Kehidupan Aril

Almamater Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Senam Massal

Senam Massal di Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala.

Lhok Mata Ie Beach

Pantai Lhok Mata Ie Di Banda Aceh.

Furious FC

Tim Sepakbola Mahasiswa PJKR USK Let 24.

Gunung Sibayak

Kawah Gunung Sibayak 2212 MDPL.

Muaythai

Seni Wai Kru Individu MuayThai pada Pra PORA ACEH.

POLDA ACEH

Senam Massal Bersama POLDA ACEH.

Bukit Gundul

Sabana Bukit Gundul 1972 MDPL di puncak Sipiso-piso.

Proka FC

Tim Futsal dan Sepakbola Pematangsiantar.

ROHIS SMAN 2 PEMATANGSIANTAR

Organisasi Keagamaan Islam di SMAN 2 Pematangsiantar.

Tuesday, March 18, 2025

Pembelajaran Senam dan Ritmik Dasar.

Ujian Tengah Semester MK Pembelajaran Senam dan Ritmik Dasar.

1.   Jelaskan perbedaan mendasar antara senam ketangkasan dan senam ritmik dalam hal teknik dasar dan manfaatnya bagi tubuh. Berikan contoh gerakan dari masing-masing jenis senam dan analisis bagaimana gerakan tersebut mempengaruhi sistem muskuloskeletal!

Jawaban :

Senam ketangkasan dan senam ritmik merupakan dua cabang senam yang memiliki perbedaan signifikan dalam hal teknik dasar dan manfaatnya bagi tubuh. Senam ketangkasan (gymnastics) berfokus pada keseimbangan, kekuatan, dan koordinasi tubuh melalui gerakan seperti guling depan, guling belakang, handstand, dan salto. Gerakan ini memerlukan keterampilan fisik yang tinggi serta kontrol otot yang baik. Manfaat utama dari senam ketangkasan adalah meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, kelenturan, serta daya tahan fisik.

Di sisi lain, senam ritmik (rhythmic gymnastics) lebih menekankan pada keindahan gerakan yang selaras dengan irama musik. Gerakan dalam senam ritmik sering kali dilakukan dengan menggunakan alat seperti pita, bola, atau simpai. Fokus utama dari senam ini adalah meningkatkan koordinasi tubuh, fleksibilitas, serta ritme gerakan. Salah satu contohnya adalah ayunan pita, yang melibatkan kombinasi gerakan lengan dan tubuh secara harmonis.

Dari segi dampak terhadap sistem muskuloskeletal, senam ketangkasan lebih banyak memberikan tekanan pada tulang dan otot, sehingga membantu meningkatkan kepadatan tulang dan kekuatan otot. Sementara itu, senam ritmik lebih banyak melibatkan peregangan dan fleksibilitas, yang membantu mencegah cedera otot dan meningkatkan mobilitas sendi.

Referensi:
Kompas.com. (2021). Senam: Sejarah, pengertian, jenis, dan teknik dasar. Diakses dari Kompas.com.
Liputan6.com. (2025). Tujuan senam ritmik: Manfaat dan teknik dasar untuk kebugaran. Diakses dari Liputan6.com.

 

2.    Dalam sebuah sesi latihan senam dasar, seorang mahasiswa mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan guling depan (forward roll), guling belakang (back roll). Identifikasi kemungkinan penyebab kesulitan tersebut dan berikan solusi yang dapat diterapkan agar mahasiswa tersebut dapat melakukan gerakan dengan baik dan aman.

Jawaban :

Dalam sesi latihan senam dasar, beberapa mahasiswa sering mengalami kesulitan saat melakukan gerakan guling depan (forward roll) dan guling belakang (back roll). Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kesulitan ini, di antaranya faktor fisik, psikologis, dan teknis.

Faktor fisik yang sering menjadi penyebab adalah kurangnya kekuatan otot inti dan kelenturan tubuh, terutama di bagian punggung, leher, dan perut. Tanpa kekuatan dan fleksibilitas yang cukup, tubuh akan kesulitan untuk melakukan gerakan guling secara sempurna. Selain itu, faktor psikologis, seperti rasa takut jatuh atau kurangnya kepercayaan diri, juga dapat mempengaruhi performa dalam melakukan gerakan ini.

