Kehidupan Aril

Almamater Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

Senam Massal

Senam Massal di Lapangan Tugu Universitas Syiah Kuala.

Lhok Mata Ie Beach

Pantai Lhok Mata Ie Di Banda Aceh.

Furious FC

Tim Sepakbola Mahasiswa PJKR USK Let 24.

Gunung Sibayak

Kawah Gunung Sibayak 2212 MDPL.

Muaythai

Seni Wai Kru Individu MuayThai pada Pra PORA ACEH.

POLDA ACEH

Senam Massal Bersama POLDA ACEH.

Bukit Gundul

Sabana Bukit Gundul 1972 MDPL di puncak Sipiso-piso.

Proka FC

Tim Futsal dan Sepakbola Pematangsiantar.

ROHIS SMAN 2 PEMATANGSIANTAR

Organisasi Keagamaan Islam di SMAN 2 Pematangsiantar.

Cerita

Showing posts with label Perencanaan Penjas. Show all posts
Showing posts with label Perencanaan Penjas. Show all posts

Monday, June 15, 2026

16: UJIAN AKHIR SEMESTER

 

Ujian Akhir Semester (UAS) Perencanaan Pembelajaran Penjas Materi Senam Irama Bersama Bapak Drs. Abdurrahman, M.Kes

Hari itu, suasana kampus terlihat lebih ramai dari biasanya. Tepat pada pukul 14.00 WIB, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani telah berkumpul di ruang kuliah untuk mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Penjas yang diampu oleh Bapak Drs. Abdurrahman, M.Kes. Berbeda dengan ujian pada umumnya yang hanya menguji teori, kali ini ujian lebih menekankan pada kemampuan mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan materi senam irama.

Sejak beberapa menit sebelum ujian dimulai, mahasiswa terlihat membuka kembali catatan mereka mengenai perencanaan pembelajaran, perangkat pembelajaran, model permainan, serta berbagai aktivitas yang dapat diterapkan dalam pembelajaran senam irama. Sebagai calon guru PJOK, mereka dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Tepat pukul 14.00 WIB, Bapak Abdurrahman memasuki ruangan. Beliau menyapa mahasiswa dan mempersilakan seluruh peserta ujian untuk duduk dengan tertib.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seluruh mahasiswa.

Sebelum membagikan soal, beliau menyampaikan pesan singkat.

"Hari ini saya ingin melihat bagaimana kalian menghubungkan teori perencanaan pembelajaran dengan praktik di lapangan. Anggaplah kalian adalah guru PJOK yang sedang mempersiapkan pembelajaran senam irama di sekolah."

Kalimat tersebut membuat mahasiswa semakin memahami arah soal yang akan diberikan.

Membahas Definisi Perencanaan Pembelajaran Penjas

Setelah lembar soal dibagikan, mahasiswa mulai membaca soal pertama yang meminta mereka menjelaskan definisi perencanaan pembelajaran Penjas dalam konteks pembelajaran senam irama.

Aril mulai menuliskan jawabannya dengan hati-hati. Ia menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran Penjas merupakan proses sistematis dalam merancang kegiatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Dalam materi senam irama, perencanaan diperlukan untuk mengatur tahapan pembelajaran mulai dari pengenalan gerak dasar, latihan koordinasi gerak dengan irama musik, hingga evaluasi keterampilan peserta didik.

Ia juga menambahkan bahwa tanpa perencanaan yang baik, pembelajaran senam irama akan sulit berjalan secara terarah karena guru tidak memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola kegiatan pembelajaran.

Menjelaskan Kerangka Perangkat Pembelajaran dan RPP

Sekitar pukul 14.20 WIB, mahasiswa mulai mengerjakan soal kedua yang membahas kerangka perangkat pembelajaran dan RPP.

Dalam jawabannya, Aril menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran merupakan dokumen yang digunakan guru sebagai pedoman dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Perangkat tersebut meliputi Program Tahunan, Program Semester, Silabus atau ATP, Modul Ajar/RPP, bahan ajar, media pembelajaran, serta instrumen asesmen.

