Kehidupan Aril

Almamater Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Senam Massal

Senam Massal di Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala.

Lhok Mata Ie Beach

Pantai Lhok Mata Ie Di Banda Aceh.

Furious FC

Tim Sepakbola Mahasiswa PJKR USK Let 24.

Gunung Sibayak

Kawah Gunung Sibayak 2212 MDPL.

Muaythai

Seni Wai Kru Individu MuayThai pada Pra PORA ACEH.

POLDA ACEH

Senam Massal Bersama POLDA ACEH.

Bukit Gundul

Sabana Bukit Gundul 1972 MDPL di puncak Sipiso-piso.

Proka FC

Tim Futsal dan Sepakbola Pematangsiantar.

ROHIS SMAN 2 PEMATANGSIANTAR

Organisasi Keagamaan Islam di SMAN 2 Pematangsiantar.

Cerita

Tuesday, September 29, 2026

PENDEKATAN KUALITATIF, KUANTITATIF, DAN MIX-METOD KUALITATIF & KUANTITATIF

PENDEKATAN KUALITATIF, KUANTITATIF, DAN MIX-METOD KUALITATIF & KUANTITATIF

A.   Pendekatan Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial dan perilaku manusia dalam konteks alamiahnya. Pendekatan ini tidak menggunakan prosedur statistik atau kuantifikasi, melainkan fokus pada makna, konsep, definisi, karakteristik, metafora, simbol, dan pemaparan segala sesuatu.

Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami suatu fenomena secara mendalam berdasarkan kondisi alamiah dan perspektif subjek yang diteliti. Siyoto dan Sodik (2015:27) menjelaskan bahwa “Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.”

Sejalan dengan hal tersebut, Abdussamad (2021:iii) menegaskan bahwa “Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.” Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak berfokus pada angka, tetapi pada pemahaman terhadap makna, pengalaman, perilaku, dan kondisi suatu fenomena secara menyeluruh.

Tujuan utama penelitian kualitatif adalah memahami fenomena dari sudut pandang partisipan, menggambarkan realitas yang kompleks, serta menemukan makna yang terdapat di balik suatu fenomena. Siyoto dan Sodik (2015:17) menyatakan bahwa “Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya.”

Penelitian kualitatif memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu dilakukan dalam kondisi alamiah, peneliti menjadi instrumen utama, lebih menekankan proses daripada hasil, menggunakan analisis data secara induktif, serta memberikan perhatian terhadap makna yang dimiliki subjek penelitian. Jenis penelitian kualitatif antara lain studi kasus, fenomenologi, etnografi, grounded theory, dan studi naratif. Dalam bidang olahraga dan PJOK, pendekatan ini dapat digunakan untuk mengkaji pengalaman guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, budaya olahraga tradisional masyarakat, atau motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Subjek dalam penelitian kualitatif umumnya disebut informan atau partisipan karena mereka memberikan informasi yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari informan, observasi dilakukan dengan mengamati fenomena atau perilaku di lapangan, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa dokumen, foto, catatan, maupun karya tertentu. Instrumen utama penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Abdussamad (2021:85) menyatakan bahwa “Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan focus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, meneliti kualitas data, analisis data, menafsirkan data, dan membuat kesimpulan atas temuannya.”

Analisis data kualitatif dilakukan secara induktif dan dapat berlangsung sejak sebelum penelitian di lapangan, selama proses pengumpulan data, hingga setelah data terkumpul. Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian diorganisasikan, dikategorikan, ditafsirkan, dan disusun untuk memperoleh kesimpulan. Keabsahan data dapat diperiksa melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Kelebihan pendekatan kualitatif terletak pada kemampuannya memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman manusia dan fenomena yang kompleks, sedangkan kekurangannya adalah proses penelitian relatif membutuhkan waktu, analisisnya lebih kompleks, dan hasilnya tidak selalu dapat digeneralisasikan secara luas.

Contoh judul pendekatan Kualitatif:

  • Persepsi Guru PJOK disekolah SMAN 2 Pematangsiantar terhadap penerapan senam anak Indonesia hebat (SAIH)
  • Tingkat Motivasi Siswa SMAN 2 Pematangsiantar dalam Mengikuti Pembelajaran PJOK
  • Identifikasi Faktor Kegagalan Atlet Sepak Bola Tim Proka FC Pada Ajang Kejuaran Piala Gubernur Sumatera Utara 2026

 

B.   Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang menggunakan data berbentuk angka dan analisis statistik untuk menjelaskan hubungan, perbedaan, pengaruh, atau kondisi suatu variabel. Siyoto dan Sodik (2015:26) menjelaskan bahwa “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.

Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.” Oleh karena itu, penelitian kuantitatif lebih menekankan pengukuran yang objektif, penggunaan instrumen yang terstruktur, serta analisis statistik untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.Tujuan penelitian kuantitatif pada umumnya adalah mengukur variabel, menguji hipotesis, mengetahui hubungan atau pengaruh antarvariabel, serta memperoleh kesimpulan yang dapat diberlakukan pada populasi tertentu. Penelitian kuantitatif memiliki karakteristik berupa desain penelitian yang jelas dan terstruktur sejak awal, penggunaan instrumen penelitian, data berbentuk angka, sampel yang sesuai dengan karakteristik populasi, serta analisis data menggunakan statistik.

Beberapa jenis penelitian kuantitatif yang umum digunakan adalah penelitian deskriptif, korelasional, eksperimen, ex post facto, dan survei. Dalam penelitian olahraga dan PJOK, pendekatan kuantitatif dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap kemampuan lompat jauh, hubungan tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi belajar PJOK, atau efektivitas metode pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar siswa.

Penelitian kuantitatif menggunakan variabel sebagai unsur penting dalam penelitian. Variabel bebas atau independen merupakan variabel yang memengaruhi atau menjadi penyebab perubahan pada variabel lain, sedangkan variabel terikat atau dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Siyoto dan Sodik (2015:24) menjelaskan bahwa “Variabel bebas sering disebut independent, variabel stimulus, prediktor, antecedent. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat.” Sementara itu, variabel terikat dijelaskan sebagai “variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.”

 Dalam penelitian kuantitatif juga dikenal populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan subjek atau objek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian dari populasi yang digunakan sebagai sumber data penelitian.

Pengumpulan data kuantitatif dapat dilakukan menggunakan angket atau kuesioner, tes, observasi terstruktur, dan pengukuran. Instrumen penelitian digunakan sebagai alat untuk memperoleh data secara sistematis dan objektif. Sebelum digunakan, instrumen perlu diperiksa melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen mampu mengukur variabel yang dimaksud secara tepat dan konsisten. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif maupun statistik inferensial. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan data yang diperoleh, sedangkan statistik inferensial digunakan untuk menganalisis data sampel dan menarik kesimpulan yang berkaitan dengan populasi.

Siyoto dan Sodik (2015:38) menjelaskan bahwa “Statistik inferensial, sering juga disebut statistic induktif atau statistic probabilitas, adalah teknik statistic yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan utuk populasi.”Secara umum, pendekatan kuantitatif memiliki kelebihan berupa proses penelitian yang sistematis, terstruktur, pengukuran yang lebih objektif, serta memungkinkan hasil penelitian diterapkan pada populasi apabila persyaratan generalisasi terpenuhi.

Namun, pendekatan ini lebih menekankan keluasan data dan hubungan antarvariabel sehingga tidak selalu mampu menggambarkan pengalaman atau makna suatu fenomena secara mendalam. Siyoto dan Sodik (2015:28) menjelaskan bahwa “Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas.” Oleh karena itu, pemilihan pendekatan penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik masalah yang ingin dikaji.

Contoh judul penelitian Pendekatan Kuantitatif

  • Evaluasi Daya Tahan Otot Pada Atlet Angkat Besi PELATDA  Aceh 2026
  • Hubungan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dan Prestasi Belajar PJOK Siswa Kelas XII SMAN 2 Pematangsiantar
  • Pengaruh Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Sepak Bola Tim Proka FC

 

C.   Pendekatan Mix-Metod Kualitatif & Kuantitatif

Penelitian campuran atau mixed methods merupakan pendekatan penelitian yang mengintegrasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu masalah. Sembiring dkk. (2023:116) menjelaskan bahwa “Penelitian campuran adalah pendekatan inovatif dalam penelitian, di mana Creswell dan Clark menyebutnya sebagai desain penelitian yang melibatkan asumsi filosofis dan berfungsi sebagai metode inquiry.

Metodologi penelitian campuran ini menggabungkan asumsi filosofis yang membimbing pengumpulan dan analisis data, mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam berbagai fase proses penelitian.” Sugiyono (2016) dalam Sembiring dkk. (2023:116) juga menegaskan bahwa “metode ini menggabungkan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif.” Dengan demikian, mixed methods digunakan ketika suatu masalah penelitian membutuhkan data angka sekaligus penjelasan yang lebih mendalam mengenai pengalaman, kondisi, atau alasan yang melatarbelakanginya.