Dari segi teknik, kesalahan seperti posisi kepala yang terlalu kaku, dorongan tubuh yang kurang kuat, atau kesalahan sudut tumpuan juga sering menjadi penyebab utama kesulitan dalam guling depan dan belakang. Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa dapat melakukan beberapa latihan tambahan seperti latihan plank dan sit-up untuk memperkuat otot inti, serta melakukan peregangan secara rutin untuk meningkatkan fleksibilitas. Selain itu, menggunakan bantuan instruktur dan berlatih dengan matras yang lebih empuk juga dapat membantu dalam mengatasi rasa takut serta meningkatkan kenyamanan saat berlatih.

Referensi:
Mahmudah, I., Darmawan, A., & Aliriad, H. (2022). Faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran senam lantai guling depan. Diakses dari journal.unugiri.ac.id.

 

3.    Anda diminta untuk membuat sebuah rangkaian gerakan senam dasar yang dapat digunakan untuk meningkatkan koordinasi dan fleksibilitas tubuh. Buatlah minimal 5 kombinasi gerakan yang dapat dilakukan dalam satu rangkaian dan jelaskan alasan pemilihan gerakan tersebut.

Jawaban :

Untuk meningkatkan koordinasi dan fleksibilitas tubuh, diperlukan serangkaian gerakan senam dasar yang dilakukan secara sistematis. Berikut adalah lima kombinasi gerakan yang dapat diterapkan dalam satu rangkaian latihan:

  • Pemanasan Dinamis – Melakukan gerakan seperti jalan di tempat, lompat tali, atau jogging ringan selama 5–10 menit untuk meningkatkan suhu tubuh dan mempersiapkan otot.
  • Peregangan Aktif – Melakukan peregangan dinamis pada otot utama seperti paha, bahu, dan punggung untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengurangi risiko cedera.
  • Guling Depan (Forward Roll) – Latihan ini membantu meningkatkan kelenturan tulang belakang dan koordinasi gerakan tubuh.
  • Handstand dengan Bantuan Dinding – Melatih kekuatan lengan, bahu, dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
  • Bridge (Jembatan) – Gerakan ini meningkatkan fleksibilitas punggung serta memperkuat otot perut dan punggung bawah.

Rangkaian ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, serta koordinasi tubuh secara progresif. Dengan melakukan latihan ini secara rutin, tubuh akan lebih siap untuk melakukan berbagai jenis gerakan senam lainnya dengan lebih baik.

Referensi:
Universitas Negeri Malang. (2018). Bentuk-bentuk dasar gerakan senam. Diakses dari fik.um.ac.id.

 

4. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang kurang memberikan pembelajaran senam secara maksimal dalam mata pelajaran PJOK. Analisis faktor-faktor yang menyebabkan hal ini terjadi dan berikan rekomendasi strategis agar senam dasar dapat diajarkan dengan lebih efektif di sekolah-sekolah.

Jawaban :

Meskipun senam merupakan bagian penting dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), banyak sekolah masih belum mengajarkan senam secara maksimal. Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya kompetensi guru, serta rendahnya minat siswa terhadap senam.

Kurangnya fasilitas seperti matras, ruang latihan yang memadai, dan alat bantu lainnya menjadi hambatan utama dalam pengajaran senam di sekolah. Selain itu, beberapa guru PJOK mungkin belum mendapatkan pelatihan yang cukup mengenai metode pengajaran senam yang efektif, sehingga sulit untuk menyampaikan materi dengan baik. Faktor lain yang juga berpengaruh adalah rendahnya motivasi siswa, yang seringkali menganggap senam sebagai kegiatan yang sulit atau membosankan.

Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran senam di sekolah, beberapa strategi dapat diterapkan, seperti penyediaan fasilitas yang lebih baik, pelatihan guru untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajar senam, serta mengadaptasi metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Mengintegrasikan senam dengan permainan atau menggunakan musik sebagai pendukung dapat menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan minat siswa dalam berlatih senam.

Referensi:

Poetra, A. (2024). Tantangan di balik pembelajaran olahraga di sekolah: Mengapa aktivitas fisik anak terancam?. Diakses dari https://po.teknokrat.ac.id/tantangan-di-balik-pembelajaran-olahraga-di-sekolah-mengapa-aktivitas-fisik-anak-terancam/

Siregar, E. (2023). Permasalahan guru penjas di sekolah dan solusinya. Diakses dari https://id.scribd.com/document/410738826/Permasalahan-Guru-Penjas-Di-Sekolah-Dan-Solusinya

 

5.  Bandingkan senam lantai dengan senam aerobik dalam hal manfaat fisiologis dan psikologis. Berdasarkan analisis Anda, mana yang lebih cocok untuk diterapkan sebagai program olahraga wajib bagi siswa sekolah dasar? Jelaskan alasan pilihan Anda dengan didukung teori atau referensi yang relevan.

