PENDEKATAN KUALITATIF, KUANTITATIF, DAN MIX-METOD KUALITATIF & KUANTITATIF
A.
Pendekatan Kualitatif
Penelitian kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang
menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial dan perilaku
manusia dalam konteks alamiahnya. Pendekatan ini tidak menggunakan prosedur
statistik atau kuantifikasi, melainkan fokus pada makna, konsep, definisi,
karakteristik, metafora, simbol, dan pemaparan segala sesuatu.
Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang
digunakan untuk memahami suatu fenomena secara mendalam berdasarkan kondisi
alamiah dan perspektif subjek yang diteliti. Siyoto dan Sodik (2015:27)
menjelaskan bahwa “Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk
memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya
perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang
alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.”
Sejalan dengan hal tersebut, Abdussamad (2021:iii) menegaskan bahwa
“Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai
instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis
data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna
daripada generalisasi.” Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak berfokus
pada angka, tetapi pada pemahaman terhadap makna, pengalaman, perilaku, dan
kondisi suatu fenomena secara menyeluruh.
Tujuan utama penelitian kualitatif adalah memahami fenomena dari
sudut pandang partisipan, menggambarkan realitas yang kompleks, serta menemukan
makna yang terdapat di balik suatu fenomena. Siyoto dan Sodik (2015:17)
menyatakan bahwa “Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami
fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Partisipan
adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan
data, pendapat, pemikiran, persepsinya.”
Penelitian kualitatif memiliki beberapa karakteristik utama, yaitu
dilakukan dalam kondisi alamiah, peneliti menjadi instrumen utama, lebih
menekankan proses daripada hasil, menggunakan analisis data secara induktif,
serta memberikan perhatian terhadap makna yang dimiliki subjek penelitian. Jenis
penelitian kualitatif antara lain studi kasus, fenomenologi, etnografi,
grounded theory, dan studi naratif. Dalam bidang olahraga dan PJOK, pendekatan
ini dapat digunakan untuk mengkaji pengalaman guru dalam menerapkan Kurikulum
Merdeka, budaya olahraga tradisional masyarakat, atau motivasi siswa dalam
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Subjek dalam penelitian kualitatif umumnya disebut informan atau
partisipan karena mereka memberikan informasi yang mendalam mengenai fenomena
yang diteliti. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara, observasi,
dan dokumentasi. Wawancara digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari
informan, observasi dilakukan dengan mengamati fenomena atau perilaku di
lapangan, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung berupa
dokumen, foto, catatan, maupun karya tertentu. Instrumen utama penelitian
kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Abdussamad (2021:85) menyatakan bahwa
“Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian
adalah peneliti itu sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen
berfungsi menetapkan focus penelitian, memilih informan sebagai sumber data,
melakukan pengumpulan data, meneliti kualitas data, analisis data, menafsirkan
data, dan membuat kesimpulan atas temuannya.”
Analisis data kualitatif dilakukan secara induktif dan dapat
berlangsung sejak sebelum penelitian di lapangan, selama proses pengumpulan
data, hingga setelah data terkumpul. Data yang diperoleh dari wawancara,
observasi, dan dokumentasi kemudian diorganisasikan, dikategorikan,
ditafsirkan, dan disusun untuk memperoleh kesimpulan. Keabsahan data dapat
diperiksa melalui kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan
konfirmabilitas. Kelebihan pendekatan kualitatif terletak pada kemampuannya
memberikan pemahaman yang mendalam terhadap pengalaman manusia dan fenomena
yang kompleks, sedangkan kekurangannya adalah proses penelitian relatif
membutuhkan waktu, analisisnya lebih kompleks, dan hasilnya tidak selalu dapat
digeneralisasikan secara luas.
