JENIS-JENIS PENELITIAN
A. Berdasarkan Tujuan
1. Eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan jenis penelitian yang bertujuan
untuk menggali dan menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah
diketahui atau masih samar-samar. Penelitian ini bersifat penjajakan awal untuk
memahami suatu fenomena secara lebih mendalam.
Menurut Siyoto dan Sodik (2015:16), "Penelitian eksploratif
adalah penelitian yang bertujuan untuk menggali dan mengumpulkan sebanyak
mungkin data atau informasi tentang suatu masalah yang masih belum jelas atau
masih baru".
Abdullah (2015:81) menjelaskan bahwa "Penelitian eksploratif
merupakan studi penjajakan, terutama sekali dalam pemantapan konsep yang akan
digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih luas dengan jangkauan
konseptual yang lebih besar".
Sembiring dkk. (2023:2) menyatakan bahwa "Penelitian
eksploratif dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa
atau fenomena, seperti penyelidikan terhadap kematian penduduk yang
misterius".
2. Deskriptif
Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berupaya memberikan
gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta,
sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Penelitian ini
tidak bertujuan untuk menguji hipotesis atau membuat prediksi, melainkan
mendeskripsikan keadaan yang ada.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
deskriptif berkaitan dengan pengkajian fenomena secara lebih rinci atau
membedakannya dengan fenomena yang lain".
Abdullah (2015:29) menjelaskan bahwa "Penelitian deskriptif
adalah desain penelitian yang disusun dalam rangka memberikan gambaran secara
sistematis tentang informasi ilmiah yang berasal dari subyek atau obyek
penelitian".
Nurdin dan Hartati (2019:62) menyatakan bahwa "Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang mencoba memberikan gambaran keadaan masa
sekarang secara mendalam dan merupakan studi pendahuluan yang dapat digunakan
sebagai informasi untuk penelitian deskriptif".
3. Eksplanatif
Penelitian eksplanatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
menjelaskan hubungan sebab-akibat antara dua fenomena atau lebih. Penelitian
ini berupaya menjawab pertanyaan "mengapa" suatu fenomena terjadi,
bukan sekadar mendeskripsikan apa yang terjadi.
Siyoto dan Sodik (2015:17) menjelaskan bahwa "Penelitian
eksplanasi mengkaji hubungan sebab-akibat diantara dua fenomena atau lebih.
Penelitian seperti ini dipakai untuk menentukan apakah suatu eksplanasi
(keterkaitan sebab-akibat) valid atau tidak".
Abdullah (2015:80) mengemukakan bahwa "Format eksplanasi
dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya,
atau menjelaskan hubungannya, perbedaan atau pengaruh suatu variabel terhadap
yang lain".
Hardani dkk. (2020:248) menyatakan bahwa "Penelitian
eksplanatif dimaksudkan untuk menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap
populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan atau pengaruh satu variabel
dengan variabel yang lain".
4. Verifikatif
Penelitian verifikatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
menguji kebenaran atau memverifikasi hasil penelitian sebelumnya. Penelitian
ini dilakukan untuk mengecek keakuratan temuan yang telah ada serta menguji
validitas teori yang telah dikemukakan.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
verifikatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji kebenaran suatu
fenomena".
Abdullah (2015:82) menjelaskan bahwa "Penelitian verifikasi
dalam penelitian kuantitatif adalah penelitian untuk memverifikasi (mengecek)
kebenaran hasil suatu penelitian terdahulu apakah hasil penelitian itu benar
atau keliru".
Sembiring dkk. (2023:4) menyatakan bahwa "Penelitian
verifikatif bertujuan untuk memverifikasi kebenaran hasil penelitian
sebelumnya, sehingga mengecek validitas dan keakuratan temuan yang telah
ada".
5. Pengembangan
Penelitian pengembangan atau research and development (R&D)
adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan atau menyempurnakan
produk, model, atau pendekatan tertentu berdasarkan temuan penelitian
sebelumnya. Penelitian ini menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan
dalam praktik.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
pengembangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu
pengetahuan".
Abdullah (2015:82) menjelaskan bahwa "Penelitian pengembangan
adalah penelitian yang ditujukan untuk mengkaji atau mengembangkan
temuan-temuan penelitian sebelumnya atau teori-teori penelitian yang sudah ada,
baik untuk keperluan ilmu pengetahuan murni, maupun untuk keperluan ilmu
pengetahuan terapan".
Sembiring dkk. (2023:4) menyatakan bahwa "Penelitian
developmental dilakukan terhadap hasil uji coba suatu produk dengan tujuan
untuk mengembangkannya agar menjadi lebih baik".
B. Berdasarkan Pendekatan
1. Kualitatif
Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang menekankan
pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial dan perilaku manusia.
Penelitian ini bersifat deskriptif, menggunakan data berupa kata-kata atau
gambar, serta menganalisis data secara induktif untuk menemukan makna di balik
fenomena yang diteliti.
Siyoto dan Sodik (2015:27) menjelaskan bahwa "Penelitian
kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa
yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi,
tindakan, dll secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata
dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah".
Abdussamad (2021:iii) mengemukakan bahwa "Metode penelitian
kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, analisis data bersifat induktif,
dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada
generalisasi".
Salim dan Syahrum (2012:41) menyatakan bahwa "Penelitian
kualitatif adalah suatu jenis pendekatan penelitian dalam ilmu sosial yang
menggunakan paradigma alamiah, berdasarkan teori fenomenologis untuk meneliti
masalah sosial dalam suatu kawasan dari segi latar dan cara pandang obyek yang
diteliti secara holistic".
2. Kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang menekankan
pada pengukuran dan analisis data numerik. Penelitian ini menggunakan metode
statistik untuk menguji hipotesis, mengukur variabel, dan menarik kesimpulan
yang dapat digeneralisasikan pada populasi yang lebih luas.
Siyoto dan Sodik (2015:26) mengemukakan bahwa "Metode
penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi
atau sampel tertentu".
Abdullah (2015:73) menjelaskan bahwa "Penelitian kuantitatif
adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena
serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan
dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang
berkaitan dengan fenomena alam".
Nurdin dan Hartati (2019:61) menyatakan bahwa "Penelitian
kuantitatif adalah penelitian ilmiah. Oleh karena itu penelitian ini
menggunakan metode ilmiah yang memiliki kriteria seperti: berdasarkan fakta,
bebas prasangka, menggunakan prinsip analisa, menggunakan hipotesa, menggunakan
ukuran objektif dan menggunakan data kuantitatif atau yang
dikuantitatifkan".
3. Mix-Method
Penelitian campuran atau mixed methods adalah pendekatan penelitian
yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, valid, dan objektif
terhadap masalah penelitian.
Sembiring dkk. (2023:115) menjelaskan bahwa "Penelitian
campuran adalah pendekatan inovatif dalam penelitian, di mana Creswell dan
Clark menyebutnya sebagai desain penelitian yang melibatkan asumsi filosofis
dan berfungsi sebagai metode inquiry. Metodologi penelitian campuran ini
menggabungkan asumsi filosofis yang membimbing pengumpulan dan analisis data,
mengintegrasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam berbagai fase
proses penelitian".
Hardani dkk. (2020:117) mengemukakan bahwa "Metode penelitian
kombinasi kuantitatif-kualitatif difokuskan pada pengumpulan dan analisis data,
menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Tujuannya adalah mencapai hasil
penelitian yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan objektif daripada
menggunakan satu pendekatan saja".
Abdussamad (2021:117) menyatakan bahwa "Penelitian mixed
method merupakan kombinasi metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.
Penggabungan metode ini dilakukan secara bersama-sama dalam suatu penelitian
untuk mendapatkan data yang lebih komprehensif, valid, reliabel, dan
objektif".
C. Berdasarkan Tempat dan Waktu
1. Lapangan
Penelitian lapangan adalah penelitian yang dilakukan secara
langsung di lokasi atau tempat terjadinya fenomena yang diteliti. Penelitian
ini memungkinkan peneliti untuk mengamati dan mengumpulkan data secara langsung
dari sumbernya dalam konteks yang sebenarnya.
Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian
lapangan adalah penelitian yang menggunakan data dan informasi yang langsung
ditemukan dilapangan".
Nurdin dan Hartati (2019:87) menjelaskan bahwa "Penelitian
Lapangan (Field Research) paling sering dilakukan dalam penelitian ilmu-ilmu
sosial khususnya, karena lapangan dalam arti kehidupan dimasyarakat yang begitu
luas dan tak terbatas itu merupakan laboratorium raksasa yang menyediakan
berbagai fenomena menarik yang tidak habis-habisnya untuk diteliti".
Salim dan Syahrum (2012:66) menyatakan bahwa "Penelitian
lapangan menuntut kehadiran peneliti di lokasi kajiannya, yang kajiannya itu
mungkin berupa suatu kelompok masyarakat kecil, masyarakat terpencil, atau
bagian dari masyarakat yang besar, dalam waktu yang relatif panjang".
2. Kepustakaan
Penelitian kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan
mengkaji berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal, dokumen, dan laporan
penelitian. Penelitian ini tidak memerlukan turun langsung ke lapangan,
melainkan menganalisis data yang telah tersedia dalam bentuk tertulis.
Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian
kepustakaan adalah penelitian yang mengambil setting perpustakaan sebagai
tempat penelitian dan dengan obyek penelitian bahan-bahan kepustakaan. Biasanya
penelitian kepustakaan ini menghasilkan kesimpulan tentang kecenderungan sebuah
teori yang digunakan dari waktu ke waktu, perkembangan sebuah paradigma, dan
pendekatan ilmu pengetahuan tertentu".
Abdullah (2015:86) menjelaskan bahwa "Penelitian kepustakaan
atau library research, yaitu penelitian dengan menggunakan data dan informasi
yang sudah ada dalam literatur".
Sembiring dkk. (2023:155) menyatakan bahwa "Studi literatur
adalah komponen kunci dalam penelitian yang melibatkan pemilihan teori untuk
menjawab rumusan masalah. Kajian literatur merangkum teori-teori yang relevan
dengan tema penelitian, membantu mengorganisir temuan penelitian sebelumnya,
dan memperlihatkan hubungan masalah penelitian dengan konteks pengetahuan yang
lebih luas".
3. Laboratorium
Penelitian laboratorium adalah penelitian yang dilakukan dalam
lingkungan terkontrol, di mana peneliti dapat memanipulasi variabel dan
mengamati efeknya secara langsung. Penelitian ini umumnya dilakukan dalam
ilmu-ilmu alam dan eksakta, tetapi dapat juga diterapkan dalam ilmu sosial
dengan setting laboratorium tertentu.
Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian
laboratorium merupakan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan yang
terkendali. Penelitian laboratorium dalam ilmu-ilmu sosial memang berbeda
dengan ilmu-ilmu alam, dalam laboratorium ilmu-ilmu sosial manusia itu tidak
hanya dilihat sebagai obyek penelitian, tetapi juga sebagai subyek
penelitian".
Abdullah (2015:87) menjelaskan bahwa "Penelitian laboratorium
ini umumnya lebih banyak dilakukan oleh ilmu-ilmu alam seperti biologi, kimia,
fisika, dan lainnya, dan seiring dengan berkembangnya pendekatan-pendekatan
dalam ilmu-ilmu sosial maka peneliti ilmu-ilmu sosial pun bisa dilakukan
dilaboratorium ilmu sosial, seperti laboratorium bahasa".
Sembiring dkk. (2023:9) menyatakan bahwa "Penelitian
laboratorium adalah penelitian yang dilakukan dalam lingkungan terkontrol yang
memungkinkan peneliti untuk memanipulasi variabel dan mengamati efeknya secara
langsung".
4. Longitudinal
Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dalam
jangka waktu yang panjang dengan mengikuti perkembangan subjek penelitian
secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan dan
perkembangan yang terjadi pada subjek penelitian dari waktu ke waktu.
Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian
longitudinal adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau
sesuatu hal dalam seluruh periode waktu, atau tahapan perkembangan".
Abdullah (2015:83) menjelaskan bahwa "Penelitian Longitudinal
adalah penelitian yang meneliti sebuah gejala yang terus berlangsung.
Penelitian ini memerlukan keaktifan peneliti mencatat secara rutin kemajuan
yang didapat oleh obyek penelitian. Penelitian ini memerlukan waktu yang lama,
tenaga dan biaya yang banyak".
Nurdin dan Hartati (2019:83) menyatakan bahwa "Longitudinal
Method berarti penelitian menentukan subyek dan diikuti perkembangannya dalam
waktu yang lama. Sebelum mulai pengamatannya, peneliti melakukan pengukuran
terhadap subyek secara cermat dan teliti, sehingga diketahui kondisi awal dari
subyek yang diteliti, dan pada akhirnya dapat diketahui perkembangannya secara
pasti setelah selang beberapa kurun waktu sesuai dengan waktu yang ditentukan
peneliti".
5. Cross-Sectional
Penelitian cross-sectional adalah penelitian yang dilakukan dengan
mengumpulkan data dari berbagai kelompok atau sampel yang berbeda pada satu
titik waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan
antar kelompok atau melihat hubungan antar variabel pada saat yang bersamaan.
Siyoto dan Sodik (2015:19) mengemukakan bahwa "Penelitian
cross-sectional adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau
sesuatu hal dalam satu titik waktu tertentu".
Abdullah (2015:83) menjelaskan bahwa "Penelitian Cross
Sectional adalah penelitian yang tidak menggunakan obyek penelitian yang sama
tetapi dalam waktu yang bersamaan. Penelitian Cross Sectional ini boleh
dikatakan merupakan kompromi antara one-shot method (menembak satu kali
terhadap kasus), dan penelitian longitudinal (menembak beberapa kali) terhadap
kasus yang sama".
Sembiring dkk. (2023:98) menyatakan bahwa "Penelitian
Cross-Sectional adalah penelitian yang secara tidak langsung mengukur sifat dan
tingkat yang sama dengan mengambil sampel yang berbeda dari tingkatan atau
studi kecenderungan untuk menentukan pola perubahan masa lalu yang dapat
meramalkan kondisi masa depan".
D. Berdasarkan Rancangan
1. Korelasional
Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa melakukan manipulasi
terhadap variabel tersebut. Penelitian ini mengukur tingkat keeratan hubungan
dan arah hubungan antar variabel yang diteliti.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
dua variabel atau lebih".
Abdullah (2015:30) menjelaskan bahwa "Desain penelitian
korelasi adalah desain penelitian yang dibuat untuk meneliti bagaimana
kemungkinan hubungan terjadi antar variabel dengan memperhatikan besaran
koefisien korelasi. Dalam desain penelitian korelasi ini ada upaya dari
peneliti untuk menentukan tingkat hubungan antar variabel yang berbeda antara
satu variabel dengan variabel yang lain".
Sembiring dkk. (2023:89) menyatakan bahwa "Penelitian
korelasional merupakan jenis penelitian yang melibatkan perbandingan antara dua
objek atau lebih. Tujuan utama penelitian korelasional adalah menolong
menjelaskan pentingnya tingkah laku manusia atau untuk meramalkan suatu
hasil".
2. Kausal-Komparatif
Penelitian kausal-komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk
menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan membandingkan dua kelompok atau lebih
yang telah mengalami perlakuan atau kondisi yang berbeda. Penelitian ini
mencari penyebab atau efek dari perbedaan yang ada pada kelompok-kelompok
tersebut.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
kausal komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki
kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara membandingkan dua kelompok atau
lebih".
Nurdin dan Hartati (2019:68) menjelaskan bahwa "Penelitian
kausal komparatif dapat menentukan penyebab, efek, atau konsekuensi yang ada
diantara dua kelompok atau beberapa kelompok. Penelitian ini diawali dengan
mencatat perbedaan diantara dua kelompok, dan selanjutnya mencari kemungkinan
penyebab, efek, atau konsekuensi".
Sembiring dkk. (2023:100) menyatakan bahwa "Penelitian
kausal-komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan
sebab-akibat dengan membandingkan dua kelompok atau lebih yang telah mengalami
perlakuan atau kondisi yang berbeda".
3. Eksperimental
Penelitian eksperimental adalah penelitian yang bertujuan untuk
menguji pengaruh suatu perlakuan (treatment) terhadap variabel tertentu dengan
mengontrol variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi hasil. Penelitian
ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan tentang hubungan
sebab-akibat secara lebih meyakinkan.
Siyoto dan Sodik (2015:31) mengemukakan bahwa "Penelitian
eksperimen merupakan satu-satunya penelitian yang akurat/ teliti dibandingkan
dengan penelitian yang lain dalam menentukan hubungan sebab-akibat. Hal ini
karena dalam penelitian ini peneliti berdaya dan dapat melakukan pengawasan
terhadap variabel bebas baik sebelum maupun selama penelitian".
Abdullah (2015:31) menjelaskan bahwa "Metode eksperimen adalah
metode penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat
(kausalitas) antara satu variabel dengan lainnya (variabel X dan variabel Y).
Untuk menjelaskan hubungan kausalitas ini, peneliti harus melakukan kontrol dan
pengukuran yang sangat cermat terhadap variabel-variabel penelitiannya".
Nurdin dan Hartati (2019:91) menyatakan bahwa "Penelitian
Eksperimen adalah penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan hal-hal atau
variabel-variabel tertentu melalui upaya memanipulasi variabel-variabel
tersebut atau hubungan diantara variabel tersebut, untuk mengetahui hubungan,
pengaruh atau perbedaan diantara variabel tersebut".
4. Tindakan
Penelitian tindakan adalah penelitian yang bertujuan untuk
memecahkan masalah praktis dalam situasi tertentu melalui siklus perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan partisipasi
aktif dari praktisi atau peneliti dalam proses perbaikan.
Siyoto dan Sodik (2015:18) mengemukakan bahwa "Penelitian aksi
(tindakan) dapat meneruskan salah satu tujuan di atas dengan penetapan
persyaratan untuk menemukan solusi dengan bertindak sesuatu. Penelitian ini
umumnya dilakukan dengan eksperimen tindakan dan mengamati hasilnya;
berdasarkan hasil tersebut disusun persyaratan solusi".
Sembiring dkk. (2023:239) menjelaskan bahwa "Penelitian
tindakan adalah suatu metode penelitian yang melibatkan intervensi atau
tindakan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh peneliti untuk memperbaiki
atau meningkatkan situasi atau masalah tertentu dalam konteks praktis. Tujuan
utamanya adalah untuk mencapai perubahan positif atau peningkatan dalam suatu
tindakan atau situasi yang sedang diteliti".
Nurdin dan Hartati (2019:91) menyatakan bahwa "Penelitian
tindakan mencoba mengembangkan keterampilan baru, pendekatan baru, atau
informasi yang berguna bagi peneliti dan sekelompok orang yang menjadi target
group penelitian. Penelitian ini diawali dengan suatu rencana tindakan,
tindakan, observasi dan refleksi".
E. Berdasarkan Bidang Ilmu
1. Pendidikan
Penelitian pendidikan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang
pendidikan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, mengembangkan teori
pembelajaran, atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan.
Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di
bidang pendidikan merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis
spesialisasi dan interest".
Salim dan Syahrum (2012:16) menjelaskan bahwa "Penelitian
dalam bidang pendidikan sangat penting dalam meningkatkan mutu pengembangan
teori-teori dalam sains untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan".
Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian
pendidikan bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, mengembangkan
teori pembelajaran, atau meningkatkan kualitas proses dan hasil
pendidikan".
2. Sosial
Penelitian sosial adalah penelitian yang dilakukan untuk mengkaji
fenomena sosial, perilaku manusia, dan interaksi sosial dalam masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan berbagai masalah sosial
serta memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.
Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di
bidang sosial merupakan penelitian yang mengkaji fenomena sosial dalam
kehidupan masyarakat".
Nurdin dan Hartati (2019:87) menjelaskan bahwa "Penelitian
sosial adalah penelitian yang mengkaji fenomena sosial dalam kehidupan
masyarakat, termasuk perilaku manusia, interaksi sosial, dan berbagai masalah
sosial".
Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian sosial
bertujuan untuk memahami dan menjelaskan berbagai masalah sosial serta
memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut".
3. Kesehatan
Penelitian kesehatan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang
kesehatan untuk mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode
pengobatan, atau meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini
dapat dilakukan di laboratorium, klinik, atau masyarakat.
Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di
bidang kesehatan merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis
spesialisasi dan interest, seperti penelitian di bidang kedokteran".
Hardani dkk. (2020:80) menjelaskan bahwa "Penelitian kesehatan
bertujuan untuk mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode
pengobatan, atau meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan".
Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian
kesehatan adalah penelitian yang dilakukan dalam bidang kesehatan untuk
mengkaji masalah-masalah kesehatan, mengembangkan metode pengobatan, atau
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan".
4. Ekonomi dan Bisnis
Penelitian ekonomi dan bisnis adalah penelitian yang dilakukan
untuk mengkaji masalah-masalah ekonomi dan bisnis, seperti perilaku konsumen,
kinerja perusahaan, kebijakan ekonomi, dan strategi bisnis. Penelitian ini
bertujuan untuk memberikan solusi dan rekomendasi bagi pelaku ekonomi dan
bisnis.