Pendekatan ini berkembang sebagai upaya mengatasi keterbatasan penelitian kualitatif dan kuantitatif jika digunakan secara terpisah. Sembiring dkk. (2023:120) menjelaskan bahwa “Mixed Methods research hadir sebagai paradigma baru untuk menemukan titik temu dan mengatasi pertikaian antara dua metode penelitian sebelumnya (Samsu, 2021:162).” Tujuan utamanya adalah menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap masalah penelitian. Sembiring dkk. (2023:123) menyatakan bahwa “Asumsi dasar penelitian metode campuran adalah kemampuannya untuk memberikan jawaban yang lebih komprehensif terhadap pertanyaan penelitian daripada hanya menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif saja (Creswell & Plano, 2017).”

Penggabungan kedua pendekatan dapat dilakukan untuk memperoleh komplementaritas, pengembangan, inisiasi, ekspansi, dan triangulasi. Greene (1989) dalam Sembiring dkk. (2023:124) merangkum tujuan tersebut sebagai “komplementaritas (peningkatan dan klarifikasi hasil), pengembangan (menggunakan hasil satu metode untuk mendukung penggunaan metode lain), inisiasi (mencari area ketidaksesuaian untuk inovasi), ekspansi (memperluas jangkauan penelitian), dan triangulasi (menguatkan temuan dengan data dari kedua metode).”

Dalam pelaksanaannya, penelitian mixed methods memiliki karakteristik berupa penggunaan data kualitatif dan kuantitatif, adanya penentuan prioritas salah satu atau kedua pendekatan, serta pengaturan urutan penelitian secara berurutan maupun bersamaan.

Model yang umum digunakan adalah sequential explanatory, yaitu kuantitatif kemudian kualitatif; sequential exploratory, yaitu kualitatif kemudian kuantitatif; concurrent embedded, yaitu kedua metode digunakan secara bersamaan dengan salah satu metode lebih dominan; dan concurrent triangulation, yaitu kedua metode digunakan secara bersamaan dengan bobot yang relatif seimbang. Sembiring dkk. (2023:132) menjelaskan bahwa “Model Sequential seperti yang dijelaskan oleh Creswell (2009), merujuk pada suatu prosedur penelitian di mana hasil penelitian dari satu metode dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan metode lainnya. Pendekatan ini disebut 'sequential' karena penggunaan metode tersebut dikombinasikan secara berurutan.”

Sementara itu, pada model concurrent, “Metode kombinasi model campuran adalah suatu prosedur penelitian di mana peneliti menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan analisis yang komprehensif guna menjawab masalah penelitian. Dalam tipe sequential, penggabungan metode dilakukan secara berurutan dalam waktu yang berbeda, sementara dalam tipe Concurrent, penggabungan dilakukan secara bersamaan” (Sembiring dkk., 2023:133).

Secara umum, tahapan penelitian campuran meliputi perumusan masalah, kajian pustaka, pengembangan instrumen, penentuan subjek atau sampel, pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, analisis masing-masing data, penggabungan hasil, pembahasan, dan penarikan kesimpulan akhir. Dalam bidang olahraga dan PJOK, pendekatan ini dapat digunakan untuk meneliti efektivitas suatu model pembelajaran sekaligus memahami pengalaman dan motivasi siswa selama mengikuti pembelajaran.

Kelebihan mixed methods adalah kemampuannya memberikan hasil yang lebih luas, mendalam, dan saling melengkapi karena temuan dari satu metode dapat diperkuat atau dijelaskan oleh metode lainnya. Sembiring dkk. (2023:148) menjelaskan bahwa “Penelitian mixed method dianggap sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi masalah penelitian yang memerlukan penggunaan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan atau berurutan. Dengan pendekatan ini, hasil dari satu metode dapat diperkuat oleh dukungan metode lain, meningkatkan kekuatan penelitian.

Kelebihan lainnya adalah kemampuan untuk menjawab masalah penelitian yang lebih luas dan komprehensif, serta mengatasi kelemahan masing-masing metode.” Namun, pendekatan ini membutuhkan kemampuan peneliti dalam menguasai dua metode, waktu dan biaya yang lebih besar, serta proses analisis dan integrasi data yang lebih kompleks. Dengan demikian, mixed methods tepat digunakan ketika penelitian tidak cukup dijelaskan hanya melalui angka atau hanya melalui uraian pengalaman, tetapi membutuhkan integrasi keduanya untuk memperoleh gambaran masalah yang lebih utuh.

