami memahami kesalahan-kesalahan yang masih sering dilakukan. Saya menyadari bahwa pencak silat bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang ketelitian, konsentrasi, disiplin, dan kemampuan mengendalikan diri. Setiap gerakan memiliki teknik dan tujuan tertentu yang harus dipahami dengan baik.

Meskipun sempat merasa gugup ketika giliran tampil tiba, saya mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada setiap gerakan yang dilakukan. Dukungan dari teman-teman juga membuat suasana ujian menjadi lebih nyaman. Kami saling menyemangati dan memberikan apresiasi setelah masing-masing selesai memperagakan teknik yang diujikan. Hal tersebut menciptakan suasana yang positif dan penuh kebersamaan.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan ujian, dosen memberikan evaluasi umum mengenai pelaksanaan UTS hari itu. Beliau menyampaikan bahwa secara keseluruhan kemampuan mahasiswa sudah cukup baik, namun masih perlu meningkatkan ketepatan teknik, keseimbangan, serta keluwesan gerakan. Kami juga diingatkan untuk terus berlatih karena penguasaan pencak silat tidak dapat diperoleh secara instan, melainkan membutuhkan latihan yang rutin dan berkesinambungan.

Pelaksanaan UTS Pencak Silat pada hari Jumat pukul 14.00 WIB tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui ujian ini, saya tidak hanya belajar tentang teknik-teknik dasar pencak silat, tetapi juga belajar mengenai disiplin, keberanian, rasa percaya diri, dan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa Indonesia. Saya merasa senang dapat mengikuti ujian dengan baik dan memperoleh pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal untuk mempelajari materi pencak silat yang lebih lanjut pada perkuliahan berikutnya. UTS ini juga menjadi bukti bahwa proses latihan yang dilakukan selama perkuliahan memberikan hasil yang nyata dalam meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan pemahaman saya terhadap olahraga pencak silat.

Friday, February 27, 2026

Pelantikan Ketua dan Pengurus Baru UKM Universitas Syiah Kuala Periode 2026

 

Dokumentasi Pelantikan Ketua dan Pengurus UKM Universitas Syiah Kuala Periode 2026,27/02/2026.

Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi melantik ketua beserta jajaran pengurus baru seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk periode 2026. Proses pelantikan dilangsungkan di Gedung AAC Dayan Dawood pada Jumat, 27 Februari 2026.

Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan surat keputusan beserta daftar nama ketua umum dari seluruh UKM yang hadir. Tercatat sebanyak 41 UKM resmi dikukuhkan dalam kesempatan tersebut, termasuk sejumlah UKM yang terbilang baru berdiri, seperti UKM Duta Kampus, FASTANA, UKM Shalawat, serta Rumah Quran Syiah Kuala (RQS).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., menekankan betapa pentingnya pengembangan soft skill melalui keterlibatan aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia menyampaikan bahwa berbagai kajian ilmiah membuktikan bahwa soft skill memiliki peran yang jauh lebih dominan dibandingkan hard skill dalam menentukan keberhasilan seseorang di masa depan. Oleh karenanya, UKM diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan karakter yang melatih kedisiplinan, kerja sama tim, semangat kolaborasi, serta mendorong peningkatan prestasi mahasiswa.

"Maka tugas kita bersama, bagaimana kemudian melalui kegiatan-kegiatan yang diwacanakan dari UKM ini, kalian bisa lebih disiplin, bisa bekerja dalam tim, bisa membentuk kolaborasi yang lebih baik, lebih terpacu prestasinya bukan hanya apa adanya, bisa bermanfaat bagi orang lain, dan bisa berkontribusi untuk apa pun," ujarnya.

Lebih jauh, Prof. Mustanir berharap agar para pengurus UKM yang baru saja dikukuhkan dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi civitas akademika USK. Ia menegaskan bahwa setiap capaian, baik berupa medali kejuaraan maupun bentuk prestasi lainnya, merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembentukan soft skill yang akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia kerja kelak.