Contoh judul pendekatan Kualitatif:
- Persepsi Guru PJOK disekolah SMAN 2 Pematangsiantar terhadap penerapan senam anak Indonesia hebat (SAIH)
- Tingkat Motivasi Siswa SMAN 2 Pematangsiantar dalam Mengikuti Pembelajaran PJOK
- Identifikasi Faktor Kegagalan Atlet Sepak Bola Tim Proka FC Pada Ajang Kejuaran Piala Gubernur Sumatera Utara 2026
B.
Pendekatan Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif merupakan pendekatan penelitian yang
menggunakan data berbentuk angka dan analisis statistik untuk menjelaskan
hubungan, perbedaan, pengaruh, atau kondisi suatu variabel. Siyoto dan Sodik
(2015:26) menjelaskan bahwa “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan
sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme,
digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random,
pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat
kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan.” Oleh karena itu, penelitian kuantitatif lebih menekankan
pengukuran yang objektif, penggunaan instrumen yang terstruktur, serta analisis
statistik untuk memperoleh kesimpulan berdasarkan data yang telah dikumpulkan.Tujuan
penelitian kuantitatif pada umumnya adalah mengukur variabel, menguji
hipotesis, mengetahui hubungan atau pengaruh antarvariabel, serta memperoleh
kesimpulan yang dapat diberlakukan pada populasi tertentu. Penelitian
kuantitatif memiliki karakteristik berupa desain penelitian yang jelas dan
terstruktur sejak awal, penggunaan instrumen penelitian, data berbentuk angka,
sampel yang sesuai dengan karakteristik populasi, serta analisis data
menggunakan statistik.
Beberapa jenis penelitian kuantitatif yang umum digunakan adalah
penelitian deskriptif, korelasional, eksperimen, ex post facto, dan survei.
Dalam penelitian olahraga dan PJOK, pendekatan kuantitatif dapat digunakan
untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric terhadap kemampuan lompat jauh, hubungan
tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi belajar PJOK, atau efektivitas metode
pembelajaran tertentu terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian kuantitatif menggunakan variabel sebagai unsur penting
dalam penelitian. Variabel bebas atau independen merupakan variabel yang
memengaruhi atau menjadi penyebab perubahan pada variabel lain, sedangkan
variabel terikat atau dependen merupakan variabel yang dipengaruhi oleh
variabel bebas. Siyoto dan Sodik (2015:24) menjelaskan bahwa “Variabel bebas
sering disebut independent, variabel stimulus, prediktor, antecedent. Variabel
bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau
timbulnya variabel terikat.” Sementara itu, variabel terikat dijelaskan sebagai
“variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel
bebas.”
Dalam penelitian kuantitatif
juga dikenal populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan subjek atau
objek yang menjadi sasaran penelitian, sedangkan sampel merupakan sebagian dari
populasi yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
Pengumpulan data kuantitatif dapat dilakukan menggunakan angket
atau kuesioner, tes, observasi terstruktur, dan pengukuran. Instrumen
penelitian digunakan sebagai alat untuk memperoleh data secara sistematis dan
objektif. Sebelum digunakan, instrumen perlu diperiksa melalui uji validitas
dan reliabilitas untuk memastikan bahwa instrumen mampu mengukur variabel yang
dimaksud secara tepat dan konsisten. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis
menggunakan statistik deskriptif maupun statistik inferensial. Statistik
deskriptif digunakan untuk menggambarkan data yang diperoleh, sedangkan
statistik inferensial digunakan untuk menganalisis data sampel dan menarik
kesimpulan yang berkaitan dengan populasi.
Siyoto dan Sodik (2015:38) menjelaskan bahwa “Statistik
inferensial, sering juga disebut statistic induktif atau statistic
probabilitas, adalah teknik statistic yang digunakan untuk menganalisis data
sampel dan hasilnya diberlakukan utuk populasi.”Secara umum, pendekatan
kuantitatif memiliki kelebihan berupa proses penelitian yang sistematis,
terstruktur, pengukuran yang lebih objektif, serta memungkinkan hasil
penelitian diterapkan pada populasi apabila persyaratan generalisasi terpenuhi.