Kemudian ia menjelaskan bagaimana RPP atau modul ajar untuk materi senam irama disusun. Misalnya, tujuan pembelajaran dapat berupa kemampuan peserta didik melakukan rangkaian gerak langkah dasar senam irama sesuai ketukan musik. Pada bagian kegiatan pembelajaran, guru harus merancang aktivitas pendahuluan, inti, dan penutup yang sesuai dengan karakteristik materi.

Menurut Aril, penyusunan perangkat pembelajaran yang baik akan membantu guru mengelola pembelajaran senam irama secara lebih sistematis dan menarik.

Menentukan Model dan Bentuk Permainan Pemanasan

Memasuki pukul 14.45 WIB, mahasiswa mulai mengerjakan soal ketiga yang meminta mereka menjelaskan model dan bentuk permainan pemanasan yang sesuai dengan materi senam irama.

Soal ini cukup menarik karena mahasiswa harus berpikir kreatif dalam menghubungkan permainan dengan tujuan pembelajaran.

Aril menuliskan beberapa contoh permainan pemanasan. Salah satunya adalah permainan "Ikuti Iramaku". Dalam permainan ini, guru memutar musik dengan tempo tertentu, kemudian peserta didik mengikuti berbagai gerakan sederhana sesuai irama yang diberikan. Ketika musik berhenti, peserta didik harus berhenti pada posisi tertentu yang diperintahkan guru.

Ia juga menjelaskan permainan "Tepuk dan Gerak", yaitu permainan di mana peserta didik melakukan gerakan tertentu sesuai jumlah tepukan yang diberikan guru. Permainan ini bertujuan meningkatkan konsentrasi, koordinasi, dan kesiapan fisik sebelum memasuki materi inti senam irama.

Menurutnya, permainan pemanasan harus mampu meningkatkan suhu tubuh, mempersiapkan otot, sekaligus menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan.

Bentuk dan Model Permainan Individu untuk Gerak Non-Lokomotor dan Lokomotor

Pukul 15.00 WIB, mahasiswa mulai mengerjakan soal keempat yang berkaitan dengan bentuk dan model permainan individu untuk pemahaman gerak non-lokomotor dan lokomotor dalam senam irama.

Aril menjelaskan bahwa gerak non-lokomotor dalam senam irama meliputi mengayun tangan, memutar badan, membungkuk, meregangkan tubuh, dan menjaga keseimbangan.

Untuk mengembangkan pemahaman individu terhadap gerak non-lokomotor, ia mengusulkan permainan "Patung Irama". Dalam permainan ini, peserta didik bergerak mengikuti musik dan harus membentuk posisi tertentu ketika musik dihentikan. Aktivitas tersebut melatih keseimbangan, kontrol tubuh, dan fleksibilitas.

Sementara itu, untuk gerak lokomotor seperti berjalan, melangkah, berlari kecil, meloncat, dan berpindah arah mengikuti irama, ia memberikan contoh permainan "Jelajah Irama". Peserta didik bergerak mengelilingi area pembelajaran dengan berbagai pola langkah sesuai tempo musik yang dimainkan.

Melalui permainan tersebut, peserta didik dapat memahami hubungan antara gerakan tubuh dan irama musik secara lebih menyenangkan.

Bentuk dan Model Permainan Berpasangan

Soal terakhir menjadi soal yang paling menantang. Mahasiswa diminta menjelaskan bentuk dan model permainan berpasangan yang mencakup gerak non-lokomotor, lokomotor, dan manipulatif dalam pembelajaran senam irama.

Aril memulai dengan permainan non-lokomotor berpasangan yang disebut "Cermin Gerak Berirama". Dalam permainan ini, satu peserta menjadi pemimpin gerakan dan pasangannya harus meniru setiap gerakan yang dilakukan sesuai ketukan musik.

Untuk gerak lokomotor berpasangan, ia mengusulkan permainan "Langkah Harmoni". Kedua peserta bergerak bersama mengikuti pola langkah tertentu sesuai tempo musik. Tujuannya adalah melatih koordinasi, sinkronisasi, dan kekompakan gerak.

