Kehidupan Aril

Cerita

Monday, May 4, 2026

11: Perbandingan Standar Penilaian PJOK: Kurikulum Merdeka vs Berbagai Negara

 

Perbandingan Standar Penilaian PJOK: Kurikulum Merdeka vs Berbagai Negara

A.    🇮🇩 Indonesia — Kurikulum Merdeka

Dasar hukumnya adalah Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, yang mengubah istilah penilaian dari era K-13 (Penilaian Harian, Penilaian Tengah Semester, PAS/PAT) menjadi dua bentuk utama: Penilaian Formatif dan Penilaian Sumatif. Prinsip-prinsip penilaian PJOK Kurikulum Merdeka:

  • Penilaian dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar. Laporan kemajuan bersifat sederhana dan informatif, serta hasil penilaian digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Prosedur penilaian meliputi: perumusan tujuan penilaian, pemilihan instrumen, pelaksanaan, pengolahan, dan pelaporan hasil penilaian. Domain penilaian mencakup tiga ranah:
  • Tes Sikap (Afektif) — dinilai selama siswa melakukan pembelajaran; Tes Pengetahuan (Kognitif) — penilaian tertulis; serta Keterampilan (Psikomotor) — mencakup aspek seperti kerjasama, kejujuran, dan keterampilan gerak olahraga. 

Struktur penilaian berbasis fase:

  • Pada Kurikulum Merdeka, penilaian dilakukan dalam 2 jenis yakni formatif dan sumatif, dengan setiap lingkup materi dinilai berdasarkan tujuan pembelajaran yang ditetapkan pada masing-masing fase. Penilaian Praktik (Psikomotor) adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas. Instrumen yang digunakan berupa lembar pengamatan observasi dengan daftar cek list maupun skala penilaian.  

B.     🇺🇸 Amerika Serikat — SHAPE America Standards 2024

SHAPE America merilis standar baru Pendidikan Jasmani Nasional pada Maret 2024, setelah proses revisi multi-tahun yang dimulai sejak 2021. Standar ini digunakan oleh negara bagian dan distrik sekolah lokal untuk mengembangkan kurikulum dan panduan asesmen mereka. Perubahan utama dari standar 2013:

  • Terdapat empat perubahan penting: perluasan istilah physical literacy menjadi physical literacy journey; pergeseran dari grade-level outcomes ke grade-span learning indicators yang memuat learning progressions; dan perubahan dari lima standar menjadi empat standar
  • Standar 2024 mencakup domain pembelajaran psikomotor, kognitif, afektif, dan sosial — dirancang agar guru dapat membangun pengalaman belajar yang relevan dan sesuai perkembangan untuk semua peserta didik preK–12. 

Karakteristik utama: Berfokus pada equity, akses, dan inklusi. Tidak bersifat wajib nasional karena AS menganut desentralisasi pendidikan — setiap negara bagian mengadaptasinya sendiri.

 

C.    🇦🇺 Australia — ACARA HPE v9.0

Australian Curriculum menetapkan achievement standards sebagai kerangka referensi tetap dengan bahasa bersama untuk menggambarkan pencapaian siswa. Di Queensland, standar pencapaian merupakan standar C yang dinilai pada skala lima poin (A–E).

Struktur kurikulum:

  • Kurikulum HPE Australia diorganisasikan dalam dua strand (jalur): Personal, Social and Community Health dan Movement and Physical Activity. Setiap strand memuat sub-strands dan content descriptions. Achievement Standards ditetapkan di akhir setiap band, yaitu di akhir Foundation, Tahun 2, 4, 6, 8, dan 10. Guru membuat penilaian berbasis pertimbangan menyeluruh (on-balance judgment). 

Pendekatan:

  • Kurikulum HPE Australia bergeser dari model berbasis risiko menjadi pendekatan berbasis kekuatan (strengths-based approach), mengakui bahwa semua anak memiliki potensi dan minat yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. 

 

D.    🇫🇮 Finlandia — Kurikulum Nasional 2016

Finlandia memiliki kurikulum nasional yang mencakup tujuan pembelajaran, alokasi waktu per mata pelajaran, dan panduan asesmen, dengan skala penilaian 1–10, di mana nilai 5 merupakan batas lulus. 