Namun, pendekatan ini lebih menekankan keluasan data dan hubungan
antarvariabel sehingga tidak selalu mampu menggambarkan pengalaman atau makna
suatu fenomena secara mendalam. Siyoto dan Sodik (2015:28) menjelaskan bahwa
“Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, (bukan
kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan
variabel yang terbatas.” Oleh karena itu, pemilihan pendekatan penelitian perlu
disesuaikan dengan tujuan dan karakteristik masalah yang ingin dikaji.
Contoh judul penelitian Pendekatan Kuantitatif
- Evaluasi Daya Tahan Otot Pada Atlet Angkat Besi PELATDA Aceh 2026
- Hubungan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dan Prestasi Belajar PJOK Siswa Kelas XII SMAN 2 Pematangsiantar
- Pengaruh Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Shooting Pada Atlet Sepak Bola Tim Proka FC
C.
Pendekatan Mix-Metod Kualitatif & Kuantitatif
Penelitian campuran atau mixed methods merupakan pendekatan
penelitian yang mengintegrasikan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu
penelitian untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu
masalah. Sembiring dkk. (2023:116) menjelaskan bahwa “Penelitian campuran
adalah pendekatan inovatif dalam penelitian, di mana Creswell dan Clark
menyebutnya sebagai desain penelitian yang melibatkan asumsi filosofis dan
berfungsi sebagai metode inquiry.
Metodologi penelitian campuran ini menggabungkan asumsi filosofis
yang membimbing pengumpulan dan analisis data, mengintegrasikan pendekatan
kualitatif dan kuantitatif dalam berbagai fase proses penelitian.” Sugiyono
(2016) dalam Sembiring dkk. (2023:116) juga menegaskan bahwa “metode ini menggabungkan
metode penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan data yang lebih
komprehensif, valid, reliabel, dan objektif.” Dengan demikian, mixed methods
digunakan ketika suatu masalah penelitian membutuhkan data angka sekaligus
penjelasan yang lebih mendalam mengenai pengalaman, kondisi, atau alasan yang
melatarbelakanginya.
Pendekatan ini berkembang sebagai upaya mengatasi keterbatasan
penelitian kualitatif dan kuantitatif jika digunakan secara terpisah. Sembiring
dkk. (2023:120) menjelaskan bahwa “Mixed Methods research hadir sebagai
paradigma baru untuk menemukan titik temu dan mengatasi pertikaian antara dua
metode penelitian sebelumnya (Samsu, 2021:162).” Tujuan utamanya adalah
menghasilkan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap masalah penelitian.
Sembiring dkk. (2023:123) menyatakan bahwa “Asumsi dasar penelitian metode
campuran adalah kemampuannya untuk memberikan jawaban yang lebih komprehensif
terhadap pertanyaan penelitian daripada hanya menggunakan metode kuantitatif
atau kualitatif saja (Creswell & Plano, 2017).”
Penggabungan kedua pendekatan dapat dilakukan untuk memperoleh
komplementaritas, pengembangan, inisiasi, ekspansi, dan triangulasi. Greene
(1989) dalam Sembiring dkk. (2023:124) merangkum tujuan tersebut sebagai
“komplementaritas (peningkatan dan klarifikasi hasil), pengembangan
(menggunakan hasil satu metode untuk mendukung penggunaan metode lain),
inisiasi (mencari area ketidaksesuaian untuk inovasi), ekspansi (memperluas
jangkauan penelitian), dan triangulasi (menguatkan temuan dengan data dari
kedua metode).”
Dalam pelaksanaannya, penelitian mixed methods memiliki
karakteristik berupa penggunaan data kualitatif dan kuantitatif, adanya
penentuan prioritas salah satu atau kedua pendekatan, serta pengaturan urutan
penelitian secara berurutan maupun bersamaan.