Contoh judul penelitian Pendekatan Mix-metod:

  • Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Games For Understanding (TGfU) terhadap Peningkatan Keterampilan Bermain Sepak Bola dan Motivasi Belajar Siswa SMAN 2 Pematangsiantar.
  • Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran PJOK Berbasis Aplikasi Mobile di SDN 095560 Karang Sari
  • Dampak Program Latihan Fisik terhadap Kebugaran Jasmani dan Kesejateraan Psikologis Atlet Sepak Bola Tim Proka FC.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdullah, M. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Hardani, Ahyar, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., ... & Auliya, N. H. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.

Salim, & Syahrum. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif: Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial, Keagamaan dan Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media.

Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik). Karawang: CV Saba Jaya Publisher.

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.


Thursday, September 24, 2026

JENIS-JENIS PENELITIAN

 JENIS-JENIS PENELITIAN

A. Berdasarkan Tujuan

1. Eksploratif

Penelitian eksploratif merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menggali dan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah diketahui atau masih samar-samar. Penelitian ini bersifat penjajakan awal untuk memahami suatu fenomena secara lebih mendalam.

Menurut Siyoto dan Sodik (2015:16), "Penelitian eksploratif adalah penelitian yang bertujuan untuk menggali dan mengumpulkan sebanyak mungkin data atau informasi tentang suatu masalah yang masih belum jelas atau masih baru".

Abdullah (2015:81) menjelaskan bahwa "Penelitian eksploratif merupakan studi penjajakan, terutama sekali dalam pemantapan konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih luas dengan jangkauan konseptual yang lebih besar".

Sembiring dkk. (2023:2) menyatakan bahwa "Penelitian eksploratif dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, seperti penyelidikan terhadap kematian penduduk yang misterius".

2. Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berupaya memberikan gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian ini tidak bertujuan untuk menguji hipotesis atau membuat prediksi, melainkan mendeskripsikan keadaan yang ada.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau membedakannya dengan fenomena yang lain".

Abdullah (2015:29) menjelaskan bahwa "Penelitian deskriptif adalah desain penelitian yang disusun dalam rangka memberikan gambaran secara sistematis tentang informasi ilmiah yang berasal dari subyek atau obyek penelitian".

Nurdin dan Hartati (2019:62) menyatakan bahwa "Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang mencoba memberikan gambaran keadaan masa sekarang secara mendalam dan merupakan studi pendahuluan yang dapat digunakan sebagai informasi untuk penelitian deskriptif".

3. Eksplanatif

Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua fenomena atau lebih. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan "mengapa" suatu fenomena terjadi, bukan sekadar mendeskripsikan apa yang terjadi.

Siyoto dan Sodik (2015:17) menjelaskan bahwa "Penelitian eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih. Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi (keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak".

Abdullah (2015:80) mengemukakan bahwa "Format eksplanasi dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya, atau menjelaskan hubungannya, perbedaan atau pengaruh suatu variabel terhadap yang lain".

Hardani dkk. (2020:248) menyatakan bahwa "Penelitian eksplanatif dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel dengan variabel yang lain".

4. Verifikatif

Penelitian verifikatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran atau memverifikasi hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengecek keakuratan temuan yang telah ada serta menguji validitas teori yang telah dikemukakan.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian verifikatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena".

Abdullah (2015:82) menjelaskan bahwa "Penelitian verifikasi dalam penelitian kuantitatif adalah penelitian untuk memverifikasi (mengecek) kebenaran hasil suatu penelitian terdahulu apakah hasil penelitian itu benar atau keliru".

Sembiring dkk. (2023:4) menyatakan bahwa "Penelitian verifikatif bertujuan untuk memverifikasi kebenaran hasil penelitian sebelumnya, sehingga mengecek validitas dan keakuratan temuan yang telah ada".

5. Pengembangan

Penelitian pengembangan atau research and development (R&D) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan atau menyempurnakan produk, model, atau pendekatan tertentu berdasarkan temuan penelitian sebelumnya. Penelitian ini menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan dalam praktik.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian pengembangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan".

Abdullah (2015:82) menjelaskan bahwa "Penelitian pengembangan adalah penelitian yang ditujukan untuk mengkaji atau mengembangkan temuan-temuan penelitian sebelumnya atau teori-teori penelitian yang sudah ada, baik untuk keperluan ilmu pengetahuan murni, maupun untuk keperluan ilmu pengetahuan terapan".