"Adik-adik sekalian, ke depan kontribusi nyata kalian tetap ditunggu, baik itu berupa medali maupun persembahan-persembahan lainnya. Semua itu adalah bagian dari soft skill yang tentunya akan menjadi satu langkah penting bagi kalian saat lulus nanti," tambahnya.

Pelantikan unit kegiatan mahasiswa Universitas Syiah Kuala kali ini turut mencakup sejumlah UKM bidang olahraga, salah satunya adalah UKM Sepak Bola yang kini dipimpin oleh Aril Dwi Ardana sebagai Ketua Umum. Kehadiran sosok baru di tampuk kepemimpinan UKM Sepak Bola ini diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus memperkuat prestasi tim di kancah kompetisi antarkampus.

Aril Dwi Ardana mengungkapkan rasa syukur sekaligus tekadnya usai resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum UKM Sepak Bola USK. Baginya, amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa UKM Sepak Bola ke jenjang yang lebih tinggi.

"Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar bagi saya. Saya berkomitmen untuk membangun UKM Sepak Bola USK menjadi wadah yang tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin dan berkarakter. Kami akan merancang program latihan yang lebih terstruktur, mempererat kekompakan tim, serta aktif mengikuti berbagai turnamen guna mengharumkan nama USK," tutur Aril.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi seluruh anggota dalam mewujudkan visi UKM ke depan. Menurutnya, prestasi tidak akan lahir tanpa kerja keras kolektif dan rasa memiliki yang kuat terhadap organisasi.

"Sepak bola itu olahraga tim. Tidak ada yang bisa berhasil sendiri. Maka, saya mengajak seluruh anggota untuk bahu-membahu, saling mendukung, dan terus berlatih dengan sungguh-sungguh. Insyaallah, dengan semangat yang sama, kita bisa mengukir prestasi yang membanggakan bagi kampus kita," pungkasnya.

Senada dengan semangat yang ditunjukkan Aril, Ketua UKM Bulu Tangkis USK, Teuku Awilza Saputra, juga menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi titik awal yang membangkitkan semangat baru bagi seluruh anggota dan pengurus UKM.

"Saya merasakan semangat yang sangat tinggi dari seluruh anggota dan pengurus. Ada rasa haru dan bangga karena UKM ini bukan hanya tempat berlatih, tetapi juga wadah membangun silaturahmi dan karakter," ujarnya.

Pelantikan ini menjadi penanda awal bagi para ketua dan pengurus UKM periode 2026 untuk merancang program-program inovatif yang diharapkan memberi dampak positif nyata bagi seluruh mahasiswa dan lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala ke depannya.

Thursday, October 10, 2024

Review Seminar Journalistik


Halo semuannya, hari ini aku mengikuti seminar menulis jurnalistik yang dibawakan oleh bapak Rusmadi, SH.I dan bapak Ariful Usman S.IP. Seminar ini mengajarkan bagaimana menulis berita sesuai kaidah jurnalistik yang benar. Di awal, Pak Ariful menjelaskan pentingnya menulis di era informasi seperti sekarang, di mana berita menyebar dengan cepat dan persaingan antar media sangat ketat. Menulis dengan baik bukan hanya soal keterampilan, tapi juga tentang menyampaikan kebenaran dengan akurat.

Dalam seminar ini, kami belajar banyak hal tentang dasar-dasar dalam menulis berita. Pemateri juga menjelaskan mengapa kita perlu menulis berita. Ternyata, menulis berita memerlukan tiga hal utama: pengetahuan, keterampilan jurnalistik, dan sikap etis. Pengetahuan penting agar kita paham konteks berita yang kita tulis, sementara keterampilan jurnalistik dibutuhkan untuk menyusun informasi dengan baik. Selain itu, sikap etis adalah kunci untuk menjaga integritas dalam menyampaikan berita tanpa bias.