Standar penilaian:

  • Untuk memastikan penilaian yang adil, ditetapkan kriteria penilaian nasional untuk nilai 5, 7, 8 ("baik") dan 9 di akhir kelas 6 dan 9. 
  • Dalam kriteria penilaian PJOK akhir kelas 6 di Finlandia, siswa harus memiliki kemampuan refleksi sebagai prasyarat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru. Kurikulum 2016 mendorong pergeseran menuju kurikulum berbasis kompetensi yang menempatkan keberagaman sebagai sumber daya positif. 
  • Dalam mata pelajaran seperti seni, musik, dan pendidikan jasmani, penilaian bersifat lebih subjektif — bergantung pada evaluasi guru terhadap usaha, perkembangan, dan bakat siswa. Guru didorong menggunakan pertimbangan profesional mereka. Terjadi pergeseran menuju self-assessment dan peer-assessment (assessment as learning) dan pembelajaran cara memberikan umpan balik (feedback).  

E.     🇯🇵 Jepang

Pada tingkat dasar dan menengah pertama, rapor siswa Jepang lebih dipengaruhi oleh perilaku daripada nilai ujian — siswa dinilai dari cara mereka memberi salam, kerapian, dan interaksi dengan lingkungan sekitar. Nilai ujian tidak berdampak pada kenaikan kelas hingga ujian masuk SMA. Untuk PJOK, penilaian mencakup kemampuan gerak fisik dan aktivitas kooperatif. Namun asesmen nasional (NAAA) yang diadministrasikan di kelas 6 dan 9 hanya mencakup matematika, bahasa Jepang, sains, dan bahasa Inggris — tidak termasuk PJOK secara formal dalam ujian standar nasional.  

F.     🇸🇬 Singapura

Di Singapura, upaya meningkatkan kualitas PJOK terkendala oleh isu ketenagaan, durasi pelajaran yang tidak memadai, dan ukuran kelas. Quality Physical Education di Singapura menekankan pemahaman holistik yang mencakup penataan kelas, peluang aktivitas fisik, dukungan guru, dan penyediaan fasilitas serta peralatan.  

📊 Tabel Perbandingan Ringkas

Aspek

Indonesia (Merdeka)

AS (SHAPE 2024)

Australia (ACARA)

Finlandia

Jepang

Bentuk Penilaian

Formatif + Sumatif

Standar berbasis kompetensi

Formatif + Sumatif berbasis strand

Penilaian berkelanjutan + sumatif

Berbasis perilaku + kinerja

Domain

Afektif, Kognitif, Psikomotor

Psikomotor, Kognitif, Afektif, Sosial

Kesehatan & Aktivitas Gerak

Kompetensi lintas bidang

Perilaku, keterampilan gerak

Skala Nilai

Deskriptif + angka (KKTP)

Bervariasi per negara bagian

A–E (5 poin)

4–10 (angka)

Deskriptif + angka

Otonomi Guru

Sedang (mengikuti CP)

Tinggi (lokal)

Sedang

Sangat Tinggi

Sedang

Konsep Utama

Merdeka Belajar, Capaian Pembelajaran

Physical Literacy Journey

Strengths-based, 2 strand

Kompetensi transversal

Disiplin & karakter

Laporan

Deskriptif per kompetensi

Per grade-span

Per band tahun

Per semester dengan angka

Rapor berbasis perilaku

 

🔍 Analisis & Simpulan

Persamaan global: Hampir semua negara kini bergerak ke arah penilaian yang mencakup aspek afektif, kognitif, dan psikomotor secara terpadu, serta menekankan physical literacy (kemampuan hidup aktif sepanjang hayat) bukan sekadar keterampilan olahraga teknis.

Keunggulan Kurikulum Merdeka: Pendekatan berbasis Capaian Pembelajaran per fase mirip dengan Australia dan Finlandia — lebih fleksibel dibanding K-13 yang kaku per KD. Namun implementasinya masih dalam tahap penyesuaian di lapangan.

Yang bisa diadopsi dari negara lain:

  • Dari Finlandia: memperkuat self-assessment dan peer-assessment
  • Dari AS: mengintegrasikan dimensi sosial lebih eksplisit dalam rubrik
  • Dari Australia: format pelaporan yang lebih terstruktur per band usia

 

0 comments:

Post a Comment