Sembiring dkk. (2023:4) menyatakan bahwa "Penelitian developmental dilakukan terhadap hasil uji coba suatu produk dengan tujuan untuk mengembangkannya agar menjadi lebih baik".

B. Berdasarkan Pendekatan

1. Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial dan perilaku manusia. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data berupa kata-kata atau gambar, serta menganalisis data secara induktif untuk menemukan makna di balik fenomena yang diteliti.

Siyoto dan Sodik (2015:27) menjelaskan bahwa "Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah".

Abdussamad (2021:iii) mengemukakan bahwa "Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi".

Salim dan Syahrum (2012:41) menyatakan bahwa "Penelitian kualitatif adalah suatu jenis pendekatan penelitian dalam ilmu sosial yang menggunakan paradigma alamiah, berdasarkan teori fenomenologis untuk meneliti masalah sosial dalam suatu kawasan dari segi latar dan cara pandang obyek yang diteliti secara holistic".

2. Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang menekankan pada pengukuran dan analisis data numerik. Penelitian ini menggunakan metode statistik untuk menguji hipotesis, mengukur variabel, dan menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.

Siyoto dan Sodik (2015:26) mengemukakan bahwa "Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu".

Abdullah (2015:73) menjelaskan bahwa "Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam".

Nurdin dan Hartati (2019:61) menyatakan bahwa "Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta, bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan ukuran objektif dan menggunakan data kuantitatif atau yang dikuantitatifkan".

3. Mix-Method

Penelitian campuran atau mixed methods adalah pendekatan penelitian yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, valid, dan objektif terhadap masalah penelitian.

Sembiring dkk. (2023:115) menjelaskan bahwa "Penelitian campuran adalah pendekatan inovatif dalam penelitian, di mana Creswell dan Clark menyebutnya sebagai desain penelitian yang melibatkan asumsi filosofis dan berfungsi sebagai metode inquiry. Metodologi penelitian campuran ini menggabungkan asumsi filosofis yang membimbing pengumpulan dan analisis data, mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam berbagai fase proses penelitian".

Hardani dkk. (2020:117) mengemukakan bahwa "Metode penelitian kombinasi kuantitatif-kualitatif difokuskan pada pengumpulan dan analisis data, menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Tujuannya adalah mencapai hasil penelitian yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif daripada menggunakan satu pendekatan saja".

Abdussamad (2021:117) menyatakan bahwa "Penelitian mixed method merupakan kombinasi metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Penggabungan metode ini dilakukan secara bersama-sama dalam suatu penelitian untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif".

C. Berdasarkan Tempat dan Waktu

1. Lapangan

Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara langsung di lokasi atau tempat terjadinya fenomena yang diteliti. Penelitian ini memungkinkan peneliti untuk mengamati dan mengumpulkan data secara langsung dari sumbernya dalam konteks yang sebenarnya.

Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian lapangan adalah penelitian yang menggunakan data dan informasi yang langsung ditemukan dilapangan".

Nurdin dan Hartati (2019:87) menjelaskan bahwa "Penelitian Lapangan (Field Research) paling sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial khususnya, karena lapangan dalam arti kehidupan dimasyarakat yang begitu luas dan tak terbatas itu merupakan laboratorium raksasa yang menyediakan berbagai fenomena menarik yang tidak habis-habisnya untuk diteliti".

Salim dan Syahrum (2012:66) menyatakan bahwa "Penelitian lapangan menuntut kehadiran peneliti di lokasi kajiannya, yang kajiannya itu mungkin berupa suatu kelompok masyarakat kecil, masyarakat terpencil, atau bagian dari masyarakat yang besar, dalam waktu yang relatif panjang".

2. Kepustakaan

Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal, dokumen, dan laporan penelitian. Penelitian ini tidak memerlukan turun langsung ke lapangan, melainkan menganalisis data yang telah tersedia dalam bentuk tertulis.

Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang mengambil setting perpustakaan sebagai tempat penelitian dan dengan obyek penelitian bahan-bahan kepustakaan. Biasanya penelitian kepustakaan ini menghasilkan kesimpulan tentang kecenderungan sebuah teori yang digunakan dari waktu ke waktu, perkembangan sebuah paradigma, dan pendekatan ilmu pengetahuan tertentu".

Abdullah (2015:86) menjelaskan bahwa "Penelitian kepustakaan atau library research, yaitu penelitian dengan menggunakan data dan informasi yang sudah ada dalam literatur".