Pak Ariful juga menekankan pentingnya memastikan berita yang kita tulis selalu akurat. Untuk itu, kita harus selalu mengecek atau mencari tau setiap sumber berita yang kita dapat atau kita baca. Berita juga harus lengkap dan seimbang, artinya kita harus menampilkan informasi dari berbagai sudut pandang agar adil dan tidak berat sebelah. Hal ini penting agar pembaca bisa mendapatkan gambaran yang utuh dari berita yang disajikan.

Selain itu, kami membahas tentang kode etik jurnalistik. Wartawan harus jujur dalam menjalankan tugasnya. Mereka bertanggung jawab untuk mencari informasi yang benar dan menyampaikannya kepada publik. Jika kode etik ini dilanggar, wartawan bisa mendapatkan sanksi moral dan reputasinya sebagai jurnalis bisa rusak. Maka, menjaga kepercayaan publik adalah hal yang sangat penting bagi seorang jurnalis.

Sebelum seminar berakhir, Pak Ariful juga memberi tips penting: membaca adalah kunci utama untuk menjadi penulis yang baik. Dengan banyak membaca, kita bisa memperkaya pengetahuan dan memperbaiki teknik menulis kita. Aku pulang dengan semangat untuk terus membaca dan menulis, serta meningkatkan kemampuan jurnalistikku agar bisa menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi orang banyak.




Daily Activity

Hai semuanya, salam kenal! Namaku Aril Dwi Ardana, dan kalian bisa memanggilku Aril atau nama panggilan lain yang kalian suka. Aku berasal dari Pematangsiantar, sebuah kota yang terletak di Sumatera Utara. Meskipun aku tidak tinggal tepat di pusat kota, aku tetap merasa menjadi bagian dari Siantar. Banyak teman-temanku yang berasal dari luar Sumatera Utara seringkali tidak mengenal kota ini. Bahkan setelah aku menjelaskan berkali-kali, mereka masih sering menyebutnya sebagai Medan, yang memang lebih dikenal luas.

Di blog pertamaku ini, aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman perkuliahanku. Saat ini, aku menempuh pendidikan di salah satu kampus ternama di Aceh, tepatnya di Banda Aceh, yang sering disebut sebagai Kota Serambi Mekkah. Kampus tempatku menimba ilmu adalah Universitas Syiah Kuala, yang memiliki julukan “Jantong Hatee Rakyat Aceh”. Selama belajar di USK, aku merasakan banyak perubahan positif dalam diriku. Dalam waktu sekitar dua bulan di Banda Aceh, aku sudah mempelajari banyak hal baru.

Pengalaman belajar di USK tidak hanya memperkaya pengetahuanku secara akademis, tetapi juga memberikan banyak pelajaran moral yang berharga. Universitas ini dikenal memiliki dosen-dosen yang sangat berkualitas, dengan hampir semua dosennya memiliki gelar doktor atau S3. Kemampuan dan dedikasi mereka dalam mengajar benar-benar menginspirasiku untuk belajar lebih giat. Aku sendiri kuliah di jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, yang lebih dikenal sebagai jurusan olahraga dengan fokus utama untuk menjadi guru.

Di jurusan ini, kami tidak hanya diarahkan untuk menjadi guru profesional, tetapi juga dididik untuk menjadi atlet yang berprestasi. Banyak kejuaraan yang telah diraih oleh mahasiswa dari jurusan ini, baik di tingkat daerah maupun nasional. Sebagai contoh, pada PON XXI Aceh-Sumut kemarin, banyak mahasiswa dari jurusan olahraga yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu. Jika ada yang bertanya mengapa aku memilih USK, jawabannya adalah karena universitas ini memiliki reputasi yang unggul.

USK tidak hanya terkenal di Aceh, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Mungkin cukup sekian dulu cerita di blog pertamaku ini. Di blog berikutnya, aku berencana untuk berbagi lebih banyak tentang keseharianku selama menjalani perkuliahan dan aktivitas olahraga yang kulakukan. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesuksesan di masa depan. Sampai jumpa di cerita selanjutnya!