Selanjutnya, untuk gerak manipulatif, ia menjelaskan permainan "Pita Berpasangan". Setiap pasangan menggunakan pita senam sederhana dan melakukan gerakan mengayun, memutar, serta memindahkan pita sesuai irama musik tanpa saling bertabrakan.

Menurut Aril, permainan berpasangan sangat penting dalam pembelajaran senam irama karena dapat meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kemampuan peserta didik dalam menyesuaikan gerakan dengan orang lain.

Akhir Pelaksanaan UAS

Tidak terasa waktu terus berjalan. Jam menunjukkan pukul 15.40 WIB. Sebagian mahasiswa mulai memeriksa kembali jawaban mereka, sementara yang lain masih menyempurnakan beberapa bagian.

Bapak Abdurrahman kemudian mengingatkan,

"Waktu tinggal lima menit lagi. Pastikan semua jawaban telah ditulis dengan lengkap."

Suasana kelas kembali dipenuhi suara lembar jawaban yang dibalik dan mahasiswa yang fokus membaca ulang hasil pekerjaannya.

Tepat pukul 15.45 WIB, beliau menutup pelaksanaan ujian.

"Baik, waktu ujian telah selesai. Silakan kumpulkan lembar jawaban ke depan."

Mahasiswa satu per satu maju mengumpulkan hasil ujian mereka. Meskipun cukup menguras pikiran, mereka merasa puas karena mampu mengaitkan teori perencanaan pembelajaran dengan praktik pembelajaran senam irama yang sesungguhnya.

Sebelum meninggalkan ruangan, Bapak Abdurrahman memberikan pesan terakhir.

"Seorang guru PJOK yang baik bukan hanya mampu mengajarkan gerakan, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Saya berharap ilmu yang kalian pelajari hari ini dapat diterapkan ketika kalian menjadi guru nanti."

Dengan berakhirnya ujian pada pukul 15.45 WIB, mahasiswa meninggalkan kelas dengan membawa pengalaman berharga tentang bagaimana merancang pembelajaran senam irama secara profesional, mulai dari perencanaan, penyusunan perangkat pembelajaran, pengembangan permainan pemanasan, hingga merancang aktivitas individu dan berpasangan yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran.

Monday, June 8, 2026

15: QUIZ DAN SIMULASI UAS

QUIZ DAN SIMULASI UAS DENGAN BAPAK DR. MUHAMMAD IQBAL

Hari itu, suasana di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terasa sedikit berbeda. Matahari siang yang terik mulai bergeser ke arah barat ketika jarum jam menunjukkan pukul 14.00 WIB. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani yang biasanya terlihat santai setelah waktu istirahat siang kini tampak lebih serius. Mereka satu per satu memasuki ruang kuliah sambil membawa laptop, buku catatan, serta berbagai materi yang telah dipelajari selama satu semester.

Hari itu merupakan jadwal perkuliahan bersama Pak Dr. Muhammad Iqbal, dosen yang dikenal tegas, kritis, namun sangat peduli terhadap perkembangan mahasiswanya. Sejak beberapa hari sebelumnya, beliau telah menginformasikan bahwa pertemuan kali ini akan diisi dengan quiz sekaligus simulasi Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi-materi penting yang telah dipelajari.

Ketika seluruh mahasiswa telah berada di dalam kelas, Pak Iqbal memasuki ruangan tepat pukul 14.00 WIB. Beliau mengenakan kemeja biru muda yang rapi dan membawa beberapa lembar berkas serta laptop. Suasana kelas yang sebelumnya masih dipenuhi obrolan perlahan menjadi hening.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh."

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab seluruh mahasiswa serempak.

Pak Iqbal kemudian meletakkan berkas di atas meja dan menyalakan proyektor. Setelah memastikan semua mahasiswa siap mengikuti perkuliahan, beliau membuka kegiatan dengan memberikan motivasi.

"Hari ini kita akan melaksanakan simulasi UAS. Jangan anggap ini sebagai sesuatu yang menakutkan. Anggaplah ini sebagai kesempatan untuk melihat sejauh mana pemahaman kalian terhadap materi yang telah dipelajari selama satu semester. Saya ingin melihat cara berpikir kalian, bukan hanya kemampuan menghafal."