Sembiring dkk. (2023:155) menyatakan bahwa "Studi literatur adalah komponen kunci dalam penelitian yang melibatkan pemilihan teori untuk menjawab rumusan masalah. Kajian literatur merangkum teori-teori yang relevan dengan tema penelitian, membantu mengorganisir temuan penelitian sebelumnya, dan memperlihatkan hubungan masalah penelitian dengan konteks pengetahuan yang lebih luas".

3. Laboratorium

Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilakukan dalam lingkungan terkontrol, di mana peneliti dapat memanipulasi variabel dan mengamati efeknya secara langsung. Penelitian ini umumnya dilakukan dalam ilmu-ilmu alam dan eksakta, tetapi dapat juga diterapkan dalam ilmu sosial dengan setting laboratorium tertentu.

Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan yang terkendali. Penelitian laboratorium dalam ilmu-ilmu sosial memang berbeda dengan ilmu-ilmu alam, dalam laboratorium ilmu-ilmu sosial manusia itu tidak hanya dilihat sebagai obyek penelitian, tetapi juga sebagai subyek penelitian".

Abdullah (2015:87) menjelaskan bahwa "Penelitian laboratorium ini umumnya lebih banyak dilakukan oleh ilmu-ilmu alam seperti biologi, kimia, fisika, dan lainnya, dan seiring dengan berkembangnya pendekatan-pendekatan dalam ilmu-ilmu sosial maka peneliti ilmu-ilmu sosial pun bisa dilakukan dilaboratorium ilmu sosial, seperti laboratorium bahasa".

Sembiring dkk. (2023:9) menyatakan bahwa "Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilakukan dalam lingkungan terkontrol yang memungkinkan peneliti untuk memanipulasi variabel dan mengamati efeknya secara langsung".

4. Longitudinal

Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dalam jangka waktu yang panjang dengan mengikuti perkembangan subjek penelitian secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan dan perkembangan yang terjadi pada subjek penelitian dari waktu ke waktu.

Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian longitudinal adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau sesuatu hal dalam seluruh periode waktu, atau tahapan perkembangan".

Abdullah (2015:83) menjelaskan bahwa "Penelitian Longitudinal adalah penelitian yang meneliti sebuah gejala yang terus berlangsung. Penelitian ini memerlukan keaktifan peneliti mencatat secara rutin kemajuan yang didapat oleh obyek penelitian. Penelitian ini memerlukan waktu yang lama, tenaga dan biaya yang banyak".

Nurdin dan Hartati (2019:83) menyatakan bahwa "Longitudinal Method berarti penelitian menentukan subyek dan diikuti perkembangannya dalam waktu yang lama. Sebelum mulai pengamatannya, peneliti melakukan pengukuran terhadap subyek secara cermat dan teliti, sehingga diketahui kondisi awal dari subyek yang diteliti, dan pada akhirnya dapat diketahui perkembangannya secara pasti setelah selang beberapa kurun waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan peneliti".

5. Cross-Sectional

Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai kelompok atau sampel yang berbeda pada satu titik waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan antar kelompok atau melihat hubungan antar variabel pada saat yang bersamaan.

Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau sesuatu hal dalam satu titik waktu tertentu".

Abdullah (2015:83) menjelaskan bahwa "Penelitian Cross Sectional adalah penelitian yang tidak menggunakan obyek penelitian yang sama tetapi dalam waktu yang bersamaan. Penelitian Cross Sectional ini boleh dikatakan merupakan kompromi antara one-shot method (menembak satu kali terhadap kasus), dan penelitian longitudinal (menembak beberapa kali) terhadap kasus yang sama".

Sembiring dkk. (2023:98) menyatakan bahwa "Penelitian Cross-Sectional adalah penelitian yang secara tidak langsung mengukur sifat dan tingkat yang sama dengan mengambil sampel yang berbeda dari tingkatan atau studi kecenderungan untuk menentukan pola perubahan masa lalu yang dapat meramalkan kondisi masa depan".

D. Berdasarkan Rancangan

1. Korelasional

Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan manipulasi terhadap variabel tersebut. Penelitian ini mengukur tingkat keeratan hubungan dan arah hubungan antar variabel yang diteliti.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih".

Abdullah (2015:30) menjelaskan bahwa "Desain penelitian korelasi adalah desain penelitian yang dibuat untuk meneliti bagaimana kemungkinan hubungan terjadi antar variabel dengan memperhatikan besaran koefisien korelasi. Dalam desain penelitian korelasi ini ada upaya dari peneliti untuk menentukan tingkat hubungan antar variabel yang berbeda antara satu variabel dengan variabel yang lain".