Jawaban :

Senam lantai dan senam aerobik adalah dua jenis aktivitas fisik yang sering diajarkan di sekolah dasar, masing-masing memiliki manfaat fisiologis dan psikologis yang unik bagi siswa.

Manfaat Fisiologis:

·    Senam Lantai: Melibatkan gerakan seperti guling depan, handstand, dan jembatan yang dapat meningkatkan kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, dan koordinasi motorik siswa. Latihan ini juga berkontribusi pada pengembangan daya tahan otot dan kelenturan tubuh secara keseluruhan.

·   Senam Aerobik: Melibatkan gerakan berirama yang dilakukan secara terus-menerus dengan intensitas sedang hingga tinggi, seperti melompat, berjalan di tempat, dan gerakan tarian sederhana. Aktivitas ini efektif dalam meningkatkan kesehatan kardiovaskular, kapasitas paru-paru, serta membantu dalam pengendalian berat badan dan peningkatan kebugaran umum.

Manfaat Psikologis:

·    Senam Lantai: Mendorong siswa untuk mengatasi tantangan fisik, meningkatkan rasa percaya diri, disiplin, dan kemampuan untuk fokus. Proses belajar dan menguasai gerakan baru dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan memberikan perasaan pencapaian.

·     Senam Aerobik: Karena sering dilakukan dalam kelompok dan diiringi musik, senam aerobik dapat meningkatkan suasana hati, mengurangi stres, dan meningkatkan interaksi sosial antar siswa. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan konsentrasi melalui stimulasi aliran darah ke otak.

 

Dengan ini dapat disimpulkan bahwa Kedua jenis senam ini memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa sekolah dasar. Senam lantai lebih menekankan pada pengembangan keterampilan motorik dan kekuatan fisik, sementara senam aerobik lebih berfokus pada peningkatan kebugaran kardiovaskular dan kesejahteraan psikologis. Kombinasi keduanya dalam kurikulum pendidikan jasmani dapat memberikan manfaat holistik bagi perkembangan fisik dan mental siswa.

Referensi:

Universitas Negeri Malang. (2018). Bentuk-bentuk dasar gerakan senam. Diakses dari https://fik.um.ac.id/wp-content/uploads/2018/07/senam-dasar3-gabunganOK.pdf

Aku dan Kau. (2023). Manfaat senam anak SD untuk tumbuh kembang dan kesehatan mental. Diakses dari https://www.akudankau.co.id/artikel/6-plus/manfaat-senam-anak-sd

Institut Pendidikan Indonesia Garut. (2024). Modul pembelajaran mata kuliah PJOK, PGSD IPI Garut. Diakses dari https://pgsd.institutpendidikan.ac.id/wp-content/uploads/2024/11/Modul-Pembelajaran-Mata-Kuliah-PJOK-PGSD-IPI-Garut.docx.pdf

 

 


Sunday, March 9, 2025

Senam Dasar: Teori, Istilah, dan Teknik Roll Depan

 



Thursday, October 10, 2024

Review Seminar Journalistik


Halo semuannya, hari ini aku mengikuti seminar menulis jurnalistik yang dibawakan oleh bapak Rusmadi, SH.I dan bapak Ariful Usman S.IP. Seminar ini mengajarkan bagaimana menulis berita sesuai kaidah jurnalistik yang benar. Di awal, Pak Ariful menjelaskan pentingnya menulis di era informasi seperti sekarang, di mana berita menyebar dengan cepat dan persaingan antar media sangat ketat. Menulis dengan baik bukan hanya soal keterampilan, tapi juga tentang menyampaikan kebenaran dengan akurat.

Dalam seminar ini, kami belajar banyak hal tentang dasar-dasar dalam menulis berita. Pemateri juga menjelaskan mengapa kita perlu menulis berita. Ternyata, menulis berita memerlukan tiga hal utama: pengetahuan, keterampilan jurnalistik, dan sikap etis. Pengetahuan penting agar kita paham konteks berita yang kita tulis, sementara keterampilan jurnalistik dibutuhkan untuk menyusun informasi dengan baik. Selain itu, sikap etis adalah kunci untuk menjaga integritas dalam menyampaikan berita tanpa bias.