Kalimat tersebut membuat sebagian mahasiswa yang awalnya tegang mulai merasa lebih tenang. Namun demikian, mereka tetap mempersiapkan diri karena mengetahui bahwa pertanyaan dari Pak Iqbal sering kali menuntut analisis yang mendalam.

 

Materi 1: Modifikasi Sarana dan Prasarana dalam Pembelajaran PJOK

Quiz pertama dimulai dengan materi mengenai modifikasi sarana dan prasarana dalam pembelajaran PJOK.

Pak Iqbal menampilkan sebuah foto sekolah yang memiliki lapangan sempit dan fasilitas olahraga yang terbatas. Beliau kemudian memberikan pertanyaan kepada seluruh mahasiswa.

"Jika kalian menjadi guru PJOK di sekolah tersebut, bagaimana cara kalian tetap melaksanakan pembelajaran yang efektif?"

Suasana kelas mulai hidup. Beberapa mahasiswa mengangkat tangan untuk menjawab.

Salah seorang mahasiswa menjelaskan bahwa guru dapat melakukan modifikasi alat dan fasilitas agar pembelajaran tetap berjalan. Misalnya, menggunakan kardus sebagai bet tenis meja, membuat bola kasti dari kertas bekas yang dibungkus lakban, atau menggunakan tali tambang kecil sebagai alat skipping.

Pak Iqbal mengangguk sambil menuliskan poin-poin penting di papan tulis.

"Bagus. Seorang guru PJOK harus kreatif. Keterbatasan sarana bukan alasan untuk tidak mengajar. Justru di situlah kemampuan inovasi seorang guru diuji."

Beliau kemudian memberikan contoh pengalaman beberapa sekolah di daerah terpencil yang mampu melaksanakan pembelajaran PJOK dengan baik meskipun memiliki fasilitas yang sangat sederhana.

Diskusi berlangsung cukup lama. Mahasiswa tidak hanya membahas contoh alat yang dimodifikasi, tetapi juga alasan pedagogis di balik modifikasi tersebut, seperti faktor keamanan, kesesuaian usia peserta didik, efektivitas pembelajaran, dan efisiensi biaya.

Pada sesi ini, mahasiswa mulai menyadari bahwa modifikasi sarana dan prasarana bukan hanya tentang mengganti alat yang mahal dengan alat sederhana, tetapi juga merupakan strategi pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

 

Materi 2: Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), dan Tujuan Pembelajaran (TP)

Setelah quiz pertama selesai, Pak Iqbal melanjutkan simulasi dengan materi yang dianggap cukup menantang oleh sebagian mahasiswa, yaitu CP, ATP, dan TP.

Beliau menampilkan sebuah dokumen Kurikulum Merdeka di layar proyektor.

"Siapa yang bisa menjelaskan hubungan antara CP, ATP, dan TP?"

Beberapa mahasiswa saling berpandangan. Meskipun mereka pernah mempelajari materi tersebut, menjelaskannya secara runtut ternyata tidak mudah.

Pak Iqbal kemudian menunjuk salah seorang mahasiswa untuk menjawab.

Mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi yang harus dicapai peserta didik pada akhir fase pembelajaran. Dari CP tersebut kemudian disusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) sebagai urutan logis pembelajaran yang akan dilaksanakan. Selanjutnya, ATP diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik untuk setiap pertemuan.

"Jawaban yang bagus," ujar Pak Iqbal.

Beliau kemudian memberikan studi kasus mengenai pembelajaran senam irama di SMA. Mahasiswa diminta menyusun CP menjadi ATP dan mengembangkannya menjadi beberapa TP yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini membuat mahasiswa berpikir secara sistematis. Mereka harus mampu menghubungkan capaian yang bersifat umum dengan tujuan pembelajaran yang lebih konkret dan terukur.

Diskusi berlangsung hingga hampir satu jam. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya dan mendapatkan masukan langsung dari Pak Iqbal.