Monday, September 30, 2024

Biografi Aril Dwi Ardana

Aril Dwi Ardana
 Nama : Aril Dwi Ardana

Tempat & Tanggal Lahir : Karang Rejo, 14 Juli 2006

Asal : Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia

Anak ke : Ke-2 dari 3 bersaudara

Usia : 18 tahun

Agama : Islam

Status : Mahasiswa

Hobi : Olahraga

Cita-cita : Presiden FIFA

Pendidikan : 

 • RA Darul Hidayah (2011-2012)

 • SDN 095560 Karang Sari (2012-2018)

 • MTsN Pematangsiantar (2018-2021)

 • SMAN 2 Pematangsiantar (2021-2024) 

 • Universitas Syiah Kuala (2024-selesai)

Kewarganegaraan : WNI


Aril Dwi Ardana adalah seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala, sebuah universitas terkemuka yang terletak di Banda Aceh, Indonesia. Lahir di Karang Rejo, sebuah desa kecil di pelosok Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Simalungun, Kecamatan Gunung Maligas, pada 14 Juli 2006, Aril tumbuh dan besar dalam lingkungan pedesaan yang kaya akan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Aril terlahir dari keluarga yang sederhana namun penuh kasih sayang. Ayahnya, Suwandi Pratama, adalah seorang kuli bangunan, dan ibunya, Sutresni, adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Aril memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik laki-laki. Keluarga mereka selalu bersyukur atas segala rezeki yang diberikan Tuhan, dan inilah yang menjadi salah satu fondasi kuat dalam kehidupan Aril.

Sejak usia dini, Aril sudah menunjukkan minat yang kuat dalam berbagai bidang, terutama seni dan olahraga. Bakatnya dalam menggambar, bermain musik, serta kecintaannya terhadap sepak bola sudah terlihat sejak ia masih kecil. Meskipun memiliki bakat di beberapa bidang, Aril akhirnya memilih untuk fokus dan menekuni sepak bola. Minatnya pada olahraga ini bukan sekadar hobi, tetapi juga jalan untuk meraih cita-citanya menjadi Presiden FIFA.

Perjalanan karir Aril di dunia sepak bola dimulai ketika ia berusia 8 tahun. Saat itu, ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) di daerahnya, di mana ia mulai menunjukkan potensi yang luar biasa. Ketekunan dan semangatnya dalam berlatih membuat beberapa pelatih tertarik untuk mengajak Aril bermain dan berkarir di luar desanya. Pada usia 13 tahun, ia mulai bermain bersama tim-tim dari luar kabupaten dan kota, serta mengikuti berbagai kejuaraan baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Pada usia 16 tahun, Aril mencapai titik penting dalam karirnya dengan mengikuti kejuaraan nasional FOSSBI. Meskipun ia gagal meraih gelar juara, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran berharga dan semakin memperkuat tekadnya untuk terus maju.

Selain berprestasi di bidang olahraga, Aril juga tidak melupakan pendidikan akademiknya. Ia dikenal sebagai siswa yang tekun dan berprestasi di sekolah, aktif dalam berbagai organisasi seperti Pramuka, Rohis, dan ekstrakurikuler futsal. Kecintaannya pada seni juga terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan musik, seni qasidah, dan MTQ. Di lingkungan masyarakat, Aril aktif dalam organisasi Remaja Masjid, kepemudaan di kecamatannya, serta organisasi seni di kampung halamannya.

Cita-cita Aril untuk menjadi Presiden FIFA bukanlah sekadar mimpi kosong. Ia menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, ia sangat tekun belajar selama di SMA, hingga berhasil menjadi salah satu siswa eligibel di SMAN 2 Pematangsiantar. Meskipun sempat mengalami kegagalan saat ditolak oleh Universitas Negeri Medan, Aril tidak menyerah. Usahanya akhirnya terbayar ketika ia diterima di Universitas Syiah Kuala, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Motivasi terbesar Aril datang dari kedua orang tuanya, yang telah berjuang keras untuk membesarkan dirinya dan kedua saudaranya. Ia bertekad untuk merubah nasib keluarganya dan mewujudkan impian besarnya. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Aril memulai
langkah-langkah penting menuju masa depan yang ia impikan.