Pak Ariful juga menekankan pentingnya memastikan berita yang kita tulis selalu akurat. Untuk itu, kita harus selalu mengecek atau mencari tau setiap sumber berita yang kita dapat atau kita baca. Berita juga harus lengkap dan seimbang, artinya kita harus menampilkan informasi dari berbagai sudut pandang agar adil dan tidak berat sebelah. Hal ini penting agar pembaca bisa mendapatkan gambaran yang utuh dari berita yang disajikan.

Selain itu, kami membahas tentang kode etik jurnalistik. Wartawan harus jujur dalam menjalankan tugasnya. Mereka bertanggung jawab untuk mencari informasi yang benar dan menyampaikannya kepada publik. Jika kode etik ini dilanggar, wartawan bisa mendapatkan sanksi moral dan reputasinya sebagai jurnalis bisa rusak. Maka, menjaga kepercayaan publik adalah hal yang sangat penting bagi seorang jurnalis.

Sebelum seminar berakhir, Pak Ariful juga memberi tips penting: membaca adalah kunci utama untuk menjadi penulis yang baik. Dengan banyak membaca, kita bisa memperkaya pengetahuan dan memperbaiki teknik menulis kita. Aku pulang dengan semangat untuk terus membaca dan menulis, serta meningkatkan kemampuan jurnalistikku agar bisa menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi orang banyak.




Daily Activity

Hai semuanya, salam kenal! Namaku Aril Dwi Ardana, dan kalian bisa memanggilku Aril atau nama panggilan lain yang kalian suka. Aku berasal dari Pematangsiantar, sebuah kota yang terletak di Sumatera Utara. Meskipun aku tidak tinggal tepat di pusat kota, aku tetap merasa menjadi bagian dari Siantar. Banyak teman-temanku yang berasal dari luar Sumatera Utara seringkali tidak mengenal kota ini. Bahkan setelah aku menjelaskan berkali-kali, mereka masih sering menyebutnya sebagai Medan, yang memang lebih dikenal luas.

Di blog pertamaku ini, aku ingin berbagi cerita tentang pengalaman perkuliahanku. Saat ini, aku menempuh pendidikan di salah satu kampus ternama di Aceh, tepatnya di Banda Aceh, yang sering disebut sebagai Kota Serambi Mekkah. Kampus tempatku menimba ilmu adalah Universitas Syiah Kuala, yang memiliki julukan “Jantong Hatee Rakyat Aceh”. Selama belajar di USK, aku merasakan banyak perubahan positif dalam diriku. Dalam waktu sekitar dua bulan di Banda Aceh, aku sudah mempelajari banyak hal baru.

Pengalaman belajar di USK tidak hanya memperkaya pengetahuanku secara akademis, tetapi juga memberikan banyak pelajaran moral yang berharga. Universitas ini dikenal memiliki dosen-dosen yang sangat berkualitas, dengan hampir semua dosennya memiliki gelar doktor atau S3. Kemampuan dan dedikasi mereka dalam mengajar benar-benar menginspirasiku untuk belajar lebih giat. Aku sendiri kuliah di jurusan Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, yang lebih dikenal sebagai jurusan olahraga dengan fokus utama untuk menjadi guru.

Di jurusan ini, kami tidak hanya diarahkan untuk menjadi guru profesional, tetapi juga dididik untuk menjadi atlet yang berprestasi. Banyak kejuaraan yang telah diraih oleh mahasiswa dari jurusan ini, baik di tingkat daerah maupun nasional. Sebagai contoh, pada PON XXI Aceh-Sumut kemarin, banyak mahasiswa dari jurusan olahraga yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu. Jika ada yang bertanya mengapa aku memilih USK, jawabannya adalah karena universitas ini memiliki reputasi yang unggul.

USK tidak hanya terkenal di Aceh, tetapi juga di kancah nasional dan internasional. Mungkin cukup sekian dulu cerita di blog pertamaku ini. Di blog berikutnya, aku berencana untuk berbagi lebih banyak tentang keseharianku selama menjalani perkuliahan dan aktivitas olahraga yang kulakukan. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca ceritaku ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesuksesan di masa depan. Sampai jumpa di cerita selanjutnya!