 

Materi 3: Perbandingan Standar Penilaian Kurikulum Merdeka dengan Negara Lain

Menjelang pukul 15.30 WIB, simulasi memasuki materi ketiga, yaitu perbandingan standar penilaian Kurikulum Merdeka dengan negara lain.

Materi ini menjadi salah satu bagian yang paling menarik karena melibatkan perspektif internasional.

Pak Iqbal membuka pembahasan dengan pertanyaan sederhana.

"Mengapa Indonesia perlu mempelajari sistem penilaian negara lain?"

Mahasiswa mulai mengemukakan berbagai pendapat. Ada yang menjawab untuk mencari inspirasi, ada yang mengatakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Pak Iqbal kemudian menjelaskan berbagai sistem penilaian yang digunakan di beberapa negara seperti Finlandia, Jepang, Singapura, dan Australia.

Beliau menjelaskan bahwa Finlandia lebih menekankan perkembangan peserta didik secara holistik dan tidak terlalu bergantung pada ujian standar. Jepang lebih menonjolkan pembentukan karakter dan kedisiplinan, sedangkan Singapura dikenal dengan sistem asesmen yang sangat terstruktur.

Mahasiswa kemudian diminta membandingkan sistem tersebut dengan Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan di Indonesia.

Diskusi menjadi semakin menarik ketika beberapa mahasiswa menyampaikan kritik dan saran terhadap sistem penilaian yang ada. Pak Iqbal memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis dan menyampaikan argumen berdasarkan referensi ilmiah.

Dari sesi ini, mahasiswa memahami bahwa penilaian bukan sekadar memberikan angka, tetapi merupakan alat untuk membantu perkembangan peserta didik secara berkelanjutan.

 

Materi 4: Modul Ajar

Memasuki pukul 16.00 WIB, pembahasan berlanjut pada materi Modul Ajar.

Pak Iqbal membagikan contoh modul ajar PJOK yang telah disusun sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Setiap mahasiswa diminta menganalisis struktur dan isi modul tersebut.

Mahasiswa mempelajari berbagai komponen yang terdapat di dalamnya, mulai dari identitas modul, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, sarana dan prasarana, model pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, hingga asesmen.

Pak Iqbal menjelaskan bahwa modul ajar merupakan panduan yang sangat penting bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran.

"Guru yang baik bukan hanya mampu mengajar, tetapi juga mampu merancang pembelajaran dengan baik melalui modul ajar yang sistematis dan terarah."

Beliau kemudian memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan modul yang sedang mereka analisis.

Mahasiswa terlihat sangat aktif dalam berdiskusi. Beberapa memberikan saran mengenai variasi aktivitas pembelajaran, sementara yang lain mengusulkan pengembangan instrumen asesmen yang lebih komprehensif.

 

Materi 5: Asesmen PJOK

Menjelang akhir perkuliahan, Pak Iqbal memasuki materi terakhir, yaitu Asesmen PJOK.

Beliau menjelaskan bahwa asesmen dalam PJOK memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan mata pelajaran lainnya karena harus mencakup tiga ranah utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Mahasiswa kemudian diberikan sebuah skenario pembelajaran senam lantai. Mereka diminta menyusun instrumen asesmen yang sesuai untuk mengukur kemampuan peserta didik.

Beberapa kelompok membuat rubrik penilaian keterampilan gerak. Kelompok lainnya menyusun lembar observasi sikap dan kerja sama. Ada juga yang merancang asesmen formatif berbasis refleksi diri peserta didik.

Pak Iqbal mengamati setiap kelompok dengan seksama. Sesekali beliau memberikan pertanyaan lanjutan untuk menguji kedalaman pemahaman mahasiswa.

Dari sesi tersebut, mahasiswa belajar bahwa asesmen bukan hanya dilakukan di akhir pembelajaran, tetapi juga selama proses pembelajaran berlangsung.

 

Penutup Simulasi UAS

Waktu menunjukkan pukul 15.45 WIB ketika seluruh rangkaian quiz dan simulasi UAS selesai dilaksanakan. Meskipun lelah, mahasiswa merasa mendapatkan banyak pengalaman dan pemahaman baru.

Sebelum mengakhiri perkuliahan, Pak Iqbal memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa.