Sembiring dkk. (2023:89) menyatakan bahwa "Penelitian korelasional merupakan jenis penelitian yang melibatkan perbandingan antara dua objek atau lebih. Tujuan utama penelitian korelasional adalah menolong menjelaskan pentingnya tingkah laku manusia atau untuk meramalkan suatu hasil".

2. Kausal-Komparatif

Penelitian kausal-komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan membandingkan dua kelompok atau lebih yang telah mengalami perlakuan atau kondisi yang berbeda. Penelitian ini mencari penyebab atau efek dari perbedaan yang ada pada kelompok-kelompok tersebut.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara membandingkan dua kelompok atau lebih".

Nurdin dan Hartati (2019:68) menjelaskan bahwa "Penelitian kausal komparatif dapat menentukan penyebab, efek, atau konsekuensi yang ada diantara dua kelompok atau beberapa kelompok. Penelitian ini diawali dengan mencatat perbedaan diantara dua kelompok, dan selanjutnya mencari kemungkinan penyebab, efek, atau konsekuensi".

Sembiring dkk. (2023:100) menyatakan bahwa "Penelitian kausal-komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan membandingkan dua kelompok atau lebih yang telah mengalami perlakuan atau kondisi yang berbeda".

3. Eksperimental

Penelitian eksperimental adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji pengaruh suatu perlakuan (treatment) terhadap variabel tertentu dengan mengontrol variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil. Penelitian ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan tentang hubungan sebab-akibat secara lebih meyakinkan.

Siyoto dan Sodik (2015:31) mengemukakan bahwa "Penelitian eksperimen merupakan satu-satunya penelitian yang akurat/ teliti dibandingkan dengan penelitian yang lain dalam menentukan hubungan sebab-akibat. Hal ini karena dalam penelitian ini peneliti berdaya dan dapat melakukan pengawasan terhadap variabel bebas baik sebelum maupun selama penelitian".

Abdullah (2015:31) menjelaskan bahwa "Metode eksperimen adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat (kausalitas) antara satu variabel dengan lainnya (variabel X dan variabel Y). Untuk menjelaskan hubungan kausalitas ini, peneliti harus melakukan kontrol dan pengukuran yang sangat cermat terhadap variabel-variabel penelitiannya".

Nurdin dan Hartati (2019:91) menyatakan bahwa "Penelitian Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan hal-hal atau variabel-variabel tertentu melalui upaya memanipulasi variabel-variabel tersebut atau hubungan diantara variabel tersebut, untuk mengetahui hubungan, pengaruh atau perbedaan diantara variabel tersebut".

4. Tindakan

Penelitian tindakan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah praktis dalam situasi tertentu melalui siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari praktisi atau peneliti dalam proses perbaikan.

Siyoto dan Sodik (2015:18) mengemukakan bahwa "Penelitian aksi (tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini umumnya dilakukan dengan eksperimen tindakan dan mengamati hasilnya; berdasarkan hasil tersebut disusun persyaratan solusi".

Sembiring dkk. (2023:239) menjelaskan bahwa "Penelitian tindakan adalah suatu metode penelitian yang melibatkan intervensi atau tindakan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk memperbaiki atau meningkatkan situasi atau masalah tertentu dalam konteks praktis. Tujuan utamanya adalah untuk mencapai perubahan positif atau peningkatan dalam suatu tindakan atau situasi yang sedang diteliti".

Nurdin dan Hartati (2019:91) menyatakan bahwa "Penelitian tindakan mencoba mengembangkan keterampilan baru, pendekatan baru, atau informasi yang berguna bagi peneliti dan sekelompok orang yang menjadi target group penelitian. Penelitian ini diawali dengan suatu rencana tindakan, tindakan, observasi dan refleksi".

E. Berdasarkan Bidang Ilmu

1. Pendidikan

Penelitian pendidikan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang pendidikan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, mengembangkan teori pembelajaran, atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan.

Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di bidang pendidikan merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis spesialisasi dan interest".

Salim dan Syahrum (2012:16) menjelaskan bahwa "Penelitian dalam bidang pendidikan sangat penting dalam meningkatkan mutu pengembangan teori-teori dalam sains untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan".

Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian pendidikan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, mengembangkan teori pembelajaran, atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan".