Monday, September 30, 2024

Biografi Aril Dwi Ardana

Aril Dwi Ardana
 Nama : Aril Dwi Ardana

Tempat & Tanggal Lahir : Karang Rejo, 14 Juli 2006

Asal : Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia

Anak ke : Ke-2 dari 3 bersaudara

Usia : 18 tahun

Agama : Islam

Status : Mahasiswa

Hobi : Olahraga

Cita-cita : Presiden FIFA

Pendidikan : 

 • RA Darul Hidayah (2011-2012)

 • SDN 095560 Karang Sari (2012-2018)

 • MTsN Pematangsiantar (2018-2021)

 • SMAN 2 Pematangsiantar (2021-2024) 

 • Universitas Syiah Kuala (2024-selesai)

Kewarganegaraan : WNI


Aril Dwi Ardana adalah seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala, sebuah universitas terkemuka yang terletak di Banda Aceh, Indonesia. Lahir di Karang Rejo, sebuah desa kecil di pelosok Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Simalungun, Kecamatan Gunung Maligas, pada 14 Juli 2006, Aril tumbuh dan besar dalam lingkungan pedesaan yang kaya akan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Aril terlahir dari keluarga yang sederhana namun penuh kasih sayang. Ayahnya, Suwandi Pratama, adalah seorang kuli bangunan, dan ibunya, Sutresni, adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Aril memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik laki-laki. Keluarga mereka selalu bersyukur atas segala rezeki yang diberikan Tuhan, dan inilah yang menjadi salah satu fondasi kuat dalam kehidupan Aril.

Sejak usia dini, Aril sudah menunjukkan minat yang kuat dalam berbagai bidang, terutama seni dan olahraga. Bakatnya dalam menggambar, bermain musik, serta kecintaannya terhadap sepak bola sudah terlihat sejak ia masih kecil. Meskipun memiliki bakat di beberapa bidang, Aril akhirnya memilih untuk fokus dan menekuni sepak bola. Minatnya pada olahraga ini bukan sekadar hobi, tetapi juga jalan untuk meraih cita-citanya menjadi Presiden FIFA.

Perjalanan karir Aril di dunia sepak bola dimulai ketika ia berusia 8 tahun. Saat itu, ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) di daerahnya, di mana ia mulai menunjukkan potensi yang luar biasa. Ketekunan dan semangatnya dalam berlatih membuat beberapa pelatih tertarik untuk mengajak Aril bermain dan berkarir di luar desanya. Pada usia 13 tahun, ia mulai bermain bersama tim-tim dari luar kabupaten dan kota, serta mengikuti berbagai kejuaraan baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Pada usia 16 tahun, Aril mencapai titik penting dalam karirnya dengan mengikuti kejuaraan nasional FOSSBI. Meskipun ia gagal meraih gelar juara, pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran berharga dan semakin memperkuat tekadnya untuk terus maju.

Selain berprestasi di bidang olahraga, Aril juga tidak melupakan pendidikan akademiknya. Ia dikenal sebagai siswa yang tekun dan berprestasi di sekolah, aktif dalam berbagai organisasi seperti Pramuka, Rohis, dan ekstrakurikuler futsal. Kecintaannya pada seni juga terlihat dari partisipasinya dalam kegiatan musik, seni qasidah, dan MTQ. Di lingkungan masyarakat, Aril aktif dalam organisasi Remaja Masjid, kepemudaan di kecamatannya, serta organisasi seni di kampung halamannya.

Cita-cita Aril untuk menjadi Presiden FIFA bukanlah sekadar mimpi kosong. Ia menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, ia sangat tekun belajar selama di SMA, hingga berhasil menjadi salah satu siswa eligibel di SMAN 2 Pematangsiantar. Meskipun sempat mengalami kegagalan saat ditolak oleh Universitas Negeri Medan, Aril tidak menyerah. Usahanya akhirnya terbayar ketika ia diterima di Universitas Syiah Kuala, yang dikenal sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia.

Motivasi terbesar Aril datang dari kedua orang tuanya, yang telah berjuang keras untuk membesarkan dirinya dan kedua saudaranya. Ia bertekad untuk merubah nasib keluarganya dan mewujudkan impian besarnya. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Aril memulai
langkah-langkah penting menuju masa depan yang ia impikan.