"Sebagai calon guru PJOK, kalian harus memahami konsep, mampu menerapkannya, dan mampu menyesuaikannya dengan kondisi nyata di sekolah. Dunia pendidikan selalu berkembang, sehingga kalian juga harus terus belajar dan beradaptasi."

Seluruh mahasiswa menyimak dengan penuh perhatian.

Setelah doa penutup dibacakan, perkuliahan pun berakhir. Mahasiswa keluar dari kelas dengan membawa banyak catatan dan pengalaman berharga. Simulasi UAS yang dimulai pukul 14.00 WIB itu bukan hanya menjadi latihan menghadapi ujian akhir semester, tetapi juga menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai modifikasi sarana dan prasarana PJOK, CP-ATP-TP, perbandingan standar penilaian Kurikulum Merdeka dengan negara lain, modul ajar, serta asesmen PJOK, yang kelak akan menjadi bekal penting ketika mereka terjun sebagai pendidik profesional di dunia pendidikan

 

Monday, May 25, 2026

14: Asessment Penilaian Penjas 2

  

DOKUMEN PENILAIAN RESMI

ASSESSMENT PJOK

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Sistem Penilaian & Penentuan Rangking Kelas  ·  Tahun Ajaran 2025/2026

6

Komponen

100%

Total Bobot

25

Contoh Soal

4

Tingkat Predikat

 

  1.  Komponen Penilaian

Enam komponen dengan total bobot 100% yang menentukan nilai akhir dan rangking peserta didik.

20%

Absensi / Kehadiran

Kedisiplinan hadir dalam pembelajaran

 

20%

UAS

Ujian Akhir Semester (teori & praktik)

 

15%

UTS

Ujian Tengah Semester

 

 

15%

Kognitif

Pemahaman teori dan pengetahuan PJOK

 

15%

Afektif

Sikap, sportivitas, dan kerjasama

 

15%

Psikomotor

Keterampilan gerak dan performa fisik

 

 

RUMUS NILAI AKHIR

NA  =  (Absensi × 0.20)  +  (UAS × 0.20)  +  (UTS × 0.15)

        +  (Kognitif × 0.15)  +  (Afektif × 0.15)  +  (Psikomotor × 0.15)

Keterangan:  Nilai tiap komponen berskala  0 – 100

 

  2.  Kriteria Predikat Nilai

Konversi Nilai Akhir (NA) ke dalam kategori predikat huruf.

A

86 – 100

Sangat Baik

B

71 – 85

Baik

C

56 – 70

Cukup

D

0 – 55

Perlu Bimbingan

 

  3.  Contoh Tabel Rangking Kelas

Contoh perhitungan nilai akhir dan penentuan rangking untuk 5 peserta didik.

Rank

Nama Siswa

Absensi

×20%

UAS

×20%

UTS

×15%

Kognitif

×15%

Afektif

×15%

Psikomotor

×15%

NA

Predikat

1

Arya Pratama

95

90

88

85

92

90

90.55

A

2

Sari Dewi

100

85

82

80

88

84

87.45

A

3

Budi Santoso

90

78

75

72

80

76

78.75

B

4

Rina Kartika

80

72

70

68

75

70

72.65

B

5

Dian Rahmat

70

60

58

62

65

60

62.70

C

 

Contoh Perhitungan — Arya Pratama

NA  =  (95×0.20) + (90×0.20) + (88×0.15) + (85×0.15) + (92×0.15) + (90×0.15)

     =  19 + 18 + 13.2 + 12.75 + 13.8 + 13.5  =  90.25

 

Cara Hitung Nilai Absensi

Nilai Absensi  =  (Jumlah Hadir ÷ Total Pertemuan) × 100

Contoh: Hadir 19 dari 20 pertemuan    (19/20) × 100  =  95

 

  4.  Bank Soal per Komponen

Maksimal 5 contoh soal untuk setiap komponen penilaian.

Soal UAS (Ujian Akhir Semester)

Bobot: 20%  ·  Pilihan Ganda

 

1

Berapa lama durasi pertandingan bola basket resmi dalam satu babak?