2. Sosial

Penelitian sosial adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji fenomena sosial, perilaku manusia, dan interaksi sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan berbagai masalah sosial serta memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.

Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di bidang sosial merupakan penelitian yang mengkaji fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat".

Nurdin dan Hartati (2019:87) menjelaskan bahwa "Penelitian sosial adalah penelitian yang mengkaji fenomena sosial dalam kehidupan masyarakat, termasuk perilaku manusia, interaksi sosial, dan berbagai masalah sosial".

Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian sosial bertujuan untuk memahami dan menjelaskan berbagai masalah sosial serta memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut".

3. Kesehatan

Penelitian kesehatan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang kesehatan untuk mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode pengobatan, atau meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini dapat dilakukan di laboratorium, klinik, atau masyarakat.

Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di bidang kesehatan merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis spesialisasi dan interest, seperti penelitian di bidang kedokteran".

Hardani dkk. (2020:80) menjelaskan bahwa "Penelitian kesehatan bertujuan untuk mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode pengobatan, atau meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan".

Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian kesehatan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang kesehatan untuk mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode pengobatan, atau meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan".

4. Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ekonomi dan bisnis adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji masalah-masalah ekonomi dan bisnis, seperti perilaku konsumen, kinerja perusahaan, kebijakan ekonomi, dan strategi bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi dan rekomendasi bagi pelaku ekonomi dan bisnis.

Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di bidang ekonomi dan bisnis merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis spesialisasi dan interest".

Abdullah (2015:75) menjelaskan bahwa "Penelitian bisnis dapat diartikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh informasi guna memecahkan masalah bisnis atau mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan bisnis dengan menggunakan metode ilmiah, logis, runtut, dan dapat direplikasi".

Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian ekonomi dan bisnis bertujuan untuk memberikan solusi dan rekomendasi bagi pelaku ekonomi dan bisnis".

F. Berdasarkan Penggunaannya

1. Murni

Penelitian murni adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teori tanpa memperhatikan kegunaan praktisnya secara langsung. Penelitian ini sering dilakukan dalam lingkungan laboratorium yang dapat dikendalikan dengan ketat.

Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian murni dimaksudkan sebagai penelitian yang untuk mengembangkan teori tertentu dalam konteks keilmuan, dan hasil penelitiannya tidak dimaksudkan untuk diaplikasikan dimasyarakat. Penelitian murni ini biasanya dilakukan pada ilmu-ilmu murni seperti: matematika, fisika, kimia, dan biologi".

Sembiring dkk. (2023:2) menjelaskan bahwa "Penelitian murni, menurut definisi Jujun S. Suriasumantri, adalah upaya penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum diketahui. Fokus utama penelitian murni adalah mengembangkan teori tanpa mempertimbangkan kegunaan praktis".

Salim dan Syahrum (2012:16) menyatakan bahwa "Penelitian murni adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teori tanpa memperhatikan kegunaan praktisnya secara langsung".

2. Terapan

Penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk memecahkan masalah praktis dengan menggunakan pengetahuan ilmiah yang sudah ada. Penelitian ini berorientasi pada aplikasi dan pemanfaatan hasil penelitian untuk kepentingan praktis.

Siyoto dan Sodik (2015:18) mengemukakan bahwa "Penelitian terapan adalah penelitian yang mengaplikasikan teori di masyarakat, dan biasanya digunakan untuk ilmu-ilmu terapan seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, politik, hukum, komunikasi, dan lain-lain. Penelitian terapan ini merupakan penelitian untuk mendapatkan jawaban atau informasi guna memecahkan masalah secara praktis".

Sembiring dkk. (2023:2) menjelaskan bahwa "Penelitian terapan memiliki tujuan untuk menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan untuk memecahkan masalah praktis. Dalam pandangan Jujun S. Suriasumantri, penelitian terapan bertujuan untuk menggunakan pengetahuan ilmiah yang sudah ada untuk menanggulangi masalah-masalah kehidupan praktis".

Abdullah (2015:89) menyatakan bahwa "Penelitian Terapan adalah penelitian yang mengaplikasikan teori di masyarakat, dan biasanya digunakan untuk ilmu-ilmu terapan seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, politik, hukum, komunikasi, dan lain-lain".

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, M. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.

Hardani, Ahyar, H., Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., ... & Auliya, N. H. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group.

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.

Salim, & Syahrum. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif: Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial, Keagamaan dan Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media.

Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir, M., & Tjahyadi, I. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan Praktik). Karawang: CV Saba Jaya Publisher.

Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.