Model yang umum digunakan adalah sequential explanatory, yaitu
kuantitatif kemudian kualitatif; sequential exploratory, yaitu kualitatif
kemudian kuantitatif; concurrent embedded, yaitu kedua metode digunakan secara
bersamaan dengan salah satu metode lebih dominan; dan concurrent triangulation,
yaitu kedua metode digunakan secara bersamaan dengan bobot yang relatif
seimbang. Sembiring dkk. (2023:132) menjelaskan bahwa “Model Sequential seperti
yang dijelaskan oleh Creswell (2009), merujuk pada suatu prosedur penelitian di
mana hasil penelitian dari satu metode dikembangkan lebih lanjut dengan
menggunakan metode lainnya. Pendekatan ini disebut 'sequential' karena
penggunaan metode tersebut dikombinasikan secara berurutan.”
Sementara itu, pada model concurrent, “Metode kombinasi model
campuran adalah suatu prosedur penelitian di mana peneliti menggabungkan data
kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan analisis yang komprehensif guna
menjawab masalah penelitian. Dalam tipe sequential, penggabungan metode
dilakukan secara berurutan dalam waktu yang berbeda, sementara dalam tipe
Concurrent, penggabungan dilakukan secara bersamaan” (Sembiring dkk.,
2023:133).
Secara umum, tahapan penelitian campuran meliputi perumusan
masalah, kajian pustaka, pengembangan instrumen, penentuan subjek atau sampel,
pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, analisis masing-masing data,
penggabungan hasil, pembahasan, dan penarikan kesimpulan akhir. Dalam bidang
olahraga dan PJOK, pendekatan ini dapat digunakan untuk meneliti efektivitas
suatu model pembelajaran sekaligus memahami pengalaman dan motivasi siswa
selama mengikuti pembelajaran.
Kelebihan mixed methods adalah kemampuannya memberikan hasil yang
lebih luas, mendalam, dan saling melengkapi karena temuan dari satu metode
dapat diperkuat atau dijelaskan oleh metode lainnya. Sembiring dkk. (2023:148)
menjelaskan bahwa “Penelitian mixed method dianggap sebagai solusi yang tepat
untuk mengatasi masalah penelitian yang memerlukan penggunaan metode kuantitatif
dan kualitatif secara bersamaan atau berurutan. Dengan pendekatan ini, hasil
dari satu metode dapat diperkuat oleh dukungan metode lain, meningkatkan
kekuatan penelitian.
Kelebihan lainnya adalah kemampuan untuk menjawab masalah
penelitian yang lebih luas dan komprehensif, serta mengatasi kelemahan
masing-masing metode.” Namun, pendekatan ini membutuhkan kemampuan peneliti
dalam menguasai dua metode, waktu dan biaya yang lebih besar, serta proses
analisis dan integrasi data yang lebih kompleks. Dengan demikian, mixed methods
tepat digunakan ketika penelitian tidak cukup dijelaskan hanya melalui angka
atau hanya melalui uraian pengalaman, tetapi membutuhkan integrasi keduanya
untuk memperoleh gambaran masalah yang lebih utuh.
Contoh judul penelitian Pendekatan Mix-metod:
- Efektivitas Model Pembelajaran Teaching Games For Understanding (TGfU) terhadap Peningkatan Keterampilan Bermain Sepak Bola dan Motivasi Belajar Siswa SMAN 2 Pematangsiantar.
- Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran PJOK Berbasis Aplikasi Mobile di SDN 095560 Karang Sari
- Dampak Program Latihan Fisik terhadap Kebugaran Jasmani dan Kesejateraan Psikologis Atlet Sepak Bola Tim Proka FC.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. (2015). Metodologi
Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Abdussamad, Z. (2021). Metode
Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.
Hardani, Ahyar, H., Andriani, H.,
Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., ... & Auliya, N. H. (2020).
Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu
Group.
Nurdin, I., & Hartati, S.
(2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Salim, & Syahrum. (2012).
Metodologi Penelitian Kualitatif: Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial,
Keagamaan dan Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media.
Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir,
M., & Tjahyadi, I. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan
Praktik). Karawang: CV Saba Jaya Publisher.
Siyoto, S., & Sodik, M. A.
(2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media Publishing.