A.  8 menit

B.  10 menit

C.  12 menit

D.  15 menit

Kunci: C – 12 menit

2

Apa yang dimaksud dengan "lay-up" dalam permainan bola basket?

A.  Tembakan dari jarak jauh

B.  Tembakan sambil melompat dekat ring dengan satu tangan

C.  Tembakan bebas dari garis penalti

D.  Menggiring bola melewati lawan

Kunci: B

3

Jarak lintasan lari sprint 100 meter ditempuh oleh atlet kelas dunia dalam kisaran waktu...

A.  7 – 8 detik

B.  9 – 10 detik

C.  12 – 13 detik

D.  15 – 16 detik

Kunci: B

4

Dalam permainan sepak bola, berapa jumlah pemain inti dalam satu tim?

A.  9 orang

B.  10 orang

C.  11 orang

D.  12 orang

Kunci: C – 11 orang

5

Komponen kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kemampuan jantung dan paru-paru dalam menyuplai oksigen ke otot disebut...

A.  Kekuatan otot

B.  Kelenturan

C.  Daya tahan kardiorespirasi

D.  Kelincahan

Kunci: C

 

Soal UTS (Ujian Tengah Semester)

Bobot: 15%  ·  Pilihan Ganda

 

1

Berikut ini yang bukan merupakan prinsip latihan kebugaran jasmani adalah...

A.  Overload (beban lebih)

B.  Progression (peningkatan bertahap)

C.  Specificity (kekhususan)

D.  Monotony (kemonotonan)

Kunci: D

2

Teknik dasar dalam renang gaya dada melibatkan gerakan kaki yang menyerupai...

A.  Gerakan kaki katak

B.  Gerakan kaki lumba-lumba

C.  Gerakan kaki bergantian lurus

D.  Gerakan kaki scissor

Kunci: A

3

Tes kebugaran jasmani yang paling umum digunakan untuk mengukur daya tahan aerobik adalah...

A.  Push-up test

B.  Bleep test (Multistage Fitness Test)

C.  Standing broad jump

D.  Sit and reach test

Kunci: B

4

Dalam senam lantai, gerakan yang dilakukan dengan bertumpu pada kedua tangan dan membentuk busur tubuh ke belakang disebut...

A.  Headstand

B.  Handstand

C.  Back walkover

D.  Kayang (Bridge)

Kunci: D – Kayang

5

Pemanasan sebelum berolahraga bertujuan untuk...

A.  Menambah berat badan

B.  Mengurangi keringat saat berolahraga

C.  Mempersiapkan otot dan sendi agar tidak cedera

D.  Menurunkan denyut jantung

Kunci: C

 

Soal Kognitif

Bobot: 15%  ·  Uraian / Essay

 

1

Jelaskan perbedaan antara latihan aerobik dan anaerobik, serta berikan masing-masing satu contoh kegiatan!

Kunci Jawaban: Aerobik = menggunakan oksigen, intensitas sedang-rendah, jangka panjang (contoh: jogging). Anaerobik = tanpa oksigen dominan, intensitas tinggi, jangka pendek (contoh: sprint 100m). Skor max: 20 poin.

2

Sebutkan dan jelaskan 4 komponen kebugaran jasmani yang berkaitan dengan kesehatan (health-related fitness)!

Kunci Jawaban: (1) Daya tahan kardiorespirasi, (2) Kekuatan otot, (3) Ketahanan otot, (4) Kelenturan, (5) Komposisi tubuh. Masing-masing dijelaskan. Skor max: 20 poin.

3

Mengapa pendinginan (cooling down) setelah berolahraga penting dilakukan? Jelaskan minimal 3 manfaatnya!

Kunci Jawaban: Menurunkan detak jantung secara bertahap, mencegah penumpukan asam laktat, mengurangi nyeri otot (DOMS), mencegah pusing. Tiap poin dengan penjelasan: 5 poin.

4

Apa yang dimaksud dengan prinsip FITT dalam penyusunan program latihan olahraga? Jabarkan masing-masing unsurnya!