Siyoto dan Sodik (2015:20) mengemukakan bahwa "Penelitian di
bidang ekonomi dan bisnis merupakan penelitian yang disesuaikan dengan jenis
spesialisasi dan interest".
Abdullah (2015:75) menjelaskan bahwa "Penelitian bisnis dapat
diartikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh informasi guna
memecahkan masalah bisnis atau mengembangkan pengetahuan yang berkaitan dengan
bisnis dengan menggunakan metode ilmiah, logis, runtut, dan dapat
direplikasi".
Sembiring dkk. (2023:239) menyatakan bahwa "Penelitian ekonomi
dan bisnis bertujuan untuk memberikan solusi dan rekomendasi bagi pelaku
ekonomi dan bisnis".
F. Berdasarkan Penggunaannya
1. Murni
Penelitian murni adalah penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan dan teori tanpa memperhatikan kegunaan
praktisnya secara langsung. Penelitian ini sering dilakukan dalam lingkungan
laboratorium yang dapat dikendalikan dengan ketat.
Siyoto dan Sodik (2015:17) mengemukakan bahwa "Penelitian
murni dimaksudkan sebagai penelitian yang untuk mengembangkan teori tertentu
dalam konteks keilmuan, dan hasil penelitiannya tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan dimasyarakat. Penelitian murni ini biasanya dilakukan pada
ilmu-ilmu murni seperti: matematika, fisika, kimia, dan biologi".
Sembiring dkk. (2023:2) menjelaskan bahwa "Penelitian murni,
menurut definisi Jujun S. Suriasumantri, adalah upaya penelitian yang bertujuan
untuk menemukan pengetahuan baru yang sebelumnya belum diketahui. Fokus utama
penelitian murni adalah mengembangkan teori tanpa mempertimbangkan kegunaan
praktis".
Salim dan Syahrum (2012:16) menyatakan bahwa "Penelitian murni
adalah penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teori
tanpa memperhatikan kegunaan praktisnya secara langsung".
2. Terapan
Penelitian terapan adalah penelitian yang bertujuan untuk
memecahkan masalah praktis dengan menggunakan pengetahuan ilmiah yang sudah
ada. Penelitian ini berorientasi pada aplikasi dan pemanfaatan hasil penelitian
untuk kepentingan praktis.
Siyoto dan Sodik (2015:18) mengemukakan bahwa "Penelitian
terapan adalah penelitian yang mengaplikasikan teori di masyarakat, dan
biasanya digunakan untuk ilmu-ilmu terapan seperti sosiologi, antropologi,
ekonomi, politik, hukum, komunikasi, dan lain-lain. Penelitian terapan ini
merupakan penelitian untuk mendapatkan jawaban atau informasi guna memecahkan
masalah secara praktis".
Sembiring dkk. (2023:2) menjelaskan bahwa "Penelitian terapan
memiliki tujuan untuk menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu
teori yang diterapkan untuk memecahkan masalah praktis. Dalam pandangan Jujun
S. Suriasumantri, penelitian terapan bertujuan untuk menggunakan pengetahuan
ilmiah yang sudah ada untuk menanggulangi masalah-masalah kehidupan
praktis".
Abdullah (2015:89) menyatakan bahwa "Penelitian Terapan adalah
penelitian yang mengaplikasikan teori di masyarakat, dan biasanya digunakan
untuk ilmu-ilmu terapan seperti sosiologi, antropologi, ekonomi, politik,
hukum, komunikasi, dan lain-lain".
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. (2015). Metodologi
Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Abdussamad, Z. (2021). Metode
Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press.
Hardani, Ahyar, H., Andriani, H.,
Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., ... & Auliya, N. H. (2020). Metode
Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu
Group.
Nurdin, I., & Hartati, S.
(2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia.
Salim, & Syahrum. (2012). Metodologi
Penelitian Kualitatif: Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial, Keagamaan dan
Pendidikan. Bandung: Citapustaka Media.
Sembiring, T. B., Irmawati, Sabir,
M., & Tjahyadi, I. (2023). Buku Ajar Metodologi Penelitian (Teori dan
Praktik). Karawang: CV Saba Jaya Publisher.
Siyoto, S., & Sodik, M. A.
(2015). Dasar Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Literasi Media
Publishing.

0 comments:
Post a Comment