Kunci Jawaban: F = Frequency (seberapa sering), I = Intensity (seberapa keras), T = Time (durasi), T = Type (jenis latihan). Jawaban lengkap per unsur.

5

Bagaimana dampak kurangnya aktivitas fisik terhadap kesehatan tubuh? Sebutkan minimal 4 dampak negatifnya!

Kunci Jawaban: Obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, osteoporosis, depresi/stres, penurunan kekuatan otot, dll. Tiap dampak dengan penjelasan singkat.

 

Instrumen Penilaian Afektif

Bobot: 15%  ·  Observasi Sikap (Skala 1–4)

 

1

Sportivitas: Peserta didik menerima kekalahan dengan lapang dada dan mengucapkan selamat kepada pemenang.

Kunci Jawaban: 4 = Selalu; 3 = Sering; 2 = Kadang-kadang; 1 = Tidak pernah. Diamati guru saat pertandingan/permainan berlangsung.

2

Kerjasama Tim: Peserta didik aktif berkomunikasi dan mendukung anggota tim selama kegiatan kelompok.

Kunci Jawaban: 4 = Sangat aktif memimpin & mendukung; 3 = Aktif; 2 = Cukup aktif; 1 = Pasif/tidak terlibat.

3

Disiplin: Peserta didik datang tepat waktu, memakai seragam olahraga, dan mengikuti aturan yang berlaku.

Kunci Jawaban: 4 = Selalu memenuhi semua aspek; 3 = Memenuhi 2 aspek; 2 = Memenuhi 1 aspek; 1 = Tidak memenuhi.

4

Tanggung Jawab: Peserta didik menjaga dan mengembalikan peralatan olahraga ke tempat semula setelah digunakan.

Kunci Jawaban: 4 = Selalu mengembalikan dan merawat; 3 = Sering; 2 = Kadang-kadang; 1 = Tidak pernah.

5

Menghargai Perbedaan: Peserta didik tidak membeda-bedakan teman berdasarkan kemampuan fisik atau latar belakang dalam kegiatan PJOK.

Kunci Jawaban: 4 = Selalu inklusif & memotivasi teman; 3 = Sering; 2 = Kadang; 1 = Cenderung eksklusif. Nilai Afektif = (Total Skor ÷ 20) × 100

 

Instrumen Penilaian Psikomotor

Bobot: 15%  ·  Tes Praktik Gerak

 

1

Lari 60 Meter: Peserta didik berlari sejauh 60 meter dengan start jongkok. Ukur waktu tempuh.

Kunci Jawaban: <8 detik = 90–100; 8–9 detik = 75–89; 9–10 detik = 60–74; >10 detik = <60. Dilakukan 2x, ambil waktu terbaik.

2

Dribbling Bola Basket: Peserta didik melakukan dribbling zig-zag melewati 5 cone sejauh 15 meter dan kembali.

Kunci Jawaban: Aspek: (1) Kontrol bola, (2) Kecepatan, (3) Tidak menyentuh cone. Tiap aspek skor 1–4. Nilai = (Total ÷ 12) × 100.

3

Passing Bola Voli: Peserta didik melakukan passing bawah (forearm pass) sebanyak 10 kali ke dinding pada jarak 2 meter.

Kunci Jawaban: 9–10 kali = 90–100; 7–8 kali = 75–89; 5–6 kali = 60–74; <5 kali = <60. Dinilai teknik, posisi, dan konsistensi.

4

Push-Up 1 Menit: Peserta didik melakukan push-up sebanyak mungkin selama 60 detik dengan teknik yang benar.

Kunci Jawaban: Putra: >30=90–100; 21–30=75–89; 11–20=60–74; <11=<60. Putri: >20=90–100; 14–20=75–89; 7–13=60–74; <7=<60.

5

Gerakan Kayang (Senam Lantai): Peserta didik menampilkan gerakan kayang dengan posisi bertahan selama 5 detik.

Kunci Jawaban: (1) Posisi tangan & kaki lurus: 1–4 poin, (2) Punggung membentuk busur penuh: 1–4 poin, (3) Durasi & keseimbangan: 1–4 poin. Nilai = (Total ÷ 12